MENUNGGU SENJA BERSAMAMU

MENUNGGU SENJA BERSAMAMU
Bertunangan minggu depan


__ADS_3

Bertunangan? Kata kata ibunya menghantam tepat di hati keyra, begitu banyak pertanyaan yang melintas di benak keyra, bertunangan dengan siapa? Bagaimana dengan Rangga? Bukankah Rangga berencana segera menikahinya? Tetapi begitu banyak pertanyaan di benaknya masih terkalahkan dengan kekhawatirannya pada kondisi sang ayah, bagaimana bisa ibunya memaksa dia bertunangan saat ayahnya sakit seperti ini? Tanya keyra dalam hati tidak mengerti akan sikap ibunya


"Ibu, tidak bisakah aku bertunangan setelah ayah sembuh? Aku ingin merawat ayah" akhirnya keyra memberanikan diri untuk bertanya pada ibunya


"Ini sudah diputuskan! Kau akan mengulur waktu untuk menggagalkan pertunangan ini? Atau kau ingin cuti kuliah dengan alasan ingin merawat ayahmu tapi sebenarnya itu adalah caramu agar makin dekat dengan Rangga?" jawab ibunya dengan suara yang makin dingin dan sinis


"Kenapa ibu selalu berprasangka buruk padaku? Aku benar benar ingin melihat ayah sembuh, bagaimana bisa aku bertunangan pada saat ayah sakit seperti ini?" keyra berusaha membela diri, sangat jarang bagi keyra untuk menjawab ibunya dengan kata kata yang banyak tapi kali ini keyra merasa ibunya sedikit keterlaluan


"Tidak cuma kamu yang ingin ayahmu sembuh, kami semua yang disini juga ingin ayahmu sembuh, jangan lupa ayahmu sakit seperti ini karena kamu yang tidak bisa diatur orang tua" ibunya kembali mengingatkan kesalahan keyra, sepertinya hal itu menjadi senjata andalan sang ibu untuk semakin menekan keyra saat ini


"Turuti saja ibumu kak, itu yang terbaik buatmu" ujar ayahnya dengan kesusahan, keyra menghela nafas panjang memandang sedih ke arah ayahnya kemudian memandang ibunya bergantian


"Baiklah aku mau bertunangan minggu depan" kata keyra dengan menunduk menyerah kalah demi ayahnya, Nadin melihat kakaknya dengan sedih dia yang sudah menangis dan hendak mengucapkan protes untuk membela keyra seperti biasanya tapi ditahannya setelah melihat kode dari keyra yang menyuruhnya diam.


"Kamu tidak ingin tau siapa tunanganmu?" tanya pamannya lembut, keyra hanya menggeleng, tidak perlu tau dengan siapa dia akan bertunangan, yang dia tau sekali lagi dia harus menjalani hidupnya sesuai garis yang dibuat orang tuanya dan dia tidak punya hak berpendapat sedikitpun


"Kamu akan bertunangan tepat seminggu dari hari ini, dia anak dari kerabat ayah yang menjadi pemilik bank swasta terkenal, anaknya yang akan bertunangan denganmu baru saja lulus kuliah bulan lalu dan dia akan bekerja di bank milik ayahnya dengan posisi sebagai direktur cabang jogja tiga hari setelah kalian bertunangan, besok bersiaplah dia akan datang menemuimu dan selama beberapa hari ke depan kalian akan menyiapkan persiapan pertunangan kalian bersama, bersikap baiklah padanya jika kau ingin ayahmu cepat sembuh" ibunya menerangkan detail pertunangan keyra yang direspon dengan anggukan dari ayahnya, dan keyra hanya bisa pasrah, dia kembali kalah mempertahankan kebahagiaan hidupnya sendiri.

__ADS_1


Keyra mematuhi perintah ibunya untuk pulang, sesampainya di dalam kamarnya keyra merebahkan dirinya di kasur sambil mengecek ponselnya ada pesan dari Rangga


Gimana keadaan ayahmu sayang? Kok nggak kasih kabar ke aku kalau kamu udah nyampe atau belum?


Ah iya aku lupa memberi kabar ke Rangga kalau aku sudah sampai di kota ini dari dua jam yang lalu, lalu keyra teringat akan pertunangan nya, dia menghela nafas berat dan memutuskan untuk memberi tahu Rangga yang sebenarnya


Maaf Rangga aku lupa kasih kabar, kondisi ayah buruk. Ranggaa aku menyerah aku akan bertunangan minggu depan, maafkan aku


Keyra menulis pesan kepada Rangga dengan menangis, tak berapa lama setelah pesannya terkirim rangga menelponnya tapi keyra mengacuhkannya, keyra merasa tidak sanggup berbicara dengan Rangga sekarang ini


sayang tolong terima telponku, kita harus bicara, kalau kamu tidak mau aku akan datang ke tempatmu


"Halo sayang, akhirnya kamu terima telponku"


"Maafkan aku Rangga, aku menyerah kondisi ayah buruk"


"Aku mengerti, apa kamu akan balik ke jogja lagi?"

__ADS_1


"Iya setelah bertunangan aku disuruh ibu kembali ke jogja"


"Oke, aku akan menemuimu di jogja, jangan menangis lagi sayang"


Belum sempat keyra menjawab telponnya sudah ditutup oleh Rangga, keyra tertegun bingung Rangga memaksanya bahkan sedikit mengancamnya untuk menerima telponnya hanya untuk mengatakan kalau dia akan menemuinya di jogja, tapi untuk apa lagi menemuinya, dia sudah menjadi tunangan orang lain ketika kembali di jogja nanti


Keyra terbangun dari tidurnya jam delapan malam, rupanya dia tertidur setelah capek menangis tadi sore.


Keyra bergegas mandi dan bersiap pergi ke rumah sakit, dia ingin menjaga ayahnya malam ini.


Sampai di rumah sakit sudah jam setengah sepuluh malam, setelah menyuruh Juna pulang, keyra mulai merapikan kamar rawat ayahnya setelah itu dia duduk di samping ayahnya sambil melihat lihat ponselnya


Tidur yang nyenyak sayang, jangan banyak berpikir, jangan menangis lagi, mimpikan aku ya....


Keyra tersenyum membaca pesan dari Rangga, bahkan Rangga pun tetap mengirim pesan selamat malam padanya seperti biasanya, hati keyra menghangat sekaligus pedih membaca pesan itu, bagaimana rasanya aku hidup tanpa Rangga, tanya keyra pada dirinya sendiri di dalam hati sambil tersenyum kecut.


"Kenapa senyum sendiri?" tanya ayahnya masih dengan suara yang tidak jelas, keyra kaget entah dari kapan ayahnya bangun dan memperhatikannya, keyra tidak ingin ayahnya merasa curiga kalau dia sedang membaca pesan dari Rangga

__ADS_1


"Dari teman kost ayah, dia menceritakan hal lucu yang terjadi di kost" jawab keyra bohong, ayahnya hanya mengangguk dan kembali menutup matanya, keyra menghela nafas lega.


__ADS_2