
Setelah selesai makan mereka kembali di hotel, sesampainya di hotel ternyata ayah ibu mereka sudah tidur
"Kak kamu nginep di sini kan?" tanya Nadin
"Nginep sini aja kak, tidur ma Nadin biar aku yang di sofa, besok pagi aku anterin ke salon" kata Juna
"Ya udah kakak tidur sini tapi biar kakak yang di sofa aja, kamu capek nyetir tadi besok juga masih nyetir, kenapa nggak bawa sopir sih" keyra membuka lemari es dan mengambil minum
"Enakan nyetir sendiri kak, gue nggak apa apa tidur di sofa kok" Juna masih saja kekeh tidak mau masuk kamar
"Beneran gue aja yang tidur di sini, gue masih harus telpon orang dan nyelesein kerjaan dikit ntar Nadin terganggu, udah lu masuk kamar aja sana" keyra mendorong tubuh Juna agar berdiri dari sofa akhirnya Juna menuruti kakak nya dan masuk kamar
Setelah dirasa sepi, keyra mengeluarkan ponselnya dan mulai menelpon
"Hallo sayang"
"Masih apa? "
"Masih maen game bareng Nathan, gimana? Udah pulang dari malioboro?"
"Iya udah, ini aku tidur di hotel, besok pagi ke salon dianterin Juna"
"Aku yang anterin aja, besok aku jemput di depan hotel, Kamu bilang aja mau naik taksi gitu, aku kangen nih"
"Ya udah kalau gitu, besok pagi ya.... Bangunnya jangan kesiangan"
"Siap nona cantiiiikk"
Keyra tersenyum sambil menutup panggilannya, dia merebahkan dirinya di sofa kemudian melihat lihat kembali foto foto dia, Rangga dan teman temannya waktu menginap di gunung kidul kemarin, sesekali keyra mengusap lembut layar ponselnya dengan tersenyum
Keyra tidak menyadari kalau ayahnya mengawasinya dari dalam kamar, sebenarnya ayahnya terbangun waktu anak anaknya kembali dan mengamati keyra dari dalam kamar yang memang pintunya tidak tertutup, keyra tidak menyadari ayahnya terbangun karena lampu kamar memang dimatikan
Ayahnya keluar menghampiri keyra yang sudah tertidur di sofa masih dengan memegang ponselnya
Dengan hati hati ayahnya mengambil ponsel keyra dan membukanya, ayah keyra tertegun sebentar melihat foto foto di ponsel anaknya, menghela nafas berat dan meletakkan ponsel itu di meja
🌻🌻🌻🌻🌻
Keyra terbangun subuh karena bunyi alarm yang dipasangnya, keyra bangun dengan kaget mencari ponselnya yang berbunyi
Setelah mematikan bunyi alarmnya, keyra memeriksa ponselnya. Dia mengerutkan keningnya, dia ingat semalam dia tertidur waktu sedang melihat lihat foto di ponselnya tapi kenapa pagi ini ponselnya sudah berada di atas meja dan sudah keluar dari galeri fotonya
Keyra menggaruk rambutnya yang tidak gatal sambil merasa cemas, apakah ada orang lain yang melihat foto foto di ponselnya
Karena bingung tidak menemukan petunjuk apapun, keyra bergegas mandi dan sholat subuh
__ADS_1
Setelah selesai bersiap siap keyra menulis pesan yang diletakkannya di nakas dekat kasur Juna, memberitahunya kalau keyra akan pergi ke salon dengan taksi
Keyra segera turun karena Rangga sudah menunggu di jalan depan hotel, keyra sengaja tidak membangunkan siapapun untuk berpamitan takut ada yang mencurigainya
Begitu masuk mobil, Rangga langsung menciumnya "Rangga nanti ada yang lihat" keyra mendorong tubuh Rangga
"Masih sepi sayang, subuh gini yang lewat cuma tukang sapu jalan, aku kangen" Rangga cengengesan sambil mengacak rambut keyra
"Kok kita berhenti lagi? Ranggaaa jangan aneh aneh ya?" keyra heran Rangga menghentikan mobilnya di pinggir jalan
"Kita sarapan bubur dulu sayang, ntar kalau kamu sudah make up makannya susah" jawab Rangga sambil menunjuk warung bubur di seberang jalan
"Oohh kirain.... " jawab keyra malu dengan wajah tersipu
"Ngeres aja sih pikirannya" cibir Rangga sambil melepas sabuk pengamannya kemudian melepaskan sabuk pengaman keyra
"Ih biasanya juga kamu yang ngeres" keyra membela dirinya sambil cemberut yang langsung dikecup Rangga, keyra kaget membulatkan matanya, Rangga hanya tertawa sambil keluar dari mobil kemudian membukakan pintu untuk keyra
"Rangga, kamu tau adik adikku sudah berubah" kata keyra sambil menunggu pesanan bubur mereka
"Maksudnya berubah?" Rangga merengkuh bahu keyra ke dalam pelukannya
"Tadi malam mereka menyarankan aku untuk memutuskan pertunanganku, mereka akan mendukungku" keyra menceritakan pada Rangga dengan wajah gembira
Pesanan bubur mereka datang, keyra mulai mengaduk buburnya dan mengipasi biar tidak terlalu panas
"Suapin ya sayang, tanganku sibuk" Rangga mengerling penuh arti tapi keyra tidak tau apa yang dimaksud
"Tanganmu sibuk apa?" tanya keyra heran
"Ini sibuk peluk kamu" jawab Rangga cengengesan
"Hhhh.... Kemarin aku peluk kamu terus, kamunya protes, sekarang kamu yang peluk peluk aku terus" sindir keyra sambil menyendokkan bubur untuk Rangga
Rangga menerima suapan keyra "iya nih sekarang aku yang kangen banget" jawab Rangga sambil mengunyah makananya tanpa melepaskan pelukannya ke keyra
"Sayang"
"Iya"
"Kalau kita bisa mengatasi pertunanganmu lebih cepat, jangan pergi menerima pekerjaan dari profersor Rendra ya"
Keyra menoleh memandang Rangga sebentar kemudian mengangguk sambil tersenyum
"Iya pasti, itu hanya rencana kedua kalau sudah tidak ada jalan lain untuk membatalkan pertunanganku" jawab keyra sambil gantian menyuapi dirinya sendiri
__ADS_1
Rangga tampak tersenyum lega, dia membelai lembut rambut keyra
Setelah selesai makan, mereka meneruskan perjalanan menuju salon yang sudah dipesan keyra
"Boleh nggak aku nunggu di mobil saja, aku masih ngantuk mau tidur di mobil saja"pinta Rangga ketika mereka sudah sampai di depan salon
"Iya nggak apa apa, kalau kamu nunggu di dalam pasti akan bosan, aku turun dulu ya" pamit keyra segera masuk ke dalam salon dan Rangga pun tidur
Satu setengah jam kemudian keyra sudah keluar dari salon dengan sanggul jawa dan memakai kebaya serta toga, keyra mengetuk jendela mobil Rangga
Rangga terbangun mendengar ketukan di jendela kemudian membukakan pintu untuk keyra
"Sumpah sayang kamu cantik banget" puji Rangga yang tidak lepas memandang keyra
"Nggak usah pake sumpah segala, aku udah biasa cantik kok" jawab keyra terkekeh
"Iya tapi ini lebih cantik kayak pengantin" Rangga menyentil ujung hidung keyra
"Rangga, kamu tidak bisa mengantarku sampai depan kampus ntar ketauan" kata keyra mengingatkan
"Terus gimana dong kita?" tanya Rangga
"Ntar kalau dah mau nyampe aku pindah ke taksi aja, gimana?" usul keyra
"Tidak, kamu pake kebaya gini ribet naik taksi, lagian kasian banget orang mau wisuda berangkat sendiri pake taksi pula" Rangga menolak usul keyra dan tampak berpikir
"Atau kita samperin Nathan aja biar Nathan yang nyetir ntar aku ngumpet di kursi belakang jadi kalau keluargamu lihat taunya diantar Nathan" usul Rangga
Keyra agak bimbang mempertimbangkan usul Rangga masalahnya adalah Nathan seorang cowok dan pasti akan jadi banyak pertanyaan ketika dia di antar oleh cowok
Ketika sedang sibuk berpikir tiba tiba ponselnya berdering, dari Laras "ah kebetulan sepertinya ada solusi nih" senyum keyra penuh arti, Rangga memperhatikan dengan bingung
"Hallo key udah nyampe kampus belum lu?"
"Gue baru aja keluar dari salon, lu dimana?"
"Gue masih di kost, ini mau berangkat ke sana bareng Wulan dan Norma"
"Eh kebetulan gue nebeng ya, gue ini ke salon dianterin Rangga tapi nggak mungkin kan Rangga nganterin sampai kampus ntar ketauan"
"Oohh ya udah gue jemput di salon ya"
"Iya deh makasih ya gaes, muach"
Keyra menurut telpon nya dengan lega disambut senyuman Rangga
__ADS_1