MENUNGGU SENJA BERSAMAMU

MENUNGGU SENJA BERSAMAMU
Keyra tidak bahagia


__ADS_3

Keyra sedang memilih beberapa snack dan minuman sedangkan Rangga sedang antri beli tiket


"Tambah cantik aja nona" seseorang menepuk bahu keyra, keyra menoleh dan tertawa melihat siapa yang menepuk bahunya


"Yuda? Gimana kabar lu? Lu kerja dimana? Lama banget ya nggak ketemu?" keyra langsung nyerocos dengan beberapa pertanyaan sekaligus membuat Yuda memegang keningnya tanda dia pusing dengan banyaknya pertanyaan keyra


Keyra terkekeh melihat tingkah Yuda yang melucu di depannya, "tambah cantik sih tapi tetep aja cerewet" gerutu Yuda


"Udah lu jawab aja pertanyaan gue?" Keyra cemberut mendengar gerutuan Yuda


"Gue kerja di jogja sini bareng Wulan, lu gimana kabarnya?" tanya Yuda balik


"Oohh kok Wulan nggak pernah cerita kalau dia sekantor dengan lu? Gue sekarang pengangguran" jawab keyra sambil membayar snacknya di kasir


"Ah nggak percaya gue kalau lu pengangguran, lu tuh mahasiswa paling pinter seangkatan kita masa iya nganggur" Yuda menjambak ujung rambut keyra ringan seperti kebiasaannya selama ini jika merasa gemas dengan keyra


"Ih kebiasaan deh, gue sekarang istri orang tau" keyra menepis tangan Yuda dan merapikan rambutnya


"Lu udah nikah key? Sama siapa? Gue langsung patah hati ini" lagi lagi Yuda berakting memegang dadanya, keyra tertawa melihatnya


"Kalian ini selalu tampak mesra selalu seperti orang kasmaran" celetuk suara wanita menghampiri mereka


Keyra dan Yuda menoleh terlihat Rangga berjalan ke arah mereka diikuti Wulan dibelakangnya, Wulan sengaja meninggikan suaranya agar Rangga mendengarnya jelas


Rangga mendekati keyra dan memeluk bahu istrinya, menganggap seolah Wulan tidak ada


"Nah ini suami gue, kenalin ini Yuda temenku kuliah" kata keyra pada Yuda dan Rangga

__ADS_1


Rangga mengulurkan tangan dengan ramah "sepertinya kita udah pernah kenalan ya?" sapa Rangga


"Iya bener waktu itu lu jemput keyra di kampus" Yuda menyambut tangan Rangga


"Iya kah? Ya sudah kalau gitu nggak usah salaman lama lama" keyra menarik tangan Rangga dan menggenggamnya


"Eh lu, gue kan laki laki kenapa lu posesif gitu?" tanya Yuda bingung


"Gue nggak mau ntar suami gue ketularan nyebelin kayak lu" cibir keyra


"Eh lu yang nyebelin, untung lu cantik" gerutu Yuda


"Yuda ini dari dulu naksir keyra Rangga, sepertinya sampai sekarang juga masih ada rasa tuh" celetuk Wulan yang dari tadi merasa diabaikan


"Ya nggak lah gue bukan perebut bini orang, tenang aja Rangga itu masa lalu, iya kan key?" Yuda merasa tidak enak pada Rangga


"Eh apa kita nonton film yang sama dengan keyra" tanya Yuda pada Wulan


"Tidak, aku baru tau kalau ada Rangga ketika kami masing masing sudah beli tiket" jawab Wulan sedikit kesal


"Ah kalian berdua sedang berkencan ya rupanya" goda keyra


"Masih penjajakan, iya kan Wulan?" Yuda merangkul bahu Wulan tapi tangannya segera ditepis Wulan


"Nggak kok kebetulan kita pulang kerja agak santai jadi kita pergi nonton, gitu aja" jawab Wulan menghadap ke arah Rangga seolah sedang memberi penjelasan pada Rangga, tetapi Rangga tidak memperdulikannya Rangga sibuk mengambil popcorn dari tangan keyra dan memakannya sesekali dia menyuapi keyra, benar benar menganggap Wulan tidak ada


"gue akan senang sekali kalau kalian berkencan, walaupun Yuda nyebelin tapi Yuda baik kok Wulan" ucap keyra tulus

__ADS_1


"Kalau dia baik kenapa nggak lu terima cinta Yuda yang udah naksir lu dari dulu" sergah Wulan sengit


"Gue sudah punya Rangga, dia yang terbaik buat gue" jawab keyra masih dengan tersenyum mencoba menetralisir keadaan


"Yang terbaik buat lu sendiri sedangkan yang kurang baik lu kasih ke gue atau lu mau bilang kalau tidak ada Rangga lu pasti udah mau dengan Yuda melihat setiap kalian bertemu selalu mesra" sinis Wulan membuat Yuda dan keyra mengerutkan keningnya melihat sikap Wulan


"Sayang pintu kita udah dibuka, yuk masuk" Rangga menepuk bahu istrinya lembut


"Oh iya, kalau gitu kita masuk dulu, yuk Yuda dan Wulan" keyra berpamitan pada dua temannya


"Oke kapan kapan kita ketemu lagi, seneng ketemu kamu bro" Yuda menepuk bahu Rangga dengan hangat, disambut dengan senyum ramah Rangga


Rangga memeluk keyra membawanya menjauh tanpa menoleh ke arah Wulan


"Lu kenapa sih Wulan lu seperti orang yang sedang iri dengan kebahagiaan keyra, bukankah keyra itu temen baik lu ya" kata Yuda tidak mengerti


"Iri kata lu? Justru gue kasian banget dengan keyra, lu tidak tau apa yang sebenarnya dialami keyra" jawab Wulan duduk di kursi tunggu


"Gue liat keyra bahagia kok, suaminya juga terlihat sangat sayang dengan keyra" Yuda ikut duduk di sebelah Wulan


"Apa yang lu lihat bukan yang sebenarnya terjadi" kata Wulan dengan tersenyum


"Gue beneran bingung mereka berpacaran lama dan seharusnya ketika menikah keyra bahagia" gumam Yuda masih bingung


"Yuda.... Kadang orang pacaran lama terlihat manisnya saja ketika menikah baru deh terlihat aslinya, setelah menikah seorang wanita akan lebih sulit untuk mundur lagi ke belakang karena banyak hal yang harus dipertimbangkan" kata Wulan dengan ekspresi sedih


"Jadi sebenernya keyra menyembunyikan ketidak bahagiaannya? Ceritakan pada gue apa yang sebenarnya dilakukan Rangga pada keyra, kita harus menolong keyra" kata Yuda dengan emosi

__ADS_1


"Nanti akan gue ceritakan setelah kita nonton, sekarang yuk kita masuk" ajak Wulan sambil berdiri dari duduknya, dia tersenyum tipis merasa senang Yuda akan membantu rencananya


__ADS_2