
Tok.. Tok.. Tok..
''Pak, ini obatnya.'' Teriak Siska dari luar pintu.
''Masuk.''
Siska membuka pintu sambil cengar cengir menghampiri Ryan lalu menyodorkan obat yang di pesan sang majikan. ''Ini Pak.''
''Terima kasih, kembalian nya untuk mu saja.''
''Woah yang bener Pak? hehe terima kasih pak, mayan besok buat beli bakso yang suka keliling kompleks.''
''Hemm pergilah, oh iya ini ponselmu.''
Siska diam sejenak memandang Majikannya dengan bingung lalu melirik ponselnya, seingat Siska sebelum pergi ia menaruh ponselnya di meja! kenapa sekarang bisa ada di tangan Ryan?
''Pak, iniiii.''
''Iyaaa, tadi Tantan berbicara padaku jika hp mu rusak! untuk itu aku melihatnya untuk memastikan ponselmu tapi ternyata ponsel mu baik-baik saja.
''Ouhh.'' Siska mengangguk mengambil ponselnya lalu pergi dari ruangan Ryan, melangkah ke arah kamarnya untuk istirahat setelah seharian dia bekerja.
Sepeninggalan Siska, Ryan memeriksa ponselnya karna orang misterius itu mengirimkan pesan lagi. Namun kali ini dia mengirimkan gambar dimana Satria sedang memeluk Kaleea dari belakang.
''Iniiii.''
Ryan pun mengirimkan poto itu pada Satria dan meminta penjelasan dari temannya. Namun cukup lama Ryan menunggu tak ada balasan dari Satria yang mana membuat kepala Ryan pening dengan teka teki siapa yang mengirimkan pesan padanya..
__ADS_1
Ryan pun mengirimkan pesan pada Satria untuk mengajak dia bertemu, karna Ryan tidak boleh gegabah dan menuduh sembarangan dalam melakukan sesuatu..
•
•
Disisi lain•
Seorang gadis tengah terbaring melihat langit-langit kamarnya, lalu mengeluarkan sesuatu dari bawah bantal yang selama ini menemani menemani tidurnya..
''Mungkin langkah ku ini salah, tapi aku menyukaimu saat pertama kita bertemu. Aku memang tidak tau diri masih menyukai mu di saat kamu sudah memiliki istri, tapi cinta ini sudah lama aku pendam tapi kenapa kau tidak pernah melihatku sebentar saja.'' Gumam seorang wanita dalam hati sambil meraba satu poto yang ada di tangannya, dimana poto itu memperlihatkan masa sekolah putih abu abu yang dimana salah satunya ada Ryan..
•
Flashback On•
...•••••...
''Pakailah, jangan sampai kau sakit.'' Ucap Ryan tanpa melihat siapa yang dia beri jaketnya..
Gadis itu dengan malu-malu mengambil jaket Ryan, lalu memakainya. ''Te_ terima kasih Kak.''
''Hem..''
Ryan pergi saat angkot yang dia tunggu sudah ada di depan, lalu masuk kedalam angkot dan melipat payungnya tanpa menoleh sedikit pun pada gadis yang dia tolong..
Sedangkan gadis itu tersenyum malu-malu dengan jantung yang berdebar, ia tidak menyangka jika Kakak kelas yang terkenal sangat populer di sekolah mau menolongnya.
__ADS_1
''Jantungku.''
Dari hari itulah, gadis itu selalu menjadi bayangan bagi Ryan tanpa terlihat dan di sadari, hanya untuk berdekatan dengan orang yang dia suka sampai mendarah daging..
Gadis itu sempat menyerah saat Ryan berkuliah di luar negri dan menjalani kehidupannya, namun beberapa minggu kebelanag ia dengan tidak sengaja bertemu kembali dengan Ryan yang mana hati yang dulu padam kini berkobar dan mengibarkan bendera untuk perang..
•
Flashback Off..
•
Gadis itu tersenyum dengan jantung yang masih berdebar saat ia melihat poto Ryan. Sesekali ia mencium poto itu dan berharap jika poto mereka bisa bersanding untuk selamanya..
Dia tau jika ini salah, tapi hati tidak bisa berbohong jika dia sangat mencintai Ryan. Salahkan hati dan perasaannya yang masih saja berharap jika Ryan kelak akan menjadi suaminya..
''Kau sedang apa?'' Tanya seseorang yang membuat dia langsung menyembunyikan poto yang dia pegang di bawah bantal..
•
•
Yang jadi pertanyaan siapa gadis ini?
...Jangan lupa LIKE.KOMEN.VOTE...
...Bunga juga boleh...
__ADS_1
...🤗🤗🤗🤗...
...Makasih sudah selalu setia menunggu up...