
Yang terakhir pulang adalah keluarga Rangga, keyra dan Rangga mengantar mereka di depan vila sampai mobil mereka tidak terlihat
Rangga melirik ke arah istrinya tetapi sebelum dia sempat mengucapkan kata kata, keyra sudah membalikkan badannya dan melangkah masuk
Apa mungkin sebenarnya keyra masih marah, dia hanya berpura pura baik pada Rangga di depan para tamu dan keluarga mereka, pikir Rangga
Rangga melangkah masuk dan pergi mandi
Selesai mandi, Rangga mencari Keyra di seluruh ruangan vila tapi tidak ketemu, setelah bertanya pada pelayan vila Rangga segera menyusul keyra yang ternyata sedang duduk di tepi pantai
Rangga duduk di sebelah keyra dan melirik ke arah istrinya itu tapi keyra mengacuhkannya dia tetap melihat ke arah laut
"Kamu masih marah padaku sayang?" tanya Rangga pelan
"Tidak" jawab keyra singkat tanpa menoleh ke arah Rangga
"Kau tidak marah tapi masih mengacuhkanku" keluh Rangga sedih
Keyra melirik ke arah suaminya itu, hatinya tersentuh melihat ekspresi sedih di wajah Rangga
Keyra memeluk Rangga dari samping dan menyandarkan kepalanya di bahu Rangga
Rangga terkejut dengan pelukan Keyra kemudian balas merangkul bahu keyra sambil menciumi pelipis keyra
"Terima kasih sayang, kau mau memaafkan aku" kata Rangga lega
"Aku memaafkanmu sekarang tapi tidak dengan lain kali" ujar keyra dengan suara serak menahan tangis
"Aku janji tidak ada lain kali, hal seperti itu tidak akan terjadi lagi" janji Rangga dengan tegas
"Maafkan aku telah menyakitimu" Rangga mengeratkan pelukannya dan mencium pelipis keyra berulang kali
"Rangga, setialah padaku sampai kita tua nanti" pinta keyra dengan terisak
"Pasti sayang, kamu adalah hidupku, setelah begitu banyak hal perih yang kita lalui bersama aku tidak akan mengorbankan kebahagiaan kita dengan apapun" jawab Rangga
"Aku akan menunggu senja bersamamu, sampai kita menua bersama, menghabiskan sisa hidup kita bersama, berbagi segalanya bersama" tambah Rangga lagi menyakinkan keyra
"Kita akan menikmati senja yang indah kan Rangga?" tanya keyra
"Iya kita akan menunggu dan menikmati senja yang indah, seperti saat ini lihatlah senja ini begitu indah" Rangga menunjuk ke arah matahari terbenam yang selalu disukai keyra
__ADS_1
🌻🌻🌻🌻🌻
Selesai makan malam, mereka berdua masuk ke dalam kamar, tidur berhadapan saling memeluk
"Sayang, kau ingin berbulan madu kemana?" tanya Rangga sambil memainkan rambut keyra
"Terserah saja, aku ikut" jawab keyra
"istriku ternyata penurut sekali" Rangga mencubit ujung hidung keyra
"Eh ngomong ngomong aku suka lo waktu tadi siang kau memanggilku suami" Rangga menggoda keyra
"Ah itu sih karena aku sebel liat Wulan sok perhatian denganmu jadi deh aku panas panasin dia sok mesra denganmu" jawab keyra sambil cemberut
Rangga terkekeh mendengarnya "jadi tadi mesranya nggak iklas? Cuma takut aku digoda cewek lain?" goda Rangga
"Lagipula si Wulan itu udah tau kamunya cuekin dia, eh dia masih aja usaha. Ya udah daripada suamiku diambilkan makan cewek lain terpaksa deh aku nggak marah lagi denganmu" gerutu Keyra masih dengan cemberut
"Karena itu besok besok suaminya jangan dicuekin jadi diperhatiin orang lain deh" Rangga masih saja terkekeh melihat keyra yang cemberut
"Iya, kamu benar suami tidak seharusnya kita membiarkan dia berhasil merusak pernikahan kita, maafkan aku ya" keyra membenamkan wajahnya ke dada Rangga
"Ah kamu seneng banget bikin aku malu suami" rengek keyra semakin membenamkan wajahnya ke dada Rangga
Rangga melonggarkan pelukannya dan mengangkat dagu keyra agar menatapnya
"Aku suka liat kau yang tersipu malu begini sayang" kemudian diciumnya bibir keyra dari lembut kemudian menjadi ciuman yang panas dan memburu
Keyra melingkarkan tangannya di pinggang Rangga dan membalas ciuman suaminya itu
"Sayang, aku masuk sekarang ya?" Rangga meminta ijin keyra dengan suara serak dan keyra mengangguk sambil tersipu malu
Ketika Rangga memasukinya keyra mencengkram kuat bahu Rangga sambil mengaduh
Rangga berhenti sebentar, "sakit sayang?" bisik Rangga
"Iya sakit tapi lanjutkan suami" jawab keyra sambil menatap lembut ke suaminya
Rangga pun melanjutkan sampai mereka berdua berada di puncaknya dan tertidur sambil berpelukan sampai pagi
🌻🌻🌻🌻🌻
__ADS_1
Keesokan paginya keyra dan Rangga pulang ke jogja
Rangga kembali bekerja seperti biasa dan keyra lebih sering berkunjung ke rumah paman Rendra karena mommy dan daddy nya berada di jogja sampai satu bulan ini
"Lusa mommy pulang, kamu pengen dimasakin apa sebelum mommy pulang?" tanya mommy Gendis
"Key dibikinkan sambel gado gado aja mom, jadi ntar kalau key kangen gado gado mommy key tinggal nyiapin sayurnya aja" jawab keyra manja tiduran di pangkuan mommy nya
"Oke, besok sambel gado gadonya sudah siap tapi nanti kalau kamu hamil semua sayurannya harus matang ya" pesan mommy nya
"Iya mom, key menikah baru satu bulan mom" jawab keyra
"Mommy tau, tapi siapa tau kau dikasih cepat hamil, mommy pasti senang sekali jika punya cucu" ujar mommy gendis dengan mencubit ujung hidung keyra
"Ah kau ini sudah punya suami masih juga manja dengan mommy mu" Andrew menghampiri mereka berdua
"Daddy cemburu bilang saja daddy ingin manja manja dengan mommy" jawab keyra dengan terkekeh
"kau tau tapi tidak pernah pengertian pada dad" keluh Andrew membuat Gendis dan keyra tertawa
"Mom, dad, kenapa kalian tidak pindah tinggal di jogja saja?" rajuk keyra
"Mommy akan senang jika daddymu setuju" jawab Gendis sambil melirik ke arah Andrew
"Dad merasa terintimidasi kalau kalian sudah bersekutu begini" keluh Andrew lagi
"Ayolah dad, kau sudah cukup kaya untuk terus bekerja, pensiunlah dan tinggallah di jogja" keyra bangun dari pangkuan mommy nya dan mencoba merayu daddy nya
"Tidak semudah itu honey, banyak hidup karyawan yang bergantung hidup pada perusahaan kita" jawab Andrew dengan lembut
"Kau tidak perlu menutup perusahaan dad, delegasikan saja pada orang kepercayaanmu" saran keyra
"Sepertinya usul putrimu bagus Andrew, kita bisa dekat dengan mas Rendra dan merawat cucu cucu kita nanti" Gendis mendukung ucapan keyra
"Ah nanti aku pikirkan lagi, proses itu tidak akan cepat begitu saja" jawab Andrew
"Sudah sore pulanglah nanti Rangga pulang kau belum sampai rumah honey" Gendis mengingatkan keyra
Keyra melirik jam tangannya "iya mom, aku harus segera pulang"
Keyra berpamitan pada mommy dan daddy nya juga dengan paman Rendra dan istrinya
__ADS_1