
...•••••...
Di sebuah balkon vila, duduk seorang pria berparas tampan menunggu asistennya datang. Hingga tak lama orang yang dia tunggu nongol juga.
''Ini Tuan.'' Mark menyodorkan amplop berwarna putih pada Dayan.
''Apa ini Mark?''
''Itu adalah hasil pemeriksaan dari obat yang sering kau minum Tuan. Dan hasilnya 95% bisa mengikis ingatan mu mulai dari sekarang dan masa lalu mu. Dan obat ini juga yang menyebabkan Tuan tidak ingat apapun setelah mengalami kecelakaan.'' Tutur Mark membuat Dayan terkejut dan langsung membuka kertas itu..
Alahkan terkejutnya Dayan saat ia mengetahui fakta yang dia dapat. ''No, ini tidak mungkin bukan.''
''Sulit di percaya, tapi ini kenyataan yang harus anda ketahui Tuan.''
''Tapi, untuk apa mereka menghilangkan ingatanku? apakah ada sesuatu yang penting?''
''Itu yang saya sedang selidiki tuan, sepertinya ada sesuatu yang di sembunyikan oleh nyonya besar dan hanya kepala mansion lah yang tau segalanya.''
''Aaaahh, ini sulit di percaya!'' Dayan menghela nafas dan memijat pelipisnya yang pening secara mendadak. ''Baiklah Mark, tolong urus dan selesaikan semuanya.''
''Baik tuan.'' Mark mengangguk lalu pergi meninggalkan Dayan yang sedang berpikir, bagaimana sang ibu bisa melakukan ini semua padanya. Apa yang sebenarnya terjadi padanya, dan kecelakaan apa yang sudah menimpa dirinya bahkan Dayan sama sekali tidak mengingatnya..
Ketika Dayan sedang di landa kebingungan, netra matanya melihat gadis kecil yang selalu membuat ia tersenyum ketika melihatnya. ''Gadis kecil itu mengingatkan ku pada seseorang, tapi siapa yaaa?'' tanya Dayan pada dirinya sendiri.
Dayan melangkah untuk menghampiri Dayyi yang sedang bermain, entah mengapa Dayan merasakan sesuatu yang nyaman ketika berdekatan dengan Dayyi walau pun ia selalu membuat gadis kecil itu kesal karna terus menggoda nya..
•
•
•
''Hei gadis kecil, kau sedang apa?'' Tanya Dayan berjongkok melihat Dayyi yang sedang bersembunyi di balik kursi.
Dayyi menoleh dan mencibikkan bibirnya. ''Ck, bisakah paman sekali saja tidak menggangguku!'' ketus Dayyi tak suka.
''Aaa ahh, kau membuat masalah yaaa? we'll see, what trouble do you make little girl(kita lihat, masalah apa yang kau perbuat gadis kecil).'' Dayan celingak-celinguk melihat sekitar..
''Haiisss.'' Dayyi memutar matanya dengan malas. ''Aku sudah memecahkan barang milik orang lain.'' ujar Dayyi tidak berani keluar dari persembunyian nya.
Dayan yang sudah tau masalahnya, dia pun duduk di sebelah Dayyi dan bersembunyi bersama. Lalu Dayan memberi tahu Dayyi jika dia sedang kebingungan dengan permasalahnya yang rumit.
Ketika Dayyi akan menjawab, mereka di kejutan dengan seseorang yang meneriaki Dayyi jika Dayyi lah yang merusak barangnya dan harus bertanggung jawab.
Dayan tak tinggal diam, ia dengan segera menyelesaikan permasalahan Dayyi yang merusak barang milik pengunjung. Dayyi yang merasa terharu langsung memeluk Dayan dan mengucapkan terima kasih sudah mau menolongnya..
Entah mengapa saat Dayyi memeluknya untuk pertama kali, membuat gerataran aneh dalam dirinya hadir. Rasa hangat menyeruak dalam kalbu, menelisir kedalam hatinya akan rasa ingin melindungi dan selalu bersamanya..
Dayan tersenyum mengusap pundak kecil milik Dayyi dengan lembut, hingga pelukan itu terlepas saat Shasha memanggil nama Dayyi..
__ADS_1
''Dayyi kau sedang apa?'' Tanya Shasha membuat Dayan dan Dayyi menoleh secara bersamaan.
Dayan yang melihat Shasha langsung tersenyum cerah, hatinya berdebar layaknya gendrerang yang bertabuh begitu cepat dan nyaring terdengar.
''Kamu.''
''Kau.''
Keduanya saling melempar senyum, mereka mengenali satu sama lain saat tak sengaja bertubrukan di depan toilet tadi pagi.
''Dayyi kemarilah.''
Dayyi dengan patuh melangkah dan berdiri di sisi Shasha.
''Apa gadis kecil ini anakmu?'' Tanya Dayan melihat Dayyi dan Shasha secara bergantian.
''Yaa she is my daughter.''
''She is beautiful like you.''
''thank you.''
''Eleh, cantik! masaaaa.'' ledek Dayyi saat ia mengetahui jika paman yang sering berdebat dengannya menyukai sang ibu. ''Mom, apa kau tau? jika paman ini dari kemarin meledekku.'' adu Dayyi membuat Dayan melototkan matanya.
''Gadis kecil ini harus di lakban mulutnya.'' gumam Dayan dalam hati merasa gemas.
''Yaaa aku hanya becanda, kenapa di anggap serius.'' elak Dayan.
Dayyi mencibikkan bibirnya. ''Alasan.''
''Sweetyyy.'' Shasha memperingati Dayyi agar berlaku sopan. ''Bukankah kau ingin memetik blueberry?''
Plak.. Dayyi menepuk jidatnya karna ia hampir saja lupa. '' Aku lupa mom, Ayoo kita pergi sekarang.''
''Ayoo.''
''Eith tunggu, kalian mau kemana? boleh aku ikut?''
Dayyi dan Shasha saling pandang lalu mengangguk, bagi Dayyi tak ada waktu lagi untuk berdebat dengan Dayan karna ia begitu ingin memetik buah blueberry dari pohonnya langsung..
Sementara Dayan begitu senang saat ia di perolehan untuk ikut. Dalam benak Dayan, ia ingin mengenal lebih jauh dengan wanita yang berhasil membuat jantungnya berdetak kencang..
•
•
Sesampainya di kebun blueberry, Dayyi sangat antusiasi dan berlari kesana kemari memetik blueberry. Sedangkan Dayan dan Shasha berjalan beriringan sambil mengobrol..
__ADS_1
''Apa tidak ada yang marah jika kau berjalan denganku?'' Tanya Dayan membuat Shasha bingung.
''Uumm maksudnya?''
''Pacar kamu, atau suami mu? kenapa dia tidak ikut.'' Dayan bertanya dengan hati-hati, sedangkan Shasha hanya terkekeh menanggapi nya dengan santai.
''Aku tidak memiliki pacar atau suami, aku hanya seorang diri.''
Dayan terdiam dan mengangguk, namun dalam hati ia senang karna mungkin ada kesempatan untuk masuk dan bergabung dengan keluarga kecil mereka.
•
Ketika Dayan dan Shasha sedang berjalan, Shasha tak sengaja terpeleset hingga ia terjungkal kebelakang dan sialnya Shasha menarik baju bagian belakang Dayan hingga Dayan pun berbalik dan terjatuh menimpa tubuh Shasha..
Bruuugghh..
Kedua insan manusia itu saling pandang cukup lama, membuat Dayan teringat akan sesuatu. ''Sha Shaa.'' Ucap Dayan saat mata mereka saling terkunci..
Deg..
Jantung Shasha hampir saja keluar dari tempatnya, saat pria yang ada di atas tubuhnya menyebutkan nama aslinya.
''Shasha. Aahkkk.'' Dayan merasakan sakit di bagian kepala dan telinganya yang berdengung sangat nyaring.
''Aaaaaahhh.''
Dayan berteriak kesakitan, membuat Shasha tersadar dari rasa keterkejutan nya. ''Are you oke?''
''Aaahhhh ini menyakitkan!'' Dayan meremas rambutnya, saat sekelebat bayangan dan kejadian berputar di dalam otaknya.
Shasha mencoba bangun dan membenarkan posisi mereka lalu duduk dan bertanya pada Dayan. ''Heiii sadarlah tuan.'' Shasha menggoyangkan bahu Dayan.
Dayyi dan orang-orang yang ada di perkebunan mendengar ada teriakkan langsung menghampiri ke pusat suara itu.. ''Is everything okay?(Apa semua baik-baik saja)?'' Tanya salah satu orang yang berkerumun.
''Tidak, ini tidak baik-baik saja! tolong angkat dia dan bawa ke kamarnya.''
Semua orang menggotong tubuh Dayan menuju ke kamarnya, Shasha dan Dayyi pun ikut serta mengantarkan Dayan. apa lagi Shasha merasakan ke khawatiran yang luar biasa saat Dayan tau nama aslinya.
''Siapa dia sebenernya, kenapa pria ini mengetahui nama asliku yang sudah aku buang selama 6tahun lebih.'' Gumam Shasha dalam hati dengan penuh kebimbangan.
•
...••••...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...
...Akankah Dayan kali ini ingat dengan Shasha?...
...🤔...
__ADS_1