MENUNGGU SENJA BERSAMAMU

MENUNGGU SENJA BERSAMAMU
kita lihat hasilnya


__ADS_3

Ketika Norma dan Keyra sampai di meja makan yang lainnya sudah berkumpul, Valea mendekati mamanya dan mulai mengadu


"mama, Ricko curang dia mengajak lomba memanjat pohon yang paling tinggi akan jadi pemenangnya, Valea kan perempuan jadi tidak bisa memanjat pohon setinggi dia jadi dia yang menang"


Keyra tersenyum geli mendengar perkataan putrinya sedangkan Norma langsung mendekati Ricko dan menjewer telinga putranya itu


"kenapa main memanjat pohon, kalau kalian jatuh bagaimana?" tegur Norma


Ricko meringis, "Valea selalu begitu ma, jika dia kalah dia akan menangis dan menyebut ku curang, sangat menyebalkan" gerutu Ricko


"tapi seharusnya kita bermain yang bisa dimainkan anak laki laki dan perempuan Kak" celetuk Ricky


"akan aku adukan Ricko pada papaku" teriak Valea marah


Mendengar perkataan Valea, Nathan melirik ke arah Keyra yang raut wajahnya berubah muram


"besok lagi jika Ricko menindasmu, kau bisa adukan ke om Nathan dan om janji akan menghukum Ricko dengan keras" Natha berusaha menenangkan Valea


"benarkah? om Nathan harus menghukum Ricko sampai dia menangis" mata Valea berbinar senang ketika mengajukan permintaannya pada Nathan


"aku tidak cengeng sepertimu" Ricko menggerutu marah


Keyra mendudukkan Valea di sampingnya dan berbicara menghadap putrinya, "Valea juga tidak boleh cengeng karena teman temanmu tidak akan mau bermain lagi dengan anak yang menyebalkan"


"benarkah? apakah nanti Ricky juga tidak mau bermain denganku lagi?" tanya Valea menatap mamanya kemudian berbalik menatap Ricky dengan sedih


"benar, tidak ada orang yang suka bermain dengan anak cengeng dan menyebalkan" jawab Keyra masih menahan senyumnya


"baiklah aku tidak akan mudah menangis lagi sekarang, maafkan aku Ricko" Valea turun dari kursinya dan menjulurkan tangannya ke arah Ricko


"Ricko!!! anak yang baik harus mau saling memaafkan" tegur Nathan, dengan enggan Ricko juga mengulurkan tangan ke arah Valea dan mereka bersalaman


Valea tersenyum manis kepada Ricko yang masih saja cemberut kemudian mendekati Ricky, "Ricky aku tidak akan mudah menangis lagi, kamu masih mau berteman denganku kan?"


"tentu saja, kita akan selalu berteman Valea" Ricky menganggukkan kepalanya dengan penuh semangat


"Ricky memang teman yang terbaik" Valea tersenyum senang mendengarnya dan kembali duduk di samping mamanya


"nah karena semua sudah berdamai, ayo sekarang kita mulai makan" kata Andrew penuh kebahagiaan

__ADS_1


Setelah selesai makan, Valea dan si kembar segera turun dari kursi mereka hendak kembali bermain, tetapi Keyra mencegahnya


"hari sudah panas, kalian jangan bermain di luar rumah lagi ya" kata Keyra pada anak anak itu


"yah kita main apa dong?" tanya Ricky


"ayo main di kamarku saja" ajak Valea


"tidak! aku tidak mau main boneka" sahut Ricko ketus


"apa kau punya mainan selain boneka dan masak masakan?" Ricky menoleh ke arah Valea


Valea tampak berpikir sejenak dan teringat sesuatu, "tadi pagi om Jaka membelikan ku banyak puzzle, kita main itu saja"


"aku mau menyusun puzzle" Ricko mengangguk dengan penuh semangat


"baiklah, ayo ke kamarku" ajak Valea berlari menuju kamarnya


para orang dewasa yang ada di sana hanya tersenyum melihat tingkah anak anak itu


"key, ada yang Nathan ingin sampaikan padamu tentang pekerjaan" Norma menepuk bahu Keyra


"tidak Key, bisakah kita bicara di ruang kerja Rangga, ini hal penting" jawab Nathan agak sungkan dengan tatapan Jaka padanya


"ayolah Nathan ini hari sabtu dan kau masih saja bekerja, kasian Keyra biarkan dia istirahat" celetuk Jaka


Keyra melambaikan tangannya ke arah Jaka, "tidak apa kak, ini pasti penting, ayo Nathan Norma kita ke ruang kerja Rangga"


"biar aku disini saja ngobrol dengan mommy, kalian bicaralah berdua" jawab Norma


Keyra dan Nathan pergi ke ruang kerja Rangga, sedangkan Jaka menatap mereka dengan tidak nyaman


"kau tidak perlu khawatir, Nathan tidak akan membebani Keyra terlalu banyak pekerjaan, Nathan sangat menjaga Keyra" kata Andrew melihat ketidaksukaan di mata Jaka


"aku hanya khawatir om, tadi waktu di taman Keyra memisahkan diri dari kami, dan aku menemukannya sedang duduk tertunduk sambil menangis" cerita Jaka


"keyra menangis? Norma tadi Keyra mengajakmu ke kamarnya, apa dia cerita sesuatu?" tanya mommy Gendis dengan khawatir


"hmm eh itu mom, tadi Keyra hanya sedih melihat di taman banyak keluarga yang pergi bersama, Key jadi ingat Rangga" jawab Norma sekenanya

__ADS_1


"ah anak itu, selalu saja seperti itu" gumam Andrew


"kita tidak bisa salahkan Keyra, dad! bagaimanapun juga wajar dia rindu suaminya" bela mommy Gendis


"iya aku tau, aku juga tidak menyalahkan nya, hanya saja aku ingin dia tidak menghabiskan hidupnya untuk menangisi kepergian Rangga, aku ingin dia punya keluarga baru lagi, ada suami yang menyayangi dan melindungi Keyra dan Valea"


Norma hanya mengangguk saja mendengar ucapan daddy Andrew, sedangkan mommy Gendis berulangkali menghela nafas panjang


Sementara itu di ruang kerja Rangga, Nathan menyerahkan sebuah dokumen kepada Keyra


"ini adalah draft kerjasama yang disusun pihak perusahaan Wulan untuk bekerjasama dengan Crown bank, Key"


Keyra mengambil dokumen itu dan membacanya dengan teliti, "dalam draft ini tidak ada poin yang akan merugikan kita, justru sebaliknya jika mereka gagal melunasi pinjamannya dalam waktu tiga bulan maka mereka yang akan mengalami banyak kerugian"


"iya betul, tampaknya mereka berambisi sekali menggarap proyek di kepulauan utara itu sehingga mereka mengajukan hutang yang menurutku sedikit tidak realistis dengan kemampuan perusahaan mereka" Nathan melingkari beberapa poin yang memberatkan perusahaan Wulan


"key" panggil Nathan ragu ragu


"iya, aku setuju dengan draft itu Nat" jawab Keyra mengangguk


"bukan itu, maksudku ketika pertama kali aku membaca draft kerjasama ini.....aku merasa ini dibuat oleh Rangga, aku kenal gaya dia menyusun sebuah draft kerjasama, apalagi jika dia berniat untuk menghancurkan atau mengakuisisi sebuah perusahaan" Nathan berbicara dengan pelan seperti takut melukai hati Keyra


Keyra menghela nafas panjangnya, dia kembali teringat pertemuannya dengan Rangga pagi tadi, rasa marah dan kecewa pada suaminya segera muncul lagi di hatinya


"kita sudah sepakat, ikuti saja permainan Putra, jika memang Putra adalah Rangga kita lihat apakah dia akan pulang setelah kita membantunya" jawaban Keyra terdengar sinis dan marah, hal itu sangat mengejutkan Nathan


"kau meragukan Rangga, Key?" tanya Nathan sedih


Keyra tersenyum sinis, "selama ini kita merindukannya dan mengkhawatirkannya, bagaimana jika sebenarnya dia selama ini baik baik saja dan memang tidak ingin pulang?"


"key? kita berdua mengenal Rangga dengan baik, tidak mungkin Rangga seperti itu, kau adalah hidupnya" sergah Nathan sedikit emosi


Keyra hanya tersenyum pahit, dia menyodorkan kembali dokumen itu pada Nathan, "aku setuju dengan draft ini suruh direktur Crown bank untuk melanjutkan kerjasama nya dengan perusahaan Wulan, mari kita lihat bersama hasilnya"


Nathan menatap Keyra dengan sedih, dengan pasrah dia menyimpan kembali dokumen itu, "aku harap kau tetap optimis Key, yakinlah Kau tetap prioritas hidup Rangga, dia pasti kembali"


Keyra hanya mengangguk mendengar perkataan Nathan walaupun kini hatinya ragu dengan kebenaran ucapan Nathan


Setelah mengucapkan kata katanya Nathan pun keluar dari ruang kerja Rangga

__ADS_1


__ADS_2