
"wah asyik banget masih bisa punya waktu maen game" suara Laras membuat kaget Keyra
Keyra tertawa melihat Laras dan Norma memasuki ruang keluarganya, dia menepukkan tangannya di sofa sampingnya menyuruh teman temannya untuk duduk
"seneng banget kalian kesini, aku kesepian, Rangga baru akan pulang besok" keyra segera merapikan laptopnya dan menyimpannya di atas rak buku di sudut ruangan
"bukannya Rangga akan pulang malam ini?" tanya Norma
"iya kah? tadi pagi di telpon dia bilang pulang besok, apa kata Nathan?" keyra balas bertanya
"tadi jam tiga sore Nathan mengantar Rangga ke bandara, katanya Rangga pulang duluan sedangkan Nathan pulang besok sore" Norma menceritakan telpon suaminya sore tadi
"hmm berarti Rangga ingin membuat kejutan untukmu key, kalau dia dari Surabaya sore berarti malam ini nyampe key" ujar Laras
"iya mungkin juga begitu, dari tadi aku telpon ponselnya tidak aktif, baiklah aku akan pura pura tidak tau ketika dia pulang nanti" Keyra tersenyum usil
Mereka bertiga bercerita dan bercanda dengan seru, dalam sekejap rumah Keyra jadi rame dengan derai tawa ketiganya
Keyra juga mengajak kedua temannya untuk makam malam di rumahnya
Laras melirik jam yang melingkar di tangannya, "sudah hampir jam delapan, pulang yuk Norma sebentar lagi waktunya tidur Almira, kasihan mamaku jika Almira rewel"
"iya ayuk, sebentar lagi Rangga juga pulang kita tidak boleh mengganggu kejutannya untuk Keyra" Norma meraih tasnya
__ADS_1
"thanks ya kalian sudah maen kesini, aku jadi ngga kesepian, hati hati mengemudi Norma ingat kamu sedang hamil" pesan Keyra yang mendapat anggukan dari kedua temannya itu
Ketika Keyra mengantar Norma dan Laras menuju mobil Norma, terlihat mobil polisi memasuki halaman rumah Keyra
Mereka bertiga saling berpandangan heran, Nana yang juga melihatnya dengan segera menghampiri Keyra berwaspada di samping Keyra
"selamat malam" sapa salah seorang polisi dari tiga orang polisi yang turun dari mobil
"malam pak" jawab Keyra gugup, dia merasa sesuatu perasaan tidak enak memasuki hatinya
"apa betul ini kediaman bapak Rangga Putra Arya presiden direktur RK grup?" polisi itu bertanya lagi sambil membaca data di kertas yang berada di tangannya
"iya betul pak, Rangga suami saya, mari masuk dulu pak" Keyra mempersilahkan ketiga polisi itu untuk masuk ke dalam rumahnya, dia juga memberi kode pada Norma dan Laras untuk ikut masuk lagi ke dalam rumahnya
"kami ingin memastikan apakan kedua tas ini betul betul milik bapak Rangga" polisi itu menyerahkan kedua tas yang setengah hangus itu kepada Keyra
Keyra dengan tangan bergetar menerima kedua tas itu, sebenarnya dari awal polisi itu mengeluarkannya keyra sudah yakin jika kedua tas itu adalah milik Rangga, keyra sangat hafal dengan kedua tas itu karena Keyra yang membelikannya dan mengatur sendiri semua keperluan Rangga
Untuk memastikannya, Keyra membuka tas kerja Rangga, di dalamnya terdapat beberapa dokumen berlogo RK grup yang setengahnya sudah hangus menjadi debu
Keyra juga membuka tas pakaian Rangga, tas itu adalah tas pakaian simpel berwarna merah marun warna kesukaan Rangga, di dalamnya juga terdapat beberapa pakaian Rangga yang disiapkan oleh Keyra sendiri ketika Rangga akan pergi
Perasaan buruk menyelimuti seluruh hati Keyra, "iya semua ini barang milik suami saya, apa yang terjadi dengan suami saya pak? dimana Suami saya sekarang?" tanya Keyra dengan panik
__ADS_1
polisi itu menghela nafas berat dan memandang kedua rekan polisi lainnya sebelum akhirnya menatap Keyra "begini nyonya kami menemukan kedua tas ini berada di sekitar sebuah taksi yang terjatuh ke dalam jurang dan terbakar, taksi ini diperkirakan berasal dari arah bandara"
Keyra menangkupkan tangannya di depan bibirnya, matanya berkaca kaca
"suami saya memang sore tadi perjalanan pulang dari Surabaya, harusnya sekarang sudah sampai rumah, lalu dimana suami saya sekarang pak?" tanya Keyra berusaha kuat untuk menahan tangisnya
"taksi itu terbakar hingga seluruhnya body taksi itu hangus, kami menemukan sopir taksi itu meninggal juga dalam keadaan hangus terbakar tetapi kami tidak menemukan tubuh suami anda, kami hanya menemukan kedua tas ini terlempar sekitar lima puluh meter dari taksi yang terbakar" jelas polisi
"jika tubuh suami saya tidak ditemukan itu artinya kemungkinan suami saya masih hidup kan pak?" tanya Keyra penuh harap
Polisi itu mengeluarkan beberapa foto kondisi taksi yang terbakar, "anda lihat foto foto ini, keadaannya sangat parah jadi kami rasa bapak Rangga juga sudah meninggal"
air mata keyra turun dengan derasnya, Keyra menangis tanpa suara tiba tiba kepalanya terasa berat dan tubuhnya lemas
"key...!" teriak Norma, Nana pergi ke depan untuk memanggil pengawal pria agar membawa Keyra yang pingsan masuk ke dalam kamarnya
Setelah para polisi itu pergi dari rumah Keyra, Laras langsung menghubungi Ivan, keluarga Keyra dan keluarga Rangga sedangkan Norma menelpon Nathan dan mommy Gendis di Sidney
Pada dini hari keluarga Keyra dan keluarga Rangga sudah sampai di rumah Keyra, ibu Rangga menangis histeris meratapi anaknya
Keyra yang semenjak sadar selalu menangis dalam diam, mengurung diri di dalam kamarnya namun ketika ayahnya datang, tangis Keyra pecah di dalam pelukan ayahnya
Ibu keyra tetap seperti biasa bersikap tidak acuh sedangkan Juna, Ratih istri Juna, Nadine bersama Ivan, Laras dan Norma berkumpul di ruang tengah berusaha menenangkan keluarga Rangga
__ADS_1
Rumah keyra yang semula terdengar suara bercanda Keyra dan teman temanya berubah menjadi penuh tangis pilu