MENUNGGU SENJA BERSAMAMU

MENUNGGU SENJA BERSAMAMU
itu adalah gula halus


__ADS_3

"kau sudah membaik, kami akan memberimu hadiah" Devano tertawa jahat yang diikuti oleh Wulan di belakang nya


"aku tidak butuh hadiah mu" desis Rangga membuang muka, rangga duduk di sudut kasur tipisnya tanpa dipan, dia memeluk kedua lututnya


"kau harus mau menerimanya, suka atau tidak kau harus menerimanya, tenang saja ini akan membuatmu sangat baik, jauh lebih baik" Devano mendekati Rangga dan menjambak rambutnya sehingga wajah Rangga menghadap nya


"Tomo!!! bawa kesini barang untuk Rangga" Teriak Devano


pak Tomo menghampiri Devano dan Rangga dengan membawa kantong plastik kecil yang berisi bubuk putih


"ingat jangan terlalu kasar padanya" Wulan memperingatkan Devano


Devano menoleh ke arah Wulan dengan tidak suka dan mencibir "sekalipun kau bersikap baik padanya, dia tidak akan pernah menganggap mu baik"


"apa yang akan kau berikan padaku? aku tidak mau" Rangga menepis tangan Devano dan berusaha bangkit untuk berdiri


"pengawal !!!" Devano berteriak dan enam orang berbadan besar datang melumpuhkan Rangga


Dengan mudah mereka menundukkan Rangga yang masih lemah, Rangga ditidurkan di kasur dengan tangan, kaki dan kepalanya dipegangi oleh keenam orang bertubuh besar itu


"berikan padanya sekarang" perintah Devano pada pak Tomo


Pak Tomo mengangguk dengan sigap menekan mulut Rangga hingga terbuka dan dengan tangan satunya lagi dia memasukkan bubuk putih ke dalam mulut Rangga


Rangga berusaha meronta dengan sisa tenaganya tetapi sesaat kemudian dia menjadi tenang dengan mata yang setengah terpejam


"kerja bagus, beri dia sehari sekali dan tingkatkan dosisnya tiap minggu, buat dia memohon pada kita tiap hari untuk mendapatkan nya" Devano tertawa puas dan pergi keluar kamar diikuti oleh Wulan


pak Tomo mengunci pintu kamar dari luar kemudian mengatar Devano Dan Wulan keluar dari rumah kecil itu


Di luar kamar itu ada sebuah ruang tengah yang cuma berisi dapur kecil dan sebuah sofa usang, dari ruang tengah menuju ruang tamu ada pintu dari besi dan pintu utama paling luar di ruang tamu terdapat dua lapis pintu yang terbuat dari kayu jati tebal dan pintu besi tebal, semua kunci dari pintu pintu itu dipegang oleh pak Tomo dan di luar rumah dijaga oleh enam orang pengawal

__ADS_1


Setelah Devano dan Wulan pergi dari rumah itu, pak tomo segera masuk meninggalkan enam penjaga di luar rumah dan kembali mengunci pintu pintu tiap lapisnya


pak Tomo membuka pintu kamar dan melihat Rangga sedang minum banyak air, "apa itu tadi pak, rasanya manis sekali" tanya Rangga begitu melihat pak Tomo masuk


"itu tadi gula halus" jawab pak tomo tertawa


"ah lain kali sedikit saja pak, saya tidak terlalu suka manis" keluh Rangga


pak Tomo terkekeh "apa kau tidak dengar mereka menyuruhku menambah dosisnya tiap minggu, tapi aktingmu tadi lumayan bagus, kau bisa jadi aktor setelah keluar dari sini"


"mimpi jadi aktor pak, jadi diabetes mungkin iya" gerutu Rangga


*****


"mommy tadi siang key sudah resmi mengundurkan diri dari kampus, sekarang key bukan seorang dosen lagi dan mulai besok key akan pergi ke perusahaan Rangga" cerita Keyra setelah makan malam


"kau harus pergi dan pulang dengan sopir dan pengawal, kau juga tidak boleh terlalu keras bekerja, jaga kesehatan dan kandunganmu" pesan mommy nya


"iya mommy, pasti key ingat semua" keyra terkekeh mendengar mommy nya begitu cerewet


" oh iya bi, aku akan menemuinya" keyra menuju ruang tamu bersama mommy nya


"malam key, malam mommy" sapa Iwan dengan senyum lebar


"hei kalian, ku kira Nathan mengajak siapa" keyra tertawa senang melihat Nathan datang bersama Iwan dan Niko


"sudah lama sekali tidak melihat Iwan" sapa Gendis ramah


"iya mommy kebetulan saya ada tugas ke jogja dua hari sekalian mengunjungi keyra, oh iya mommy ini ada cemilan kesukaan keyra asli dari kota kami" Iwan menyerahkan sebuah paper bag pada Gendis


Keyra mengintip isinya "kau tau saja Wan kalau aku merindukan makanan ini" seru keyra senang

__ADS_1


"baiklah akan mommy siapkan untuk kalian sekalian bi Jum akan membawakan teh untuk kalian" Gendis kembali menuju Dapur


Tidak lama bi Jum mengantarkan teh untuk mereka dan cemilan yang dibawa Iwan sudah disajikan di atas piring


Keyra tampak ceria dan banyak tertawa saat berbincang dengan Iwan, Niko dan Nathan


Gendis yang memperhatikan putrinya dari ruang tengah tersenyum bahagia melihat kedatangan teman temannya membuat Keyra kembali ceria


"kita pamit yuk sudah jam sembilan nih" kata Nathan pada Iwan dan Niko


"eh tunggu sebentar, Niko katanya kau akan mengamankan cctv rumahku" keyra mengingatkan Niko akan janjinya


"oh iya key, ayo kita kerjakan sekarang" Niko menepuk jidatnya, keyra mengajak teman temannya untuk masuk ke dalam ruang kerja Rangga


setelah beberapa saat menunggu Niko bekerja, "sudah selesai Key, jika nanti ada yang meretasnya lagi akan langsung berbunyi alarm yang terhubung di komputermu dan komputerku"


Keyra mengangguk puas, "Niko bisakah kau tinggal di jogja saja, kau kerjakan perkejaanmu di jogja" pinta keyra


"bisa sih key, tapi aku butuh waktu untuk mencari tempat tinggal, lagipula walaupun aku di semarang aku tetap bisa membantumu" jawab Niko


"ayolah Niko bantu aku, terlalu jauh jika kau di Semarang, masalah tempat tinggal tidak perlu khawatir, Nathan tolong bantu Niko mecari rumah yang dia suka, aku akan membelikannya untuk Niko" kata keyra memohon


"kau serius key?" tanya Niko tidak percaya


"iya aku serius, aku akan membelikan mu rumah di jogja, kau sendiri yang pilih yang mana yang kau suka agar kau bisa lebih dekat jika aku membutuhkan bantuanmu" jawab Keyra tegas


"kau memang istri Rangga, kalian berdua bertindak sangat efisien, kalau itu maumu aku tidak bisa menolak" Niko cengengesan sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal


"terima kasih Niko, Nathan besok setelah rapat pagi kau bantu Niko mencari rumah ya" Keyra menatap Niko dengan tulus kemudian menatap Nathan


"siap nyonya bos" jawab Nathan semangat

__ADS_1


"enak banget ya orang IT cari duit" gerutu Iwan membuat Niko tertawa


"karena itu aku belajar IT, kerja pokok ku mengutak atik game, kerja sampingan ku membantu Rangga dan Keyra" Niko terkekeh


__ADS_2