
Selama satu minggu ulangan semester setiap pagi dan jam istirahat Rangga selalu menghampiri Keyra untuk belajar bareng. Tidak terasa seminggu berlalu ulangan semester juga sudah selesai, satu minggu sebelum terima raport adalah minggu classmeet yang diisi berbagi perlombaan dan di minggu ini sekolah juga pulang lebih awal.
"jalan yuk pacar, mumpung kita pulang awal" ajak Rangga yang sengaja mengejar langkah Keyra begitu melihat keyra berjalan ke arah gerbang sekolah
"mau kemana?" tanya Keyra ragu ragu ada kekhawatiran di hatinya kalau mereka jalan berdua di luar sekolah ada orang yang melihatnya jalan berdua Rangga dan disampaikan pada orang tuanya.
"aku mau ajak kamu ke tempat indah, tenang aja nggak di tengah kota kok, kita naik montorku ku aja, aku udah sediain helm full face buat kamu jadi nggak bakal ketauan orang tuamu" Keyra tertegun mendengar Rangga sudah menyiapkan semuanya bahkan sampai cara bagaimana tidak terdeteksi orang tuanya, akhirnya Keyra setuju.
Rangga memarkir montornya di padang rumput hijau yang tidak begitu luas, mereka ada di daerah pedesaan yang lumayan jauh
"ayo, kita masih harus jalan kaki kebawah sekitar 10 menit" ajak Rangga, Keyra mengikutinya dengan bingung sebenernya tempat apa ini tapi Keyra tidak menanyakanya pada Rangga, dia cukup terpesona dengan tempat ini udaranya yang sejuk padahal ini tengah hari yang panas tapi disini terasa sejuk, mereka menuruni jalan setapak yang kanan kirinya berjajar pohon pinus menambah kesejukan udara di sini, Rangga berjalan dengan lincah sedangkan Keyra yang tidak terbiasa berjalan di alam terbuka seperti ini agak kesulitan jika jalan terhalang batu dan akar liar sesekali Rangga berhenti dan membantu Keyra
"keseringan jalannya di mall sih kamu pacar jadi kaget jalan disini" goda Rangga sambil mengulurkan tangannya membantu Keyra yang tampak ragu turun ke jalan yang curam dan agak basah.
__ADS_1
Setelah 10 menit berjalan mereka pun sampai, Keyra berteriak kagum di depannya mengalir sungai yang jernih sekali dengan batu batu besar kira kira 7 meter di depannya ada air terjun yang indah banget, Rangga sudah melepas sepatunya dan sekarang dia sudah masuk ke sungai, dia mencuci mukanya dengan air sungai yang jernih dan sejuk itu, keyra ikut melepas sepatunya tapi dia tidak masuk ke sungai dia cuma duduk di atas batu besar sambil menatap kagum air terjun di depannya.
"suka?" Rangga memeluknya dari belakang meletakkan dagunya di bahu Keyra, Keyra mengangguk
"indah banget Rangga, kok kamu bisa tau tempat seperti ini?" Keyra menoleh, karena wajah mereka berdekatan saat menoleh itu Rangga mencium pipi Keyra yang langsung berubah warna karena tersipu.
Rangga tersenyum melihat reaksi Keyra yang merona malu, dia melepaskan pelukannya dan duduk di samping Keyra.
"apa sih yang aku nggak tau pacar" sombong Rangga yang disambut cibiran Keyra
"aku tau, makanya kamu ku ajak kesini biar pengalaman" celetuk Rangga sambil menggulung celana panjangnya sampai batas lutut dan kembali masuk ke sungai
"he eh hidupku membosankan hanya sebatas rumah, sekolah, tempat les, mall kadang kadang, orang tuaku terlalu sibuk" kali ini Keyra mulai memasukkan kakinya ke sungai
__ADS_1
"jadi hidupmu lebih berwarna setelah bersamaku kan?" Rangga mengerlingkan mata menggoda ke arah Keyra
"iya iya, puas?" Keyra menjawab dengan cemberut tidak terima Rangga terus menyombongkan dirinya
"ayo turun ke sungai, jauh jauh kesini cuma duduk di batu" Rangga mengulurkan tangannya ke arah Keyra, Keyra berdiri menyambut tangan Rangga dan berjalan hati hati ke arah Rangga, Rangga tertawa melihat ekspresi hati hati keyra terlihat sekali keyra tidak pernah bersentuhan dengan alam terbuka.
Setelah Keyra sampai di dekat Rangga tiba tiba Rangga memeluknya erat membuat Keyra terkejut dan memberontak, Rangga mengeratkan pelukannya
"jangan takut, aku cuma mau peluk kamu sedikit lama saja, janji nggak lebih" mendengar bisikan Rangga, Keyra berhenti berontak dia membiarkan Rangga memeluknya, mata Keyra menjadi basah entah kenapa hatinya begitu hangat seumur hidupnya selama 15 tahun belum pernah ada orang yang begitu peduli dan menyanyanginya seperti Rangga bahkan orang tuanya yang setiap kali marah kepadanya selalu mengatas namakan rasa sayang mereka pada Keyra, Keyra tidak pernah merasa benar benar disayangi oleh orang tuanya, Keyra merasa orang tuanya lebih peduli dengan omongan orang dan status sosial mereka dibanding peduli dengan perasaan Keyra. Merasa dadanya basah oleh air mata Keyra Rangga mengurai pelukannya
"kenapa menangis pacar?" tanya Rangga khawatir dia takut Keyra menangis karena marah dia memeluknya
"terima kasih sudah membuat hidupku lebih berwarna" isak Keyra lirih, hidungnya masih memerah karena menangis
__ADS_1
"kembali kasih sayang" Rangga tertawa lega sambil kembali memeluk Keyra sebentar kemudian mengajak Keyra menyusuri sungai mendekati air terjun.