MENUNGGU SENJA BERSAMAMU

MENUNGGU SENJA BERSAMAMU
Terhimpit beban


__ADS_3

Mereka menghabiskan sore dengan bermain di pantai dan baru kembali setelah melihat matahari terbenam


Setelah makan malam mereka berkumpul di teras kamar, Nathan dan Nico memainkan gitar sedang yang lain bernyanyi, mereka saling meledek dan tertawa


Ketika hidup makin larut para cowok masuk kamar untuk tidur sedangkan para gadis melanjutkan cerita mereka di dalam kamar nyaris hampir pagi, mereka tertawa dan saling curhat, keyra menangis terharu disusul oleh ketiga sahabatnya, mereka saling menghibur dan berjanji akan terus saling membantu


Pagi harinya jam lima, keyra yang baru saja selesai sholat subuh berniat untuk pergi tidur lagi menyusul teman temannya yang belum bangun tapi ponselnya berbunyi, telpon dari Rangga


"Sayang mau lihat matahari terbit nggak?"


"Iya mau, sebentar aku keluar"


"Oke, aku tunggu di depan kamarmu"


Keyra memakai jaketnya kemudian keluar kamar, dilihatnya Rangga sudah duduk di teras kamarnya


Berjalan berdua dengan saling memeluk menuju ke arah pantai ke tempat biasa mereka duduk untuk melihat matahari terbit


"Senang nggak?" tanya Rangga yang duduk di belakang keyra sambil memeluknya dari belakang meletakkan dagunya di pundak keyra


Keyra mengangguk, "kita baru tidur jam setengah empat tadi" keyra menguap dan menyenderkan kepalanya ke Rangga


"Pantesan masih ngantuk, baru tidur satu jam, kenapa nggak bilang tadi?" Rangga menyentil ujung hidung keyra


"Ngantuk tapi pengen liat matahari terbit sama kamu" jawab keyra manja


Berbincang ringan sambil tetap saling berpelukan, sampai matahari sudah benar benar keluar.


Rangga dan keyra sarapan bubur ayam dulu sebelum kembali ke kamar, keyra kembali tidur menyusul para sahabatnya

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻🌻


Setelah para cowok selesai melaksanakan sholat jumat, mereka makan siang bersama dan berkemas pulang


Mereka pulang dengan formasi mobil seperti mereka datang. Nathan dengan Nico, Ivan dan para gadis pulang dengan mobil Laras


Sedangkan Rangga dan keyra pulang paling akhir, keyra menyelesaikan pembayarannya dulu dan meminta Rangga untuk menyetir pelan biar waktu mereka bersama bisa lebih lama


Keyra terlihat gelisah sesekali dia melirik ke arah Rangga kemudian membuang muka seperti menahan tangis


"Kenapa sayang?" tanya Rangga lembut yang dari tadi mengamati tingkah keyra yang sering curi pandang menatapnya


"Rangga jika besok aku tidak punya kesempatan untuk menemuimu.... " keyra tidak sanggup meneruskan kalimatnya


"Aku akan baik baik saja, aku cukup puas melihatmu dari jauh, pastikan kamu selalu memberi kabar padaku oke?" tanpa keyra menyelesaikan kalimatnya, Rangga sudah paham apa yang dimaksud keyra


"Aku.... " benar benar merasa bersalah kamu datang di wisudaku tapi aku tidak bisa menyapamu, keyra hanya meneruskan kata katanya di dalam hati


Rangga mengantar keyra sampai depan kostnya tapi keyra melarangnya untuk turun


"Berjanjilah untuk terus menghubungiku, oke?" Rangga kembali memastikan permintaanya yang akhir akhir ini sering dia ingatkan pada keyra


Keyra mengangguk dan memeluk Rangga sambil terisak isak, Rangga berulangkali mencium ujung kepala keyra dengan sayang, dia sendiri tampak enggan melepas keyra karena dia sendiri sesungguhnya tidak bisa memastikan apa yang akan terjadi esok hari


🌻🌻🌻🌻🌻


Sore harinya setelah mandi, keyra masuk ke kamar Laras untuk berpamitan


"Aku akan pergi ke hotel tempat keluargaku menginap ya" pamit Laras dengan wajah muram

__ADS_1


Laras tau sahabatnya itu dalam suasana hati yang buruk, keyra selalu seperti itu jika di dekat keluarganya bahkan di hari yang seharusnya dia berbahagia, besok dia akan di wisuda sebagai lulusan termuda dengan IPK tertinggi dari fakultas Akuntansi tapi itu semua dikalahkan oleh kesedihannya


"Kamu menginap di hotel itu malam ini?" tanya Laras merasa kasihan melihat sahabatnya itu


"Entahlah, aku sih inginnya pulang ke kost saja, lihat situasi nanti" jawab keyra gamang


Laras memeluk erat sahabatnya, dan seketika tangis keyra kembali pecah


"Aku selalu berdoa agar kamu baik baik saja, ingatlah kami selalu siap membantumu, semoga kamu segera berbahagia bersama Rangga" ucap Laras yang ikut menangis sambil menepuk nepuk bahu keyra


Keyra hanya mengangguk dan mengucapkan terima kasih kemudian dia segera pergi dengan taksi yang sudah dipesannya


Keyra menyebutkan nama hotel yang ditujunya namun dia meminta sopir taksi untuk lewat jalan memutar yang lebih jauh dan memintanya juga untuk menyetir pelan


Keyra ingin menikmati kota jogja yang mungkin ini untuk terakhir kalinya, dia juga ingin mengulur waktu untuk bertemu keluarganya


Untuk gadis lain saat ini adalah saat istimewa mereka tapi tidak untuk keyra, dia merasa ini adalah saat terakhir di mana kebebasannya akan segera terenggut kembali, dia bahkan tidak tau udara macam apa yang akan dihirupnya dan kehidupan seperti apa yang akan dijalaninya setelah hari wisudanya


Dadanya terasa sesak oleh beban berat yang tidak mampu dia singkirkan, sungguh saat ini lari dan pergi ke tempat yang jauh bersama Rangga adalah satu satunya keinginannya tapi dia sadar dia tidak bisa egois memikirkan kebahagiaannya sendiri


Rangga adalah tulang punggung keluarganya dan kebanggaan orang tuanya, Rangga benar benar bekerja keras untuk memperbaiki ekonomi keluarganya


Keyra tidak akan sanggup untuk mengambil Rangga dari tengah keluarganya, membiarkan semua usaha yang dirintis Rangga selama ini hancur begitu saja


Rangga harus bahagia, keluarga Rangga juga harus bisa hidup lebih layak lagi itulah tekat keyra saat ini


Keyra cukup bersyukur Tuhan memberinya kesempatan untuk mengenal dan memiliki Rangga selama lima tahun ini


Tanpa Rangga, keyra bisa memastikan dirinya sudah hancur sejak lama, tidak akan pernah ada keyra seperti saat keyra di jogja, keyra yang begitu hangat dan suka tersenyum

__ADS_1


Tetapi keyra tidak ingin serakah memilik Rangga untuk dirinya sendiri, dia harus berusaha merelakannya mungkin untuk kehidupan yang lebih baik, dan semoga kehidupan yang lebih baik itu tetap bersama Rangga


__ADS_2