
Di dalam sebuah kamar yang gelap, seseorang baru sadar dari pingsannya, tubuhnya terasa sakit dan penuh luka, selang infus tertancap di telapak tangannya, kepalanya juga terasa sangat pusing
Untuk beberapa saat dia mencoba untuk mengingat apa yang terjadi, taksinya dihadang oleh sebuah Van berwarna hitam, dia dipaksa turun dan sempat melawan tujuh orang yang turun dari Van itu, karena kekuatan yang tidak berimbang salah seorang dari mereka berhasil menusukkan sebuah pisau ke perutnya dan akhirnya dia jatuh tidak sadarkan diri dan disinilah dia sekarang
Pintu kamar terbuka dan lampu dinyalakan terlihat dua orang yang sangat dikenalnya, mereka adalah Devano dan Wulan
"kau sudah sadar jagoan?" Devano mendekatinya memandang dengan penuh kebencian
"kau beruntung luka di perutmu tidak membuatmu mati, sebenarnya aku masih ingin menambah lukamu tapi sayang perempuan penggilamu ini memohon padaku untuk tidak terus menyiksamu" Devano menyeringai jahat
"sudahlah kita langsung saja ke tujuan awal kita kemari" sahut Wulan tidak sabar
"baiklah, kau pasti tidak tega melihat aku terus menghina jagoanmu ini" cibir Devano dan memberi kode pada Wulan untuk menyalakan laptop yang dibawanya
"kau ingin lihat bagaimana keadaan istrimu bukan? mantan tunangan ku yang cantik" seringai Devano
Rangga hanya diam, hanya menatap tajam ke arah Devano dan Wulan
Wulan menyalakan laptop dan terlihat adegan polisi datang memberitahu kecelakaan dirinya dan Keyra pingsan
adegan kedua saat keluarga keyra dan keluarganya datang serta ibunya yang menangis histeris, keyra yang lebih sering menangis tanpa suara
adegan ketiga ketika Nathan datang dan bersimpuh meminta maaf pada keyra sampai dengan Nathan membuat kecewa Keyra karena gagal menemukan nya
Air mata Rangga menetes ke pipinya yang penuh luka memar, terasa perih tapi lebih sakit rasa di hatinya melihat orang orang yang dicintainya menangisi nya mengira dirinya sudah meninggal
"kau menangis? dasar pecundang! tapi jangan khawatir aku akan menghiburmu dengan adegan terakhir" Devano tertawa memerintahkan Wulan untuk memutar lagi
__ADS_1
Adegan yang terakhir adalah saat Keyra diketahui hamil dan Keyra berjanji akan menjaga anaknya, rumah dan perusahaan Rangga
Tatapan Rangga berubah menjadi lembut dan penuh kekaguman pada istrinya, mulutnya menyunggingkan senyum tipis
"luar biasa mengharukan bukan? aku memang selalu tau mantan tunanganku itu wanita yang istimewa karena itu aku benci ketika dia memilihmu" wajah Devano berubah muram dengan tatapan penuh kebencian
"aku tidak akan bertele tele lagi, aku menawarkan kerjasama denganmu, karena umur yang kau dapatkan sekarang tidaklah gratis" Devano kembali mendekati Rangga
"aku tidak sudi" ucap Rangga lirih
Devano tertawa, "apa kau yakin tidak sudi? bagaimana jika ketidak sudianmu itu ditukar dengan keselamatan keyra cantik dan calon anakmu?"
Wajah Rangga menggelap menahan marah, "jangan dekati Keyra"
"jadi artinya kau mau bekerja sama dengan kami?" tanya Devano licik
"kerjasama apa?" tanya Rangga dingin
"hanya itu? aku setuju tapi jangan sakiti Keyra" jawab Rangga
"kau tenang saja, kau setuju bekerja sama maka aku akan melepaskan Keyra dari targetku karena targetku hanya memisahkan kalian, sejujurnya aku tidak pernah mencintai mantan tunangan ku itu, waktu itu aku hanya menjadikannya alat untuk pamer bahwa tunangan ku cantik" Devano tertawa keras membuat Rangga menatapnya jijik tetapi di dalam hatinya merasa lega setidaknya untuk saat ini Keyra dalam keadaan aman
Devano keluar dari kamar itu, sambil berteriak ke arah Wulan, "berbicaralah dengannya, aku tau kau terobsesi padanya"
Wulan mendekati Rangga dengan senyum yang dibuat semanis mungkin, "apakah tubuhmu terasa sakit Rangga?" tanyanya dengan lembut
Rangga tidak menjawabnya, dia memalingkan mukanya menghadap dinding kamar
__ADS_1
"kau boleh mengacuhkanku sekarang Rangga tapi di masa depan kita akan bekerja sama, lebih sering bertemu denganku dan kau akan melupakan istrimu yang sok cantik dan manja itu" kata Wulan dengan marah
"Keluarga Keyra selalu memperlakukan mu seperti sampah tapi kau memperlakukan Keyra seperti Ratu, aku kira kau adalah pria paling bodoh di dunia ini, aku yang selalu memperlakukan mu dengan baik tapi kau selalu memperlakukan ku seperti sampah" Wulan berbicara di dekat telinga Rangga
Wulan membalikkan dagu Rangga agar wajah Rangga menghadapnya, "aku akan membuatmu melupakan Keyra dan memperlakukan ku seperti ratu" bisik Wulan pada Rangga dan kemudian melangkah pergi keluar kamar
Setelah Devano dan Wulan keluar kamar, seorang laki laki berjalan pincang masuk dan menghampiri Rangga
"Rangga, aku Tomo pelayan di rumah ini, aku akan berjaga di luar jika kau membutuhkan sesuatu panggil aku" kata Tomo dengan ramah
"apa mereka akan menyiksaku lagi?" tanya Rangga lemah
"aku rasa tidak, kemarin setelah mereka menyiksamu, mereka memanggil dokter untuk mengobatimu, selama kau belum sembuh benar mereka tidak akan mengganggu mu, kita akan bicara lagi nanti, istirahat lah" Tomo keluar kamar dan menutupnya dari luar
*****
Setelah hari ketiga, keluarga Keyra dan keluarga Rangga pulang dan kini di rumah keyra tersisa Gendis dan Andrew
Saat itu Nathan baru saja pulang dari kantor dan langsung mampir ke rumah Keyra, Nathan membawakan beberapa dokumen yang membutuhkan tanda tangan Rangga untuk ditanda tangani oleh Keyra sebagai pengganti Rangga
"key, aku tinggal dulu semua dokumen ini besok pagi sebelum ke kantor aku mampir kesini untuk mengambilnya" Nathan meletakkan setumpuk dokumen di atas meja ruang tamu
"atau besok aku akan mulai datang ke kantor saja Nathan?" tanya keyra mengejutkan Nathan
Nathan memperhatikan Keyra sebentar kemudian menggeleng, "tidak kau masih lemah, tunggu sampai tubuh dan kandungan mu benar benar kuat, kau bahkan belum periksa ke dokter kandungan bukan?"
"iya honey, Nathan benar kau sehatkan dulu badanmu istirahat dan makan dengan baik, setelah sehat kita periksa ke dokter kandungan" bujuk mommy Gendis
__ADS_1
"baiklah mommy, Nathan tolong beri aku alamat dokter kandungan tempat Norma dan Laras biasa periksa ya?" keyra memang masih merasa tubuhnya lemas
"iya nanti aku beri alamatnya, tidak perlu terburu buru ke kantor Key, jika kami perlu dirimu maka aku atau Kiki akan segera kemari, yang terpenting kesehatan mu dan bayimu, oke?" Nathan benar benar menginginkan yang terbaik untuk keyra