
Tok.. Tok.. Tok..
''Sha Sha apa ibu boleh masuk?'' Tuti sang Ibu berbicara di depan pintu..
''Masuk bu.'' Jawab Sha Sha yang sedang duduk bersender di ranjang, sambil menonton Tv yang menempel di dinding..
Ceklekk..
Pintu terbuka bersamaan dengan Ibu Tuti masuk, lalu menghampiri anaknya yang sedang galau. ''Apa ibu mengganggu mu?''
Tuti duduk di sebelah anaknya dan mengelus lembut pucuk kepala Sha Sha, yang mana membuat Sha Sha langsung memeluk ibunya..
''Apa anak ibu ini sedang ada masalah?''
''Emm.'' Sha Sha menggelengkan kepalanya, ia tidak mau menceritakan jika dia habis bertengkar dengan Dayan karna melihat calon suaminya di cium oleh wanita lain..
''Heii jangan bohong, ibu tau jika kau sedang ada masalah.''
Sha Sha terdiam sejenak lalu melepasakn pelukannya dan melihat mata sang ibu. ''Tidak ada apa-apa buu, hanya masalah kecil saja.'' Jawab Sha Sha yang mana membuat Tuti terkekeh dan mencubit hidung putri satu satunya itu.
''Ummm kamu sudah mulai dewasa rupanya yaaa, ibu itu tau kamu sedang ada masalah melihat raut muka mu saja sudah tidak enak di pandang.'' Tuti mencoba untuk terus bertanya sampai sang anak mau terbuka padanya, padahal Tuti sudah mengetahui duduk permasalahan yang di hadapi oleh anaknya karna Dayan sudah menceritakan semua kesalah pahaman yang terjadi sehingga Sha Sha ingin membatalkan rencana pernikahan mereka..
Sha Sha cukup lama terdiam hanya memandang bola mata ibunya. ''Hmm ibu, boleh nggak kalau Sha Sha membatalkan pernikahan ini?'' Ucap Sha Sha akhirnya.
Sedangkan Tuti hanya diam seakan memikirkan kata yang tepat untuk dia ucapkan pada putrinya. ''Apa kamu serius nak? kamu akan membatalkan pernikahan ini?''
Sha Sha mengangguk. ''Sha Sha pikir itu lebih baik di bandingkan melanjutkan.''
''Sayanggg, apa dengan cara kamu membatalkan pernikahan ini kamu akan bahagia? Apa kamu tidak pernah memikirkan perasaan Dayan jika kamu batalkan pernikahan yang akan di rasakan satu bulan lagi? Bayangkan jika semua terjadi, bagaimana perasaan Dayan yang akan sakit hati padamu Sha Sha..
Deg.. Deg.. Deg..
Entah mengapa hati Sha Sha tiba-tiba sakit saat ia mendengar penuturan sang ibu, Jika memang dia membatalkan pernikahan ini bukankah dia terlalu egois mempermainkan perasaan seseorang..
''Jadiiii apa yang harus Sha Sha lakukan?''
''Berbicaralah dari hati ke hati, ibu yakin jika kalian sudah memiliki perasaan satu sama lain tapi kalian belum menyadari itu.''
Sha Sha diam mencerna perkataan ibunya dan bertanya dalam hati. Apakah benar dia sudah memiliki perasaan pada Dayan? bukankah selama ini mereka hanya akan menikah karna sebuah taruhan?"
''Sayanggg.''
__ADS_1
''Ah_ Baiklah bu, besok Sha Sha akan bicara dengan Kak Dayan secara baik-baik.'' Ucap Sha Sha pada akhirnya, yang mana membuat sang ibu langsung memeluk Sha Sha dan mencium pucuk kepalanya..
''Ini baru putri kesayanganku, yaa sudah sekarang kamu istirahat besok ibu akan buatkan makanan kesukaan calon suami mu dan kamu bisa antarkan ke kantornya lalu bicara dari hati ke hati.'' Tutu ibu Ntut sok bijaksana, lalu pergi dari kamar anaknya..
Sedangkan Sha Sha mengambil ponselnya, lalu mengaktifkan ponselnya setelah di nonaktif sejak tadi sore..
•
•
...•••••...
Di sisilain•
''Pokonya aku nggak mau tau, aku mau ketemu Boy William titik nggak pake koma.'' Kekeh Kaleea yang ingin di pertemukan dengan artis.
''Hon, kamu yang benar saja Hon! malam malam gini dimana aku harus cari Boy William? lagian masa ngidam ketemu laki orang siiiiihhh ngak aaahhh nggak!''
''Aaaahh mau Boy, Boy, Boy pokonya si Boyyyyy.''
Ryan memijat keningnya yang pusing akibat rengekan istrinya yang ingin bertemu dengan Boy dengan berdalih dan mengatas namakan ngidam..
''Gini aja, gimana kalau besok kita cari itu si Boy tapi sekarang ngidam yang lain aja yaa, yaaa sayang yaaa.''
''Lah nyolong dong Hon aku?'' Kaget Ryan saat dia di suruh nyolong mangga muda oleh istrinya..
''Mau nggak? kalau nggak mau ya udah aku mau si__
''Iya iyaa, ini pergi ambil pohon di mangga.''
''Kebalik.!!
''Eh iyaaa, ya udah aku pergi nyolong dulu yaa Hon.''
''Dih gak tau malu nyolong bilang-bilang.''
•
Jam menunjukkan pukul 00:30, orang-orang kompleks sudah berada di kediaman mereka masing-masing. Ada pun motor lewat hanya satu dua saja yang membuat kompleks ini sepi..
''Gini amat yaaa bini lagi ngidam, tapi nggak apa-apa karna ini hari terakhir tinggal di kompleks ini.'' Gumam Ryan berjalan ke arah rumah pah Duloh, melihat kanan kiri terasa sepi dengan angin cukup kencang! membuat bulu kuduk Ryan berdiri..
__ADS_1
Setelah sampai di depan rumah pak Duloh, Ryan celingak-celinguk melihat kondisi sekitar lalu naik ke atas pagar walau sedikit susah..
''Aiiii ini pagar runcing amat yaa, jadi ngeri kalau kepeleset si kemed langsung ketusuk.'' Gumam Ryan begidik ngeri lalu turun dengan hati-hati..
Hap..
Ryan mendarat dengan selamat, lalu memastikan jika kondisi aman hingga Ryan melangkah untuk mengambil mangga muda yang Kaleea inginkan..
Namun Ryan bingung dengan cara apa dia harus mengambil buah itu, sedangkan pohonnya saja di rantai besi plus di pakaikan alarm yang sengaja di pasang oleh pak Duloh agar mangga nya tidak ada yang nyolong lagi..
Tanpa Ryan sadari jika Ryan sedang di perhatikan oleh tiga makhluk tak kasat mata dari atas pohon yang sejak tadi memperhatikan gerak gerik Ryan yang akan nyolong mangga..
''Hiiii Hiiii, cogan mau nyolong mangga guys.'' Ucap Salah satu Neng Kun tertawa dengan ciri khas nya..
''Kejain yuuu, ikut kerumahnya enak kayanya.'' Imbuh Neng Kun satunya lagi.
''JANGAN!! Hihihiiii hiiii.'' Teriak Neng Kuntil, membuat kedua Kun-Kun terkejut..
''Kenapa?'' Ucap keduanya bersamaan..
''Itu suami wanita yang pernah mengusirku dan menendangku waktu aku lagi putus sama si Wowo.''
''Haaaahhh yang benar?'' Ucap kedua Kun-Kun memastikan apa yang mereka dengar, dan langsung di jawab anggukan oleh Neng Kuntil..
''Bagus dong, berarti dia bisa menolong aku jika dia bisa melihat kitaaa. Aku kangen mamak kuuuu.'' Lirih Neng Kun dengan sedih..
Pletaaakk..💢
Aiiii..
''Apa kau bodoh! kau akan terkena sial dekat dengannya, alih alih kau minta bantuan padanya tapi yang kau dapat malah sebaliknya. Lebih baik kau bantu saja suaminya jatuhkan beberapa mangga, aku kapok berurusan dengan wanita aneh bin ajaib itu.''
Syuuuutt..
Setelah mengatakan apa yang dia tau, Neng Kuntil itu pergi karna tidak mau berurusan dengan manusia yang bernama Kaleea..
•
...•••••...
...LIKE.KOMEN.VOTE...
__ADS_1
...JANGAN LUPA YAA, MAAF KARNA AUTHOR JARANG UP DI KARNAKAN SUATU ALASAN YANG MEMBUAT DOWN....