
Besok adalah hari pertunangan keyra dan Devano, setelah seharian berkeliling mengambil baju pesanan mereka dari butik, mengambil cincin pertunangan dan membeli perlengkapan lainnya mereka mampir ke sebuah restoran untuk makan siang meskipun ini sudah hampir jam tiga
Saat Devano masih sibuk memilih menu makanan, keyra melihat dua orang cowok masuk ke restoran itu dan salah satunya dia kenal baik, ya itu Rangga
Rangga yang datang bersama temannya juga terkejut melihat keyra, pandangannya melembut dan tersenyum ke arah keyra tapi keyra buru buru menundukkan kepalanya menghindari tatapan Rangga
Rangga memilih tempat duduk yang tidak begitu jauh dari tempat keyra dan Devano, setelah menyuruh temannya memesan makanan Rangga tampak sibuk menulis pesan dari ponselnya
Nggak nyangka ketemu kamu disini sayang, seperti biasa kamu selalu cantik, aku rindu dan juga cemburu
Keyra membaca pesan dari Rangga, dia lebih sering menunduk tidak ingin melihat Rangga
Saat makan siang seperti biasa Devano yang lebih banyak bercerita sedangkan keyra hanya mendengarkan dengan sesekali tersenyum sopan
"Aku nggak sabar nunggu acara besok key pasti acara pertunangan kita akan jadi acara yang luar biasa, lusa kita pergi ke jogja bareng aku pengen lihat kostnya tunanganku" Devano berbicara sambil asyik memakan makananya sedangkan keyra hanya tersenyum dan mengangguk seperti biasa dia hanya makan sedikit, akhir akhir ini dia sangat tidak berselera untuk makan
"Eh iya key, gimana kalau kamu pindah kost, kamu pindah ke apartemenku yang di jogja saja, kita kan bertunangan yah itung itunh latihan menikah" usul Devano yang membuat keyra yang sedang minum jadi tersedak dan terdengar suara gelas pecah dari arah meja yang tak jauh dari meja mereka
Keyra dan Devano menoleh ke sumber suara gelas pecah, pelayan sudah datang untuk membersihkan pecahan gelas dan tampak Rangga meminta maaf atas kecerobohannya
Pasti Rangga mendengar perkataan Devano tadi, batin keyra sedih
"Dasar orang kampung nggak biasa lihat gelas bagus" gerutu Devano mengumpat Rangga, keyra menoleh dengan raut muka tidak suka mendengar ucapan Devano
"Jadi bagaimana menurut mu tentang pindah kost itu key" Devano kembali ke pertanyaan nya untuk mengalihkan pandangan tidak suka keyra terhadapnya
"Aku nggak bisa mas, ini tahun terakhirku kuliah, aku sangat sibuk jadi tidak bisa tinggal jauh dari kampus" jawab keyra seadanya
Devano mengangguk dengan raut wajah kecewa, segera menghabiskan minumannya dan pergi membayar di kasir
__ADS_1
Ketika di tengah perjalanan pulang tiba tiba mobil Devano dicegat oleh sepeda montor yang dikendarai oleh dua orang pria bertubuh besar penuh tato
Mereka berdua membuka pintu keyra dan menyeretnya keluar, salah seorang dari mereka mendekap keyra dari belakang dengan lengan besarnya berada di leher keyra membuat keyra susah untuk bernapas sedangkan tangan satunya memegang pisau
"Keluar!!! Serahkan mobilmu pada kami!!
Teriak seorang lagi pada Devano tapi Devano diam tidak bergeming, wajahnya tampak ketakutan tapi tidak mungkin dia akan menyerahkan mobil mewahnya begitu saja
"Hei keluar!!! Atau pacarmu ini akan mati" ancam pria itu lagi sambil mendekatkan pisau ke leher keyra
Keyra sudah pasrah bahkan dia tidak tampak menangis ketakutan, dia melihat Devano sama sekali tidak ada keinginan untuk menolongnya, entahlah dia sibuk dengan ketakutannya sendiri atau benar benar lebih memilih mempertahankan mobilnya dibandingkan dengan menyelamatkan keyra
Melihat Devano yang masih diam saja pria itu makin marah dan kini pisau yang dibawanya sudah menempel di leher indah keyra
Dari arah belakang tubuh pria itu tertarik dan membuat lengannya yang melingkari leher keyra jadi terlepas dan pisau yang dia pegangpun terlempar
Tidak butuh waktu lama untuk Rangga dan temannya membuat dua pria jahat itu pergi ketakutan
"Kamu tidak apa apa?" tanya Rangga khawatir sambil memeriksa leher keyra yang jadi merah karena terlalu kencang dibekap pria tadi
"Iya aku tidak apa apa" jawab keyra dengan lega karena Rangga datang menyelamatkannya
"Jangan dekat dekat dengan tunanganku!!"hardik Devano yang sudah berdiri di samping keyra
Rangga menatap Devano dingin, mendekatinya kemudian memukul wajah Devano dengan keras hingga ujung bibir Devano berdarah
"Jangan!" pekik keyra cemas,
"Tolong pergilah" keyra menatap memohon pada Rangga
__ADS_1
Tatapan Rangga berubah gelap, menghela nafas berat dan kemudian berbalik pergi
"Dasar brengsek!!" umpat Devano ke arah Rangga yang sudah berjalan menjauh sambil menutup ujung bibirnya yang berdarah dengan saputangan
"Sudah, ayo kita pulang mas nanti lukamu aku obati" ajak keyra dingin sambil kembali masuk ke mobil
"Kamu tidak apa apa kan key? Tadi bukannya aku tidak mau menolongmu tapi aku masih memikirkan strategi bagaimana caranya mengalahkan dua orang itu sementara aku sendirian" ujar Devano membela diri
"Iya, ayo kita pulang" jawab keyra seadanya, sepertinya dia mulai mengenal calon tunangannya ini, selain gemar menyombongkan diri, anak manja yang tidak tahan bau rumah sakit, selalu egois hanya memikirkan apa yang dia suka dan sekarang keyra juga tahu kalau calon tunangannya ini juga seorang pengecut yang bahkan tidak mampu melindunginya, ah kenapa pria macam ini yang disiapkan orang tuanya untuk jadi suaminya kelak pikir keyra heran dalam hatinya
Pertunangan keyra berlangsung pada siang hari esoknya, berlangsung mewah banyak orang orang penting yang hadir, kedua keluarga masing masing membanggakan diri dan saling menunjukkan betapa tingginya status sosial mereka
Ayah keyra tampak bersemangat dan sehat, kini ayah keyra tampak jauh lebih sehat bicaranya sudah lancar, gerakan separuh badannya yang tadinya mati rasa sudah mulai dapat digerakkan walaupun masih sangat pelan, ayahnya berkeliling menyapa para tamu dengan kursi rodanya yang di dorong Juna karena memang ayahnya belum bisa berjalan normal
Setelah semua selesai, keluarga keyra malam itu tidur lebih awal mungkin mereka terlalu letih dan bergembira dengan pesta pertunangan keyra tadi siang
Hanya keyra yang tidak bisa tidur, keyra duduk di kursi samping rumahnya dia tampak sedang asyik menatap ponselnya sambil terus menerus tersenyum bahagia sesekali tangannya mengusap lembut layar ponselnya
Ayah keyra diam diam mengamati tingkah putrinya yang sama persis seperti yang dilihatnya saat keyra menjaganya tidur di rumah sakit
"Huk huk" keyra menoleh ke arah suara batuk ayahnya yang sudah ada di depannya duduk di atas kursi rodanya
"Ayah? Kok belum tidur?" tanya keyra lembut ke ayahnya
"Ayah terbangun haus ingin minum tapi melihatmu disini sendiri jadi ayah menghampirimu" jawab ayahnya tersenyum sayang pada keyra
"Oh ayah haus? Sebentar key ambilkan minum, ayah tunggu disini saja" keyra segera bangkit melangkah menuju dapur
Ayah keyra segera mengambil ponsel keyra yang ditinggalkan di atas meja, dibukanya apa yang dilihat keyra tadi ternyata ada banyak foto foto keyra bersama Rangga, di semua foto itu keyra tampak bahagia, ekspresi yang belum pernah dilihat ayahnya ketika keyra berada di tengah keluarganya bahkan ketika keyra berada di acara pertunangannya tadi siang
__ADS_1