MENUNGGU SENJA BERSAMAMU

MENUNGGU SENJA BERSAMAMU
Jangan menghubungi Rangga


__ADS_3

Jelas terlihat Devano mendapat perlakuan istimewa, seorang polisi segera membukakan pintu sebuah ruangan yang hampir mirip seperti ruang tamu, di dalamnya ada satu set sofa dan meja serta lemari pendingin


"Katakan apa syaratmu" ujar keyra setelah dia duduk di ujung sofa


"Aku sudah menyelidiki siapa Rangga, aku tau kalian selama ini berselingkuh di belakangku" Devano menatap keyra dengan tajam


"Tidak berputar putar, katakan syaratmu" potong keyra cepat


"Wow baiklah karena kau sudah tidak sabar, aku akan membebaskan selingkuhanmu itu dengan syarat kau tidak boleh berhubungan lagi dengannya atau bahkan sampai menikah" Devano mengatakan syaratnya dengan senyum di wajahnya


"Apa urusanmu! Setelah tadi malam aku bukan tunanganmu lagi!" sergah keyra geram


"Tidak masalah jika kau ingin memutuskan pertunangan kita, tapi pengkhianatanmu melukai harga diriku, aku tidak peduli jika kau menikah dengan orang lain tapi tidak dengan Rangga" Devano menggeser duduknya tepat di depan keyra sebelum melanjutkan ucapannya


"Aku bisa mengetahui siapa Rangga hanya dalam waktu tiga puluh menit, jadi jika kau masih berhubungan dengan Rangga aku pastikan tidak sulit untuk aku mengetahuinya" Devano semakin semangat berbicara ketika melihat wajah keyra memucat


"Jika itu terjadi dalam hitungan jam aku bisa membuat perusahaan Rangga yang sedang mulai berkembang di kotamu bangkrut tinggal nama dan juga aku akan menghancurkan karir ayahmu di pemerintahan" Devano mengakhiri perkataannya dengan terkekeh


"Kalau kau marah padaku kenapa melampiaskannya pada ayah dan Rangga?" tanya keyra penuh amarah


"Karena aku tau kedua orang itu kesayanganmu" jawab Devano sambil menyeringai licik


"Bagaimana, apa kau setuju?" tanya Devano


Keyra nampak berpikir sejenak, menghela nafas berat "baiklah aku setuju" Devano tersenyum penuh kemenangan


"Pak Agus urus pembebasan dia segera"


Perintah nya pada pengacaranya tanpa mengalihkan pandangannya ke arah keyra


Keyra yang jengah dipandang oleh Devano segera melangkah keluar mengikuti pak Agus


"Gimana key?" Nathan langsung mendekati keyra begitu melihat pengacara Devano dan keyra keluar ruangan


"Dia akan membebaskan Rangga" jawab keyra, Nathan pun menghela nafas lega


"Sungguh ironis semalam kalian memukuliku tapi kini bergantung padaku untuk menyelamatkan dia" sindir Devano sambil berjalan melewati keyra dan Nathan


Nathan menepuk bahu keyra pelan "biarkan saja dia, tidak usah ditanggapi" bisik Nathan dan keyra mengangguk

__ADS_1


Hampir satu jam pengacara Devano di dalam tapi proses pembebasan Rangga belum juga selesai


Tiba tiba ponsel ayah keyra berbunyi dan tampak ayahnya berbicara serius di telpon


"Kak, orang tua Devano mau ke hotel untuk membicarakan masalah ini" kata ayahnya hati hati seperti takut menambah luka di hati putrinya


"Aku akan disini sampai Rangga bebas" kata keyra menunduk tanpa melihat ke arah ayahnya


"Baiklah kita bisa menuju hotel bersama om Wisnu" kata Devano sopan


"Kalau kamu pergi sebelum Rangga bebas berarti kamu sudah tidak peduli dengan reputasimu" keyra menoleh ke arah Devano


"Hei kau dengar sendiri aku sudah memerintah pengacaraku, aku bukan orang yang mengingkari janjiku" sergah Devano kesal


"Aku tidak butuh perintahmu pada pengacara itu, aku butuh lihat Rangga segera bebas" jawab keyra acuh


"Kamu jangan keterlaluan keyra!!!" bentak ibunya namun keyra tidak bergeming, hanya melihat lurus ke depan tanpa menoleh ke arah ibunya


"Juna dan Nadin ikut ke hotel atau disini menemani kakak? " tanya ayahnya lembut


"Kita disini aja ayah" sahut Juna yang disusul anggukan Nadin


"Baik baik ya kak" ayahnya mengusap lembut kepala keyra kemudian melangkah pergi


Keyra hanya diam membisu bersikap seolah olah tidak ada orang tuanya disini


Nathan, Norma, Nadin dan Juna tidak ada satupun yan berbicara mereka mengerti keyra dalam suasana hati yang buruk sedangkan Devano kembali duduk di kursi empuk yang dibawakan seorang polisi untuknya


Setengah jam kemudian pak Agus, Irwansyah dan Rangga keluar dari ruang pemeriksaan, semua orang berdiri dengan raut wajah tegang


"Saudara Rangga dibebaskan" seorang polisi mengumumkan membuat semua orang yang menunggunya bernafas lega


Keyra memeluk erat Rangga "maafkan aku...... Aku selalu merepotkanmu" isak keyra di dada Rangga


"Hari ini tampaknya aku yang merepotkanmu" Rangga tersenyum membelai ujung kepala keyra dengan lembut


Devano menghampiri mereka "jangan lupa janjimu padaku Keyra Wisnutama" suara Devano penuh dengan ancaman


Keyra melepaskan pelukan Rangga, menoleh ke arah Devano "aku sudah menyetujuinya dan aku akan menepatinya" jawab keyra tegas

__ADS_1


Devano menyeringai licik memandang Rangga dari atas ke bawah lalu pergi diikuti pengacaranya


"Terima kasih mas Irwansyah sudah banyak membantu" Rangga menjabat tangan Irwansyah ramah


"Saya juga berterima kasih mas" sambung keyra sopan


"Saya tidak banyak membantu, Rangga kamu beruntung memiliki keyra yang pintar dan berani, pantas saja profesor Rendra sangat menganggumi keyra" jawab Irwansyah dengan senyum hangat


"Iya mas, saya sangat beruntung dia mau memilih saya, dia anugrah yang terindah di hidup saya" sahut Rangga sambil kembali memeluk keyra


"Saya doakan kalian langgeng ya" Irwansyah menyalami mereka dan berpamitan


"Kamu tidak apa apa bro? " tanya Nathan pada Rangga


"Aku baik baik saja" jawab Rangga tersenyum sambil terus memeluk keyra


Dari arah pintu wulan datang dengan terburu buru "Rangga kau sudah bebas?" tanya Wulan sambil mendekati Rangga


"Baru saja Rangga bebas, dimana Laras? " Norma yang menjawab pertanyaan Wulan


"Eh maafin aku telat datang key, Laras masih ada acara keluarga budenya jadinya belum bisa datang" Wulan menjelaskan pada keyra


"Nggak apa apa Wulan, terima kasih" jawab keyra


"Sekarang kita mau kemana?" tanya Rangga


"Kamu pulanglah dulu Rangga beristirahatlah di tempat Nathan, aku harus kembali ke hotel, sekarang orang tua Devano sedang menemui orang tuaku membicarakan masalah ini" keyra meletakkan kedua telapak tangannya di dada Rangga


"Apa kamu perlu aku antar?" tanya Rangga menatap keyra, keyra menggeleng


"Sayang apa yang kau janjikan pada Devano untuk menebusku" Rangga mengangkat wajah keyra dengan kedua tangannya di pipi keyra, menatap keyra dengan penuh selidik


"Aku berjanji padanya untuk tidak menceritakan peristiwa tadi malam ke orang tuanya sebagai imbalan kebebasanmu dan putusnya pertunangan kita" jelas keyra membuat Rangga bernafas lega


"Jangan lupa untuk selalu mengabariku sayang" Rangga mengingatkan permintaanya lagi


Keyra mengangguk dan memeluk kembali Rangga dengan lebih erat


"Aku akan memberi kabar besok, biarkan hari ini aku menyelesaikan pertunanganku dulu"

__ADS_1


"Iya aku akan sabar menunggumu" Rangga mengecup ujung kepala keyra dan mengantarkan keyra, Juna dan Nadin mendapatkan taksi


__ADS_2