
...•••••...
•
Hissskk,, Hissskk,, ''Siskaaa ini sangat menyakitkan.'' rintih Kaleea yang sudah tidak tahan menahan rasa sakit yang ia rasakan.
''Saya tau Bu, ibu yang sabar yaa sebentar lagi kita sampai ke rumah sakit.''
''Saya udah nggak kuat Sis.''
''Jangan berbicara seperti itu Bu. Eehhh pak cepat sedikit! ngebut kek, bila perlu tabrak mobil yang menghalangi.''
''Aduh Neng, ini saya sudah ngebut Neng! jika saya tancab gas lagi bisa-bisa bukan sampai ke rumah sakit, malah langsung ke alam mahsyar kita.''
''Huuss enak aja! saya belum kawin pak, jika bapa mau lebih dulu ke alam mahsyar silahkan aja tapi jangan ngajak kita!'' Sentak Siska yang membuat supir Ojol itu menggelengkan kepalanya..
•
•
•
Tak berapa lama mobil yang membawa Kaleea pun sudah sampai di rumah sakit, Siska keluar dan berteriak pada Suster dan Dokter yang sedang berlalu lalang..
''Tolong, Sus tolong majikan saya Suster.'' Teriak Siska lalu menggendong Kaleea yang sudah tidak sadarkan diri. Para Sus dan Dokter yang melihat itu langsung menolong Siska, dan membawa Kaleea ke ruang UGD untuk di tangani lebih lanjut.
Sementara Siska menghirup nafas sedalam-dalam nya lalu mengambil ponsel di dalam saku celana untuk menghubungi Ryan yang masih berada di kantor..
•
•
•
KANTOR•
Ryan tengah mencengkram file yang di berikan Satria padanya, ia tidak menyaka jika Nadia yang selama ini mengirimkan pesan yang selalu menelor dirinya di setiap waktu..
Nafasnya naik turun, saat Ryan mengingat perkataan Siska yang dimana Nadia selalu memperhatikan nya dari jarak jauh, dan sekarang Ryan mengerti kenapa Siska menggeledah lemari Nadia. Ryan pun baru mengetahui jika Nadia adalah adik kelasnya sewaktu masih SMA.
''Jadi selama ini Lu itu salah server Bro, udah nuduh Siska yang bukan-bukan.''
Ryan terdiam karna apa yang di bicarakan oleh Satria memang benar adanya. ''Gua nggak ngeh Bro, karna selama ini Nadia selalu menunduk jika berada di depan Gua. Ya Gua kira dia sapon gitu nggak mau natap mata Gue.'' Ucap Ryan..
__ADS_1
''Gila yaa, jika Lu gak gerak cepat bisa bisa Lu dan Kaleea bisa salah paham dan Gue jadi orang yang paling di salahkan Huuffftthh..
Mereka berdua diam tidak ada yang berbucara, ketika Ryan masih terdiam mencerna semuanya. Ponsel miliknya berdering membuat Ryan langsung menoleh pada ponselnya..
''Hallo.''
''APAAA!! Ryan terkejut saat Siska mengabri jika Kaleea berada di rumah sakit, tanpa pikir panjang Ryan menutup telpon dan berlari keluar dari ruangannya.
''Lu mau kemana Bro?'' Tanya Satria.
''Kaleea masuk rumah sakit.'' Jawab Ryan dengan tergesa-gesa..
Satria yang mendengar Kaleea masuk rumah sakit, ia pun berlari menyusul Ryan untuk pergi ke rumah sakit melihat keadaan Kaleea..
•
•
•
DI RUMAH SAKIT•
Siska tengah duduk dengan gelisah, karna sedari tadi para dokter yang membawa majikannya belum keluar juga. Siska pun menunggu kedatangan Ryan namun tidak kunjung tiba..
''Ya Tuhan, mudah-mudah ibu beserta calon bayinya tidak apa apa.'' Doa Siska..
Ryan seakan tidak memperdulikan dirinya sendiri, karna yang ada di pikiran Ryan saat ini adalah keselamatan istri dan bayinya yang belum lahir ke dunia..
Siska berdiri saat ia melihat majikan laki-laki nya yang berlari dengan kencang ke arahnya.
''Sis bagaimana keadaan istri saya?'' Tanya Ryan dengan nafas memburu.
Siska sudah tidak bisa membendung lagi air matanya, saat Ryan bertanya keadaan Kaleea. Siska pun menceritakan semua yang dia tahu dan terjadi.
Setelah Ryan mendengarkan penjelasan dari Siska, Ryan melangkah melihat Kaleea dari luar ruangan UGD. Ryan ingin masuk namun di cegah para perawat karna bisa menganggu Dokter yang tengah menangani pasien..
''Bro, Lu yang sabar yaa gua yakin jika istri dan calon bayi Lu gak kenapa napa.'' ucap Satria menepuk pundak Ryan..
Sedangkan Ryan mengelus dadanya yang masih berdetak dengan kencang..
Setelah cukup lama menunggu, akhirnya Dokter yang menangani Kaleea keluar dengan raut muka sedikit lega. Dokter mengatakan jika Pasien dan calon bayi yang ada di dalam kandungannya baik-baik saja..
Ryan dan semua orang yang mendengar kabar baik itu menghela nafasnya.
__ADS_1
''Sebentar lagi pasien akan di pindahkan ke ruang inap pak, bapak berdoa saja agar semua baik baik saja dan tidak ada kontraksi jika pasien bangun nanti. Untung saja mbak ini membawa pasien dengan segera dan kita belum terlambat menanganinya, kalau begitu saya permisi.''
''Terima kasih Dok.'' Ucap Ryan lalu menoleh pada Siska. ''Sis terima kasih sudah membawa istri saya tepat waktu, dan maafkan saya sudah mencurigai mu selama ini.'' Ucap Ryan merangkup kedua tangannya..
''Iya pak saya maafkan dan memaklumi, yang terpenting sekarang Nadia harus bertanggung jawab dengan apa yang sudah dia lakukan! karna dia kabur setelah mencelakai ibu.'' Tutur Siska menggebu-gebu..
Ryan mengangguk. ''Itu pasti.'' Ucap Ryan mengambil ponselnya untuk menghubungi Omar, karna keluarga Kaleea pun harus mengetahui apa yang sedang terjadi..
Hayo lho Nadia mampus kau Omar di kasih tau apa yang telah kamu lakukan pada cucuk kesayangan Arrashid. Hah di cari kamu walau bersembunyi di lubang semut..
•
•
•
Sementara Kaleea sudah di pindahkan di ruang inap Vip, dan kondisi nya saat ini tengah tertidur efek dari obat yang di berikan sewaktu di ruang UGD..
Setelah mengabari mertuanya, Ryan menyuruh Siska untuk pulang ke rumah karna Tantan mungkin sudah pulang di rumah dan menyuruh Siska untuk membereskan kekacauan di kamar Nadia dan mencari tahu bukti yang mungkin di tinggalkan oleh Nadia..
Ceklekk..
Ryan masuk kedalam ruangan di mana istri nya sedang terbaring lemah, Ryan pun duduk di kursi sebelah kiri lalu memandang Kaleea penuh ke khawatiran..
Ryan pun mengekus perut buncit Kaleea dan mengecupnya beberapa kali. ''Terima kasih Nak, sudah mau bertahan.'' Bisik Ryan yang langsung di respon tendangan dari dalam perut..
Haii Gokong kecil, untunglah kau kuat seperti Nena Lintang..
''Maafkan papah tidak becus menjaga kalian.'' Ucap Ryan mengecup kening Kaleea dan melihat bola mata Kaleea yang bergerak gerak..
''Honeyy.''
Kaleea mengerjap ngerjapkan matanya, saat merasa pandangannya blur tidak jelas. lalu mata Kaleea mengedip beberapa kali dan melihat dengan jelas wajah tampan suaminya dengan raut muka khawatir..
''Yank.''
•
Titisan Sun Gokong mah pasti kuat lah..
...••••...
...Hallo para Ziyeng ku, terima kasih yang sudah setia menunggu cerita remeh ini. Jangan lupa untuk...
__ADS_1
...LIKE.KOMEN.VOTE ...
...BUNGANYA SEKALIAN...