
Bel pulang sekolah berbunyi
"gaes gue minta tolong dong, bilangin ke sopir gue kalau gue pulang sore, dia suruh pulang dulu aja ntar sore gue pulang naik taksi aja"
"emangnya lu mau ngapain key?" tanya Dayu
"gue mau bantuin Rangga bersihin toilet, kasihan dia dihukum kan gara gara gue, tapi bilang aja ke sopir gue ada tambahan pelajaran gitu"
"sip tenang aja key, urusan sopir lu biar kita urus, lu bantuin aja calon pacar lu itu" goda Mira
"apaan sih Mir" Keyra merona membuat dua temennya terkekeh.
"gue bantuin ya"
Rangga yang sudah bawa perlengkapan kebersihan menoleh ke Keyra
"eh calon pacar, nggak usah dibantuin gue bisa sendiri kok"
"Rangga, total toilet di sekolah kita ada delapan pasti bakal capek banget kalau dikerjakan sendiri, lagian lebih cepet kalau dikerjakan berdua"
"beneran calon pacar, gue bisa sendiri"
"lu nggak bolehin gue bilang makasih dan maaf ke lu, sekarang lu juga larang gue bantuin lu, gue jadi tambah sedih Rangga"
Rangga menghela nafas lihat kesungguhan Keyra bantuin dia.
"ya udah lu boleh bantuin gue"
Keyra tersenyum senang, "oke kalau gitu gue bersihin toilet yang di samping mushola ya"
"eh tunggu, disini kan ada empat toilet gimana kalau gue bersihin dua toilet yang ini dan lu bersihin dua toilet yang itu, ntar kalau udah selesai kita ke toilet yang di samping mushola bareng, biar kita nggak jauhan kerjanya ntar gue kangen lu calon pacar" usul Rangga sambil cengengesan
"ya udah terserah lu aja" jawab Keyra cuek.
Jam setengah lima, mereka selesai membersihkan semua toilet.
"capek ya calon pacar, cari makan yuk gue laper"
__ADS_1
"kantin udah tutup Rangga"
"kita cari makan di luar, lu pengen makan apa calon pacar?"
"makan mie ayam 77 aja yuk, di ujung jalan sana" ajak Keyra
"oke, kita naik montorku aja ya capek kalau jalan kaki" usul Rangga, Keyra cuma mengangguk.
"Rangga, gue mau tanya dong?" Kata Keyra sambil menuang saus tomat ke mie ayam nya
"tanya apa calon pacar?" Rangga mengadukkan es teh untuk keyra
"waktu kejadian itu, gimana lu bisa tau gue ada di toilet?" tanya Keyra ragu
"oohh itu, lu inget nggak waktu lu mau masuk toilet lu papasan dengan Ira?"
"iya gue inget papasan dengan Ira" jawab Keyra masih bingung
"jadi setelah lu tutup pintu toilet, Ira papasan dengan Danu di ujung lorong, Ira curiga lihat Danu menatap ke arah pintu toilet lu masuk dengan senyum jahat. waktu itu anak anak KEPALA masih lembur bikin proposal, Ira segera masuk dan kasih tau gue kalo dia curiga dengan Danu karena dia tau kalo Danu suka lu"
"lalu lu pergi ke toilet buat selametin gue?" tanya Keyra mulai mengerti, Rangga mengangguk sambil mulai makan mie nya.
"gue anterin pulang ya" usul Rangga setelah selesai makan
"nggak usah gue naik taksi aja,terkekeh h pesen taksi nya kok"
"lu takut bokap lu marah ya? konon bokap lu galak banget" celetuk Rangga iseng
"sok tau lu" Keyra cemberut
"lu tambah manis aja kalau cemberut gini calon pacar" Rangga terkekeh membuat Keyra makin cemberut.
"itu taksi gue datang, gue pulang dulu ya"
"hati hati ya calon pacar, jangan lupa rindukan gue" goda Rangga, Keyra hanya geleng geleng kepala sambil masuk ke taksi, Rangga melambaikan tangan nya ke arah Keyra sambil tertawa jahil.
Sampai di rumah udah hampir magrib, Keyra lihat ayahnya duduk di teras.
__ADS_1
"dari mana aja kak? kok baru pulang" tanya ayahnya
"tadi ada tambahan jam pelajaran ayah" jawab Keyra tersenyum
"kak, ayah bikinkan kopi dong bawa kesini aja kopinya"
"iya ayah tunggu sebentar ya" Keyra masuk ke dapur, disana ada ibunya sedang menangis, pasti bermasalah ini batin Keyra.
"key ayahmu keterlaluan tidak mau belikan adikmu mobil" isak ibunya
" bukannya juna udah dibeliin mobil baru ya bu?" sahut Keyra heran sambil mengambil cangkir untuk kopi ayahnya.
"iya tapi juna pengennya mobil sport bukan mobil yang seperti itu, maksud ibu ya udah mobil yang baru dibeli itu biar dipake ibu aja, mobil ibu dijual buat nambahin beli mobil sport buat juna, karena juna bilang kalau nggak mobil sport mending dia ngga usah pake mobil kan kasian adikmu, anak cowok kok nggak bawa mobil" ibunya cerita sambil menangis histeris, Keyra cuma tersenyum sambil membawakan kopi untuk ayahnya.
"ini kopinya ayah, ayah sudah makan?" tanya Keyra
"belum kak, udah kamu mandi dulu sana kak" ujar ayahnya tersenyum
"iya Keyra mandi dan sholat magrib dulu ntar kita makan bareng ya ayah" ayahnya mengangguk sambil menyeruput kopinya.
Selalu seperti ini batin Keyra, ibunya sangat memanjakan adik cowoknya si Juna yang hanya selisih satu tahun usianya dengan Keyra, setiap keinginan Juna selalu dipenuhi oleh sang ibu, dan jeleknya lagi kalau ibunya marah dengan ayahnya si ibu akan terus menerus menangis histeris sepanjang malam dan pasti ayahnya akan didiemin sampai berhari hari. Keyra suka kasian dengan ayahnya kalau sudah begini, karena bi Siti selalu pulang setiap jam empat sore, sehingga kalau ibunya lagi marah gini Keyra yang berusaha nyiapin makan sang ayah. Ayah Keyra memang terlalu protektif dengan anak gadisnya melarang keluar malam, kalau pun ada temen cowok yang maen cari Keyra pasti bakal diliatin dari atas sampai bawah oleh si ayah sambil pasang wajah galak tapi sebenernya ayahnya sayang banget dengan Keyra, berbeda dengan sang ibu jika di depan orang lain bersikap lembut tapi sebenernya di dalam rumah si ibu sering bersikap egois dan mau menang sendiri, jika ada keinginannya yang tidak terpenuhi si ibu akan menangis histeris seolah dirinya yang paling menderita di dunia ini.
Setelah menemani ayahnya makan malam, Keyra memilih diam di kamarnya dia nggak pengen terus menerus mendengar tangis ibunya yang disertai keluhan keluhan yang tidak ada habisnya. telponnya berdering dan terlihat di layar nama Rangga, Keyra menggeser warna hijau
"halo"
"halo calon pacar, lagi ngapain?"
"lagi terima telpon dari lu, Rangga"
"eh iya pinter banget calon pacar gue ini"
"lu telpon ada apa Rangga?"
"nggak ada sih cuma kangen aja gue, lu kok suaranya lemes banget, ada yang bisa gue bantu?"
"nggak kenapa napa kok gue, cuma ngantuk aja"
__ADS_1
"ya udah gue tutup telponnya ya, selamat malam calon pacar"
Rangga mengakhiri telponnya, Keyra tersenyum mungkin kalau sebulan yang lalu Rangga telpon dia cuma buat basa basi seperti tadi pasti Keyra udah sewot level 15 tapi sekarang walaupun kelakuan Rangga tetep basi Keyra mulai suka bahkan sering merindukan sikap jahil Rangga.