Mr. Perfect Vs Mrs. Ceroboh

Mr. Perfect Vs Mrs. Ceroboh
Mr. Perfect Vs Mrs. Ceroboh ~S2


__ADS_3

''Kaleea tunggu, ada apa dengan mu?'' Shasha mencekal pergelangan tangan Kaleea.


''Ada apa denganku? ada apa dengan mu Sha! kemana selama ini kamu pergi? kenapa kamu tidak pulang melihat keluarga mu yang selalu mencari mu hingga sampai saat ini!'' bentak Kaleea yang sudah tidak bisa menyembunyikan kekesalannya lagi.


''Aku memiliki alasan mengapa aku pergi Le, kamu nggak bakalan mengerti.''


''Alasan apa? alasan apa yang membuat mu pergi dan membuat ibu menjadi gila! yang selalu memikirkan putrinya dan berpikir jika putrinya kedinginan di luar sana. Apa alasan mu pergi karna kamu hamil di luar nikah IYAA?''


Deg.


Shasha tertegun mendengar jika Kaleea mengetahui jika dirinya hamil. ''Ak_ aku.''


''Kenapa kamu tega Sha? kenapa kamu tega membuat seorang ibu selalu menangis di setiap malam, ibu selalu memandang poto anak perempuan satu satunya selama enam tahun lebih Sha. Kenapa kamu tidak jujur Sha? kam__'' Kaleea tak melanjutkan perkataannya saat Ryan muncul.


''Hon.'' Panggil seseorang dari arah belakang Shasha, membuat jantung Shasha berdetak untuk kedua kalinya saat ia mendengar suara sang Kakak yang tidak jauh darinya..


''Is everything okay?(Apa semua baik baik saja?)'' Ryan melangkah mendekati Kaleea dan Shasha..


Tap.. Tap.. Tap..


Suara sepatu terdengar seperti adegan slowmotion saat mendekat ke arah Shasha, membuat hati Shasha bimbang tak karuan seakan dia belum siap untuk bertemu kakaknya..


Shasha akan melangkah pergi, namun Kaleea mencekal tangan Shasha dengan kuat hingga Shasha tidak bisa pergi atau lari. ''Lepaskan aku Le, aku belum siap.'' mohon Shasha


Kaleea menoleh pada Shasha dan menggelengkan kepalanya. ''Jangan pernah lari dan mengulangi kesalahan yang sama Sha.'' ucap Kaleea, yang langsung menepis tangan Shasha dengan kasar hingga Shasha terjungkal kebelakang.


Untung saja Ryan dengan sigap menangkap tubuh Shasha sehingga kedua mata kakak beradik itu saling pandang. Ada yang bergetar tapi bukan getaran cinta pada pandangan pertama, melainkan getaran rasa rindu satu sama lain yang sudah lama tidak berjumpa.


''Sha Sha.''


''Kak.''


Ryan langsung memeluk sang adik dengan erat, rasa marah yang selama ini Ryan pendam sinar sudah saat ia melihat sang adik sehat dan baik-baik saja. ''Ah ya Tuhan, apa ini sungguh adik kecilku! aku tidak bermimpi kan?'' Ryan menangkup wajah Shasha dan memastikan jika penglihatannya baik baik saja.


Kaleea yang melihat itu tersenyum, setidaknya dia sudah meluapkan emosi yang ada di dalam hatinya. Lalu Kaleea membawa mereka semua ke tempat dimana mereka bisa mengobrol dengan nyaman, termasuk Dayan dan Dayyi ikut bersama Kaleea dan Ryan ke hotel dimana mereka menginap.


__ADS_1



HOTEL•


Setelah Shasha menceritakan semua yang telah dia alami selama enam tahun belakangan ini, membuat Ryan dan Kaleea merasakan sakit saat membayangkan sang adik membesarkan anaknya seorang diri tanpa keluarga di sisinya..


Shasha pun menceritakan jika dia baru bertemu dengan Dayan, lalu menceritakan semua yang dia ketahui. Awalnya Ryan dan Kaleea tidak begitu percaya, namun saat Dayan menceritakan tentang kejadian terakhir di pesta pernikahan dan apa saja kebiasaan Ryan terutama Kaleea yang Dayan sangat kenal baik.


Membuat Kaleea percaya bahwa di depannya adalah Dayan. Sang asisten pribadi kakaknya.. ''Woaahh tapi walau begitu, ibu mu tidak gagal oprasi dari ujung kaki sampai ujung kepala dan hasinya menakjubkan.'' Kaleea mengacungkan dua jempolnya.


Ryan menyepitkan kedua matanya, membuat Kaleea kikuk lalu menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Sedangkan Ryan menggelengkan kepalanya tak percaya bahwa ada seorang ibu seperti itu pada anaknya.


''Ayo kita pulang, ibu sangat tersiksa kehilangan mu begitu lama.''


''Tapi aku takut Kak.''


''Apa yang harus di takutkan, ibu pasti sangat bahagia karna kamu pulang. kebetulan semua keluarga akan berkumpul karna Dhea anaknya Aunty Yanti mau menikah.''


Dayan menggenggam tangan Shasha dan mengangguk. ''Ayo kita hadapi sama sama.''








HARI YANG BERBEDA•


Kaleea dan Ryan serta Dayan, Shasha dan Dayyi sudah berada di dalam pesawat menuju pulang ke negara mereka yaitu Dubai.. Butuh waktu sekitar 6jam 10mnt dari bandara Zurich ke bandar udara internasional Dubai..


Shasha turun dari pesawat dengan jantung yang berdetak kencang, keringat di tangannya semakin banyak dan menetes. Shasha masih takut jika sang ibu tidak mau menerima dirinya lagi, namun Dayyi dan Dayan menyemangati dirinya..

__ADS_1


Mereka semua masuk ledalam mobil menuju ke rumah Aunty Yanti, karna semua keluarga tengah melakukan ritual henna untuk sang pengantin wanita..


•••


Di rumah Yanti•


Semua orang tengah memakaikan henna di tangan Dhea secara bergantian, kini giliran Tuti menuliskan hiasan henna di tangan Dhea. Dengan perlahan tapi pasti Tuti membuat pola bunga di tangan Dhea, namun gerakkan itu terhenti saat tiba-tiba jantungnya berdetak kencang..


Seakan pirasat seorang ibu tau jika anaknya telah kembali, Tuti langsung menoleh ke arah pintu masuk yang besar dan terbuat dari kayu jati.. ''Putriku.'' ucap Tuti membuat semua orang terdiam dan saling pandang..


Tuti menjatuhkan henna yang ada di tangannya, lalu kakinya melangkah ke arah pintu keluar dengan tergesa-gesa.. ''Putriku telah kembali.'' gumam Tuti dengan derai air mata yang sudah tidak bisa di bendung lagi.


Namun Tuti merasa kecewa karna yang turun dari dalam mobil adalah orang lain, membuat hati seorang ibu terkikis dengan rasa sakit karna merindukan anaknya.. Tuti menghela nafas dengan pasrah, lalu kakinya ingin melangkah masuk kedalam rumah.


Tapi langkah terhenti saat ia melihat dua buah mobil masuk kedalaman mansion, dan keluarlah Kaleea dan Ryan membuat Tuti tersenyum senang. Setidaknya rasa sakitnya tidak terlalu dalam dan bisa di obati dengan kehadiran anak dan menantunya..


''Ibuuu.'' Teriak Kaleea dengan semangat melambaikan tangannya.


Tuti tersenyum lebar, namun senyuman itu luntur ketika netra mata nya melihat seorang gadis cantik yang dia kenal keluar dari dalam mobil. Air mata terjatuh tanpa bisa di komando, saat Tuti melihat anak perempuannya di depan matanya..


Tuti melangkah Shasha pun melangkah menghampiri sang ibu, keduanya hanya diam dan saling pandang dari kejauhan..


''Shasha putriku.''


''Ibuuuuu.''


Hiksss.... kedua saling berpelukan dengan tangis yang pecah karna masih ada kesempatan untuk bertemu, Shasha meminta maaf dengan sepenuh hati karna sudah membuat Tuti khawatir.


''Maafkan aku ibuuu, aku terlalu takut untuk pulanggg maafkan anakmu ini yang selalu membuat mu menderitaa Hissskk .'' ucap Shasha yang masih memeluk sang ibu..


Sedangkan Tuti tak sepatah kata pun keluar dari dalam mulutnya, ia masih menangis bahagia karna akhirnya di usianya yang sudah mulai menua dia masih di beri kesempatan untuk bertemu putrinya..



...••••...


...LIKE.KOMEN.VOTE ...

__ADS_1


__ADS_2