
Beberapa bulan kemudian Rangga dan Keyra lulus dari SMA, Rangga melanjutkan kuliah di kota mereka karena orang tuanya tidak mampu untuk membiayai kuliah Rangga jadi dia memilih untuk kuliah di dalam kota saja biar dia bisa tetap mengembangkan usaha percetakannya karena dari hasil percetakannya ini yang digunakan Rangga untuk membiayai kuliahnya, dia mengambil jurusan hukum.
Sedangkan Keyra berkuliah di Jogja mengambil jurusan akuntansi, ya dia mengambil jurusan pelajaran yang paling dibencinya selama SMU bahkan dia sama sekali tidak tau apa apa tentang akuntansi selama kelas 10 dan 11 setiap PR dan ulangan akuntansi dia selalu mencontek Dayu.
Seperti biasa pemilihan jurusan kuliah Keyra dipenuhi drama keluarganya, ayah dan ibunya menginginkan dirinya mengambil jurusan kedokteran tapi Keyra yang phobia dengan darah menolaknya
"Nilai nilai kamu di jurusan IPA sangat bagus, aneh sekali kamu takut mengambil jurusan kedokteran, jadi jurusan apa yang ingin kamu ambil?" tanya Ayahnya yang mulai melunak dengan alasan Keyra yang tidak mau ambil kedokteran adalah dirinya takut melihat darah
"saya pengen ambil jurusan matematika, ayah" sahut Keyra merasa senang ini adalah pertama kalinya orang tuanya menanyakan keinginannya yang berkaitan langsung dengan hidupnya
"matamatika? mau jadi apa kamu?" sinis ibunya sambil menggelengkan kepala tanda heran dengan pikiran anaknya, dari keyra kecil dia selalu di anggap anak yang lemah dan tidak pandai bergaul, hal itulah yang di kemudian hari selama Keyra beranjak dari anak anak hingga kini usianya 17 tahpemerintahan,nya terus menerus mencelanya sebagai anak kuper* yang tidak punya banyak teman sehingga keputusan apapun yang diinginkan Keyra untuk hidupnya selalu dirasa tidak tepat karena Keyra adalah anak naif yang sempit pemikirannya
__ADS_1
"tapi Keyra suka pelajaran matematika ibu" jawab Keyra berusaha menjelaskan keinginannya walau dia tau pasti hal itu tidak akan membawa hasil yang baik
"suka? kamu tidak bisa hidup hanya karena kamu suka! kamu harus memakai otakmu untuk menentukan kehidupan yang baik di masa depan tidak hanya menggunakan perasaan" suara ibunya mulai meninggi dengan tatapan merendahkan ke arah Keyra
"paling banter kamu hanya akan jadi guru les matematika key" sela sang ayah yang juga merendahkan pilihan anaknya
"sudah ayah putuskan ambillah kuliah di fakultas ekonomi terserah mau jurusan manajemen, akuntansi atau bisnis" suara ayahnya dalam namun tegas membuat lemas hati keyra walau dia sudah tau sebelumnya ini akan terjadi
Setelah Keyra setuju dengan fakultas ekonomi yang dipilih ayahnya bukan berarti keributan berakhir
"terus kamu mau kuliah dimana?" tanya ayahnya
__ADS_1
"di Semarang aja ya ayah biar deket kalau pulang" jawab Keyra yang langsung mendapat respon wajah tidak suka kedua orang tuanya yang membuat keyra menghela nafas pasrah
"kamu disuruh kuliah bukan untuk sering pulang, ibu tau dari Sarah bahwa kamu pasti memilih Semarang biar nggak jauh jauh dengan Rangga kan?" kembali ibunya menyerang dengan kata kata tajamnya
"tidak ibu, Keyra cuma berpikir Semarang ada di tengah tengah seandainya Keyra ingin mengujungi kakek nenek dan eyang" jelas Keyra, kakek nenek dari ayahnya dan eyang dari ibunya memang tinggal di dua kota yang berbeda yang mengapit kota Semarang, Keyra selalu berpikir sangat menyenangkan jika dia bisa bergantian mengujungi mereka seorang diri tanpa orang tuanya bertemu kakek, nenek, eyang dan tentunya para sepupu yang banyak dari mereka berumur sebaya dengan dirinya tetapi sepertinya orang tuanya salah sangka dan terhasut oleh kata kata Sarah, Sarah ternyata adalah keponakan dari teman ibunya, setelah mengetahui kalau omnya adalah teman kantor ibunya di pemerintahan, Sarah seringkali mengungkapkan hal hal yang memperburuk rasa tidak suka orang tuanya pada Rangga.
"alasan saja!!! kamu pikir ayah dan ibu tidak tau kalau di sekolah kamu tetap berpacaran dengan Rangga, dasar anak keras kepala! kamu terlalu bodoh untuk diperdaya si Rangga itu!" kali ini suara ayahnya yang meninggi
"jadi ayah dan ibu pengen keyra kuliah di kota mana?" tanya Keyra tidak ingin memperpanjang perdebatan ini
"di Jogja dan kamu hanya boleh pulang 6 bulan sekali, juga jauhi Rangga!" titah ayahnya tegas tak terbantahkan seperti biasa
__ADS_1
"iya ayah, Keyra kuliah di jogja jurusan akuntansi, pulang 6 bulan sekali" Keyra terdengar seperti membacakan rangkuman hasil rapat, hatinya benar benar lelah, Ayah dan ibunya mengangguk puas mendengar kata kata keyra.