
RUMAH SAKIT•
...•°•°•°•°•°•...
''Apa kalian tidak menyelidiki asal usulnya terlebih dahulu?'' Tanya Ryan pada sang ibu dan Ayah tirinya, saat Ryan kembali lagi ke rumah sakit setelah ia mengantarkan Kaleea ke rumah..
Ryan tidak habis pikir dengan kejadian hari ini di luar jangkauan pemikirannya, Ryan pikir kedua orang tuanya menikahkan sang adik dengan pria yang jelas asal usul babat bibit bobotnya..
''Ayah hanya mengenal Paman nya saja, dan aku mengenal Dayan cukup lama semenjak dia menjadi asisten pribadi Affan. Tidak ada hal mencurigakan darinya karna Dayan adalah anak baik dan berbakat. Terlebih kita tidak tau jika ibunya bermasalah dengan Tante mu.'' Tutur Asad terdengar helaan nafas beratnya..
''Sudah, sudah ini terjadi bukan kita yang menginginkan nya, yang terpenting sekarang kesehatan Dayan cepat pulih agar pernikahan ini bisa di lanjutkan kembali.'' Tuti menasehati agar Asad dan Ryan tidak berdebat.
Sementara Sha Sha ia tengah berdiri melihat Dayan sedang di periksa oleh Dokter dan Perawat dari kaca luar, ia sedih melihat calon suaminya terbaring lemah tak berdaya seperti itu.
Sedangkan Ryan melihat sang adik yang tengah bersedih langsung mengelus kepala Sha Sha. ''Calon suami mu pasti baik-baik saja Dek.'' Ucap Ryan yang mana membuat kepala Sha Sha langsung bersender di dada Ryan..
''Yaa Kak, dia pasti kuat dan bisa melewati ini semua.'' Ucap Sha Sha dengan nada lirih..
Tak lama Dokter keluar dan mengabarkan jika Dayan sudah melewati masa kritisnya, Dokter juga menyarankan agar anggota keluarga yang lain untuk pulang bergantian jika ingin berjaga.
''Lebih baik kamu pulang saja dek, biar Kakak yang jaga Dayan untuk malam ini.''
''Aku tidak mau, kalian saja yang pergi! aku ingin tetap disini menemani Kak Dayan.''
''Tapi sayang.''
''Buu, Sha Sha mohon untuk kali ini saja.''
Ryan, Tuti, Asad saling pandang dan menganggukkan kepala. ''Baiklah nak, jika perlu sesuatu telpon ayah oke?'' Asad memeluk putri kesayangan yang sedang rapuh..
''Baik ayah.''
Mereka bertiga pun pergi meninggalkan Sha Sha sendirian, sementara Sha Sha masuk kedalam ruang inap dimana Dayan sedang terbaring..
Sha Sha duduk di kursi lalu memegang tangan Dayan dan menciumnya dengan dalam, ia berharap jika kekasihnya ini cepat siuman dan membuka matanya..
•
•
•
•
Sedangkan di sisi lain•
Siska sedang duduk di meja makan area dapur, tiga puluh menit yang lalu Sika sudah berada di rumah majikannya dan sekarang ia merasa bimbang dan dilema, antara melapor atau diam saja seakan tidak tahu apapun yang sudah dia lihat.
Jika dia memberi tahu majikannya, Siska takut jika di sebut Cepu karna ini adalah masalah pribadi orang lain yang seharusnya Siska tidak ikut campur di dalamnya.
Tapi eh tapiiii jika ia diam saja, mulutnya gatal seprti di kerubungi cacing kremi ingin berkoar koar bahkan berteriak kencang bahwa ada penghianat dalam selimut..
''DOORRR.''
''Astagfirullah,, Tantan!''
''Ngapain sih mbak ngelamun?'' Tanya Tantan duduk di sebelah Siska.
''Lagi mikirin malah orang dewasa! bocil kaya kamu mana faham.'' ketus Siska.
__ADS_1
''Apa salahnya berbagi, siapa tau bocil ini punya solusi.''
''Eleh.'' Siska memutar matanya dengan malas, Lalu berdiri dari kursinya ingin menemui Kaleea yang sedang menonton Tv.
''Mbak Sis aku lapar.''
Siska menoleh. ''Punya tangan kan? ambil saja sendiri jangan manja kamu.'' lagi dan lagi Siska menjawab dengan ketus.
''Yeeey masih marah rupanya dia.''
•
•
Siska berjalan menghampiri Kaleea sambil membawa piring kecil berisikan minyak untuk memijat Kaki Kaleea agar Siska tidak canggung ketika dia ingin melapor..
''Bu..
Kaleea menoleh, ''Eh Sis, sini duduk temani aku nonton Tv.'' Kaleea menepuk kursi di sebelahnya..
''Nggak usah Bu, aku mau pijat kaki Ibu saja agar tidak bengkak.'' Siska duduk di karpet dan mulai memijat kaki Kaleea..
Setelah cukup lama memijat Siska mulai memberanikan diri untuk bertanya, walau Kaleea lebih muda darinya Kaleea tetap majikannya yang harus dia hormati. ''Ummm Bu boleh aku bertanya.''
Kaleea menoleh. ''Tanya apa Sis?''
''Ituuu sodara ibu yang kembar siapa namanya?''
''Yang kembar mana? yang kembar anak siapa Sis, Anak Aunty Lulu apa Aunty Yanti?''
''Anaknya nyonya Lulu bu, kalau anaknya nyonya Yanti memang kembar tapi kan mereka tidak mirip bu mukanya beda semua.''
''Itu bu, anuu eeemmm saya sudah dua kali melihat pacarnya Ag__
''Gokong.'' panggil Gano dari arah pintu masuk, membuat Siska menahan nafasnya dan mengurungkan niat untuk melapor pada Kaleea..
''Gan Gan, ngapain ke sini?'' Tanya Kaleea saat Gano sudah duduk di sebelahnya..
''Aku laper minta makan di rumah Lu.''
''Dih dasar kikir, udah kerja aja masih minta Lu.''
''Aku nggak sempat mampir ke Resto yang lain, karna asam lambungku sudah naik ke pupil mata.''
''Ihh ada ada ajaa.'' Kaleea mendelik lalu melihat Siska yang masih setia memijat kakinya. ''Sis, ambilkan benalu ini makan gih di dapur bikin telor ceplok ke.''
''Baik bu.'' Siska pergi ke dapur sedangkan Gano menatap Siska dengan tatapan yang sulit di artikan..
''Ih nggak nafsu Gue makan telor ceplok! yang lain ke atau steak gituuu.'' Protes Gano.
Tuuuuiinngg..
Kaleea mentoyor kepala sahabatnya.''Dasar ngekunjak Lu, di kasih telor gratis minta steak ! sudah sana gih ke dapur periksa sendiri apa yang ada di dapur.'' Kaleea mendorong tubuh Gano agar pergi ke dapur.
''Iya iyaa iyaa.''
Gano melangkah dengan gontai, namun ia menoleh kebelakang melihat Kaleea lalu berjalan lagi ke arah dapur.. Setelah Gano berada di depan pintu dapur, Gano diam melihat Siska yang sedang menghangatkan makanan..
Gano melihat postur tubuh Siska dari atas sampai bawah, yang mana Gano berpikir jika tubuh Siska boleh di katakan sexsy untuk ukuran pembantu..
__ADS_1
Gano melangkah lalu berdiri di belakang Siska tanpa jarak, ''Apa yang kau masak.'' Bisik Gano yang membuat Siska terkejut.
''Haaaah, kau sedang apa?'' Siska mundur beberapa langkah karna takut.
''Aku bertanya apa yang sedang kau masak?'' Tanya Gano tanpa mengalihkan matanya dari Siska..
''Aku sedang mengahangatkan makanan.''
''Ouhh..''
Gano melangkah maju mendekati Siska, sedangkan Siska mundur kebelakang hingga terpojokkan dan tidak bisa lari kemana pun. ''A ap aaaapa mau mu?'' Siska tergagap..
''Mau ku? mau ku kau tidak ikut campur dalam urusanku! lebih baik kau diam dan jangan bicara apapun pada majikan mu itu, kalau tidak!'' Gano sejenak diam memandang Siska dengan tajam. ''Kalau tidak wajah mu yang cantik ini bisa aku rusak dalam sekejap! apa kau mengerti.'' Ancam Gano yang membuat Siska takut..
Bagaimana Gano bisa mengetahui jika Siska tahu perselingkuhan dia dan Maria??
•
Flashback beberapa jam yang lalu•
Ternyata saat Siska keluar dari kamar itu, Maria pun keluar dari kamar mandi dan melihat jika pintu masuk tertutup membuat Maria mengerutkan keningnya..
''Siapa yang datang?'' Gumam Maria melangkah untuk membuka pintu dan melihat keluar, alangkah terkejutnya Maria saat ia melihat pembantu dari Kaleea tengah berlari yang mana membuat Maria menyimpulkan jika Siska sedari tadi berada di kamar ini..
''Shiiit!!
Maria langsung berlari di mana Gano masih membaringkan tubuhnya di ranjang.
''Gano heiii bangun!'' Maria mengguncang tubuh Gano..
''Ummm apa?''
Maria pun menceritakan jika dia melihat pembantu Kaleea berlari dari sini, dan menyimpulkan jika Siska melihat apa yang sedang mereka lakukan..
''Apa kau yakin?''
''Aku sangat yakin! cepat susul dia sebelum dia berbicara pada Kaleea.''
Gano pun bergegas pergi ke toilet untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu..
•
Flashback Off•
Gano masih memandang Siska dengan tajam, bahkan Gano merampas ponsel milik Siska dan membanting ponsel itu ke lantai..
Braaakkk..
''Aaahhh ponsel kuuuu.'' Teriak Siska dalam hati menjerit..
''Ingat! jangan pernah macam-macam denganku, ini hanya peringatan kecil! tapi jika kau masih ngeyel kau akan tau akibatnya.'' Ucap Gano melangkah pergi dari arah dapur..
•
...•°•°•°•°•...
......JANGAN LUPA LIKE.KOMEN.VOTE ......
...BUNGA SEKALIAN DONK...
__ADS_1