MENUNGGU SENJA BERSAMAMU

MENUNGGU SENJA BERSAMAMU
Aku tidak bohong sayang


__ADS_3

Keyra memilih duduk di balkon ruang pesta itu, keyra masih memegang erat perutnya yang makin sakit


"Sendirian saja sayang?" suara lembut yang begitu dikenal dan dirindukannya membuat keyra menoleh


Rangga bersender di pintu penghubung balkon sambil tersenyum tapi begitu melihat wajah keyra yang sangat pucat, senyum diwajahnya langsung hilang


"Kamu sakit sayang?" tanya Rangga khawatir reflek dia ingin menyentuh keyra tapi dia urungkan begitu dia ingat tidak baik bagi keyra jika terlihat dekat dengan dirinya di depan banyak orang takut jika ada yang mengenali kalau keyra adalah tunangan Devano


"Tadi sore aku haid tapi aku lupa minum obat" rintih keyra masih dengan memegang erat perutnya


"Kenapa tidak pulang? Kenapa masih disini?" tanya Rangga heran


"Dia tidak mengijinkanku pulang" suara keyra makin pelan menahan rasa sakit di perutnya yang makin bertambah


"Kurang ajar dia, Aku akan carikan teh jahe hangat untuk mu" Rangga segera bergegas pergi


Tidak lama kemudian Rangga sudah kembali menemui keyra dengan membawa teh jahe hangat


"Minumlah" Rangga menyerahkan cangkir berisi teh jahe hangat itu pada keyra


"Kau mendapatkannya" gumam keyra heran sambil menyesap teh jahe nya


"Apa sih yang nggak buat kamu" goda Rangga dengan senyum usil


"Iya kau memang yang terbaik" cibir keyra dengan masih terus menyesap teh jahe


"Rangga kok disini?" tanya keyra setelah dia meminum setengah dari teh jahe nya


"Menantu pak mentri adalah ketua asosiasi percetakan jawa tengah jadi aku diundang" jelas Rangga kenapa dia datang ke tempat itu


"Kau ada di jogja dan tidak memberitahuku?" protes keyra dengan cemberut

__ADS_1


"Jangan marah sayang aku baru mau berencana memberitahumu sepulang dari sini, nggak nyangka justru ketemu kamu disini" Rangga tertawa melihat ekspresi cemberut keyra jika saja tidak di tempat ini pasti Rangga sudah mengecup bibir keyra yang cemberut itu


"Kau baru akan memberitahuku setelah ini, jika tidak bertemu aku sekarang pasti kau sudah dekati gadis gadis cantik di pesta ini" gerutu keyra


"Sejak kapan kau begitu posesif sayang? " goda Rangga tersenyum geli


"Sejak aku tau kau sudah mulai berbohong padaku" ujar keyra ketus


"Aku tidak ada niat berbohong sayang hanya menunda memberitahu, ayolah jangan cemberut terus atau nanti aku tidak akan tahan untuk menciummu di tempat ini"goda Rangga sambil terkekeh melihat wajah keyra memerah malu


"Apa perutmu sudah baikan?" tanya Rangga sambil melirik cangkir yang sudah kosong di tangan keyra


"Iya sudah lumayan, sudah tidak sesakit tadi" jawab keyra


"Sayang kau sangat cantik malam ini" ujar Rangga sambil menatap keyra terpesona


"Apa biasanya aku nggak cantik?" tanya keyra dengan senyum menggoda


"Rangga sepertinya Devano sudah kembali dan dia mencariku" keyra melihat Devano dari arah pintu masuk dan tampak celingukan mencari seseorang


"Kita bertemu besok, cepatlah pulang dan minum obat oke?" keyra mengangguk mendengar pesan Rangga dan Rangga pun segera pergi dari tempat itu


"Aku mencarimu dan ternyata kau disini" Devano menghampiri keyra


"Iya mas, tadi aku sempat minta teh jahe dari pihak catering dan meminumnya disini untuk mengurangi kram perutku" jelas keyra sambil menunjukkan cangkir kosong bekas teh jahe kepada Devano


"Ayo kita pulang"


"Kita tidak jadi menunggu sampai acara selesai mas?"


"Tidak, mendadak aku ada urusan"

__ADS_1


Devano menggandeng tangan keyra dan membawa nya ke arah pintu keluar


Mereka sempat berpapasan dengan gadis seksi bergaun hitam tadi, dia tersenyum genit ke arah Devano bahkan kini sambil mengerlingkan sebelah matanya


Sebenarnya keyra merasa aneh dengan sikap gadis itu pada tunangannya tapi dia bersikap acuh, dia merasa mungkin alasan Devano berubah pikiran jadi pengen cepat pulang dari pesta ini adalah kehadiran gadis ini, mungkin gadis ini adalah teman kencan Devano


"Mas, kita tidak berpamitan dengan papa mama kamu?" tiba tiba keyra menghentikan langkah nya ketika teringat mereka belum berpamitan dengan orang tua Devano, bagaimanapun keyra akan dianggap tidak sopan jika pergi tanpa berpamitan apalagi om Tomy dan tante Inggrit selalu ramah dan hangat pada keyra


"Biar nanti aku yang sampai kan maaf kita karena tidak sempat berpamitan, ayo aku buru buru" ajak Devano tidak sabar


"Baiklah" keyra menurut dan berjalan mengikuti Devano


Devano sangat terburu buru bahkan dia hanya mengantarkan keyra sampai depan gerbang perumahan menuju kostnya


Keyra harus berjalan kaki sekitar sepuluh menit untuk sampai ke kostnya, untungnya lampu jalan di perumahan ini cukup terang dan juga ada satpam yang sudah mengenal baik keyra bersedia menemani keyra berjalan sampai kostnya


"Saya jadi merepotkan ya pak" gumam keyra merasa tidak enak hati pada pak Agus, dia sudah mengenal keyra dari awal keyra kuliah karena sejak awal di jogja keyra memang tidak pernah berganti tempat kost


"Tidak apa apa mbak keyra, kok tumben mas Rangga tidak mengantar sampai kost? " tanya pak Agus yang juga mengenal Rangga, Rangga memang orang yang supel dan mudah bergaul, dulu jika dia datang dan keyra masih kuliah Rangga akan memilih menunggu keyra dengan ngobrol dengan para satpam perumahan ini di pos satpam depan, sekali waktu Rangga membawakan banyak makanan untuk para satpam itu


"Tadi bukan Rangga pak, itu temen key lagi buru buru jadi nggak bisa nganterin sampai kost"


"Oohhh pantes, kalau mas Rangga nggak mungkin nuruni mbak key di jalan gitu aja, lha wong mas Rangga itu keliatan kalau sayang banget dengan mba keyra" celoteh pak Agus dengan logat jawanya yang kental, keyra hanya tersenyum


"Mbak keyra dan mas Rangga itu cocok banget lho, cantik dan ganteng sama sama baik dan ramah nggak sombong mau bergaul dengan orang kecil seperti saya ini, saya doakan semoga mbak keyra dan mas Rangga langgeng sampai menikah sampai tua nanti"


"Aamiin" jawab keyra terharu mendengar doa tulus pak Agus untuk nya dan Rangga, semoga doa pak Agus dikabulkan Tuhan, harap keyra sungguh sungguh dalam hatinya


"Sudah sampai kost mbak, silahkan masuk saya mau lanjut keliling lagi"


"Eh iya asyik ngobrol tau tau udah nyampe kost, maturnuwun ya pak udah dianterin" pamit keyra sopan

__ADS_1


"Sami sami mbak" pak Agus kemudian mrlanjutkan keliling


__ADS_2