
''Kau sedang apa?'' Tanya seseorang yang membuat wanita yang tidak lain adalah Nadia langsung menyembunyikan poto yang dia pegang ke bawah bantal..
''Tidak apa-apa.'' Nadia menggelengkan kepalanya.
Siksa melihat tingkah Nadia yang sangat mencurigakan, langsung menghampirinya. ''Coba liat poto siapa itu?''
''Jangan! ini hanya poto kenangan saja.'' Nadia langsung menduduki bantal yang di dalamnya terdapat poto Ryan..
''Cih, dasar pelit!'' Siska melengos ke kamar mandi, sedangkan Nadia langsung menyembunyikan poto itu di tempat tersembunyi..
•
•
PAGI HARI•
...•••••...
Kaleea keluar dari kamarnya dengan raut muka yang frash dan cantik, maklum semalam Kaleea mendapatkan full servis dari babang Ryan karna dua hari mereka tidak melakukan pepew perpepewan..
Dih, perasaan mpew mulu deh..
Ketika Kaleea menuruni anak tangga Kaleea mendengar Bell pintu rumah berbunyi, ia melihat kanan kiri mencari kedua Art nya. ''Pada kemana mereka, kenapa nggak ada yang bukain pintu?''
Ting.. Tong.. Ting.. Tong..
Kaleea pun melangkah untuk membuka pintu. ''Siapa sih pagi-pagi bertamu.'' Gumam Kaleea sambil membuka pintu.
Ceklekk..
''Haii Asalamualaikum.''
Kaleea memutar matanya dengan malas. ''Ya elah Satria baja hitam ngapain di sini sih? Ganggu mood pagi aja.'' Ucap Kaleea dengan nada judes.
Twiiiwww..
Satria mentoyor kepala Kaleea. ''Jawab dulu salamku.''
__ADS_1
''isssshh, Walaikum'salam! Kurang ajar banget kamu maen toyor kepala orang! Ngapain sih kesini masih pagi juga.''
''Aku ke sini mau numpang sarapan.''
''Diiih, gak salah denger aku tuh? masa pemilik perusahaan numpang makan dirumah orang.'' Ledek Kaleea melipatkan kedua tangannya di dada, entah mengapa dia tidak suka dengan Satria atau mungkin bawaan si dede bayi yang melihat semua orang menjadi tidak suka..
''Trus jika aku pemilik perusahaan numpung makan salahnya dimana? toh ada juga anak sultan kaya raya eehh gak bisa bayar jajanan di jalan malu-maluin gitu.''
Skakmat!!
Kaleea selalu kalah jika berhadapan dengan Satria, Kaleea pun menyuruh teman dari suaminya itu masuk namun dengan mulut berkomat kamit tiada henti.
''Aku panggilin dulu suamiku.'' Kaleea berbalik ingin mengabari suaminya namun belum juga ia melangkah, Kaleea melihat Ryan menuruni anak tangga dengan wajah sedikit serius..
''Kau sudah datang Sat?''
''Huemm, bukankah kamu ingin bicara ku? mangkannya aku datang sepagi ini sebelum aku masuk ke kantor.''
''Ayo ikut denganku ke ruang kerjaku.''
''Pada kemana mereka? Mbak Nadia, Sis.'' Teriak Kaleea namun tidak ada yang menyahut, Kaleea pun melangkah ke arah londry dan melihat jika Nadia sedang melamun.
''Ihh ngapain dia senyum senyum sendiri sambil mandangin poto?'' Gumam Kaleea lalu dengan perlahan menghampiri Nadia yang tidak menyadari jika Kaleea menghampiri nya saking fokus menghalu..
''Mbak lagi apa?''
''Astagfirullah, Bu kaget.'' Nadia langsung berdiri lalu menyembunyikan poto itu kedalam sakunya..
''Lagi ngapain pagi-pagi ngelamun, udah kaya orang lagi kasmaran aja.''
''He heh, Ibu ada perlu apa kebelakang?''
''Tolong buatkan minuman untuk teman bapak, trus antarkan ke ruang kerjanya.''
''Baik bu.''
Kaleea pun pergi meninggalkan Nadia yang bisa bernafas lega. ''Hampir saja ketauan.'' Gumam Nadia lalu dia pergi ke dapur untuk membuatkan minuman.
__ADS_1
Sedangkan dari atas tempat menjemur pakaian, Siska melihat gerak gerik Nadia yang terlihat aneh dan meyakini jika Nadia tidak sepolos yang dilihat oleh semua orang, bahkan semalam saat ia masuk kedalam kamar setelah mengantarkan obat yang di pesan Ryan. Nadia seperti orang kepergok maling cemvake tetangga, yang mana membuat Siska curiga ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Nadia..
Bahkan Siska pernah melihat jika Nadia selalu mencuri pandang pada majikan laki-laki nya dan memperhatikan Ryan dari balik tembok dengan pandangan mendamba..
''Apa aku harus mencari tau? aku takut terjadi sesuatu pada ibu, karna aku sudah berjanji dengab Bi Mina untuk menjaga keluarga ini.'' Gumam Siska lalu turun ke bawah..
•
•
DI KAMAR•
Siska tengah mengobrak abrik lemari milik Nadia karna Siska masih penasaran apa yang di sembunyikan oleh Nadia. ia meyakini jika ada sesuatu petunjuk yang akan dia temukan di lemari milik Nadia..
''Pasti ada sesuatu yang di sembunyikan si lugu itu.'' Siska terus mencari di liputan bahu, tanpa menyadari jika Nadia sudah berada di depan pintu..
'Kau sedang apa?'' Tanya Nadia membuat Siska terkejut..
''Kau!
Nadia melangkah menghampiri Siska. '' Siska kau sedang apa? apa yang mau kau cari dari lemariku?''
''Umm ak_aku sedang mencari sesuatu yang hilang siapa tau aja ada di lemarimu.''
''Kau pikir aku pencuri?''
''Bukan Nad, bukan seperti itu tapiii..
''Tapi apa?Ck.'' Nadia pergi berlari untuk melaporkan kelakuan Siska pada Ryan. Sedangkan Siska menepuk jidatnya karna ceroboh.
''Sialan! gimana ini.''
•
...•••••...
...LIKE.KOMEN.VOTE...
__ADS_1