
Pagi hari menyambut kediaman Ryan nampak tenang damai, tidak ada gaduh dari Kaleea yang biasanya selalu membuat ulah dimana pun dan kapan pun karna perutnya yang semakin membesar. Kaleea dan Ryan sudah tidak sabar menunggu Baby G yang akan segera hadir ke dunia, mungkin kisaran bulan depan sudah lahir..
Kaleea membuka kelopak matanya di sambut senyuman dari sang suami yang ternyata sudah bangun terlebih dahulu..
''Good morning sweet heart.'' Ryan mencium kening Kaleea..
''Good miring too.'' Kaleea sedikit menggeliatkan tubuhnya, lalu memeluk Ryan dengan erat walau terhalang oleh perut buncitnya..
''I love you, I love you, I love you. I will never get tired of telling you I love you, and thank you for being in my life(Aku tidak akan pernah bosan mengatakan aku mencintaimu, dan terima kasih telah ada dalam hidupku).''
''I love you more baby(Aku lebih mencintaimu sayang). Ayo bangun dan bersihkan tubuhmu karna aku sudah menyiapkan air hangat, bukankah kita ada jadwal cek up dan melihat perkembangan baby G.''
''Hemm, baiklah aku akan mandi terlebih dahulu.'' Kaleea bangun dan turun dari ranjang di bantu oleh Ryan..
''Hati-hati Hon, biar aku bantu ke kamar mandi.''
''Tidak perlu Yank aku masih bisa kok.''
''Yasudah kalau begitu aku mau ambil susu di bawah yaa, hati hati saat di kamar mandi.''
Kaleea mengangguk lalu masuk kedalam kamar mandi, namun baru saja masuk dan akan menutup pintu, kaki Kaleea tak sengaja terpeleset hingga terjatuh ke lantai..
Bruuughhh...
Aaahhhh...
Jerit Kaleea membuat Ryan yang ada di ambang pintu kamar langsung menoleh dan berlari ke arah kamar mandi, dan terkejut melihat istrinya sudah tergeletak menahan sakit.
''Astagfirullah Hon, kamu tidak apa-apa.'' Ryan memeluk Kaleea dan memeriksa keadaannya..
__ADS_1
''Yank perut aku sakit.'' Keluh Kaleea dengan lirih merasakan sakit di perutnya.
Mata Ryan langsung turun ke arah perut ketika Kaleea mengeluh sakit, namun matanya melotot seketika melihat darah yang keluar dari paha..
''You're bleeding(Kamu berdarah)!" Ryan dengan susah payah menggendong Kaleea, dan segera membawanya ke rumah sakit karna khawatir terjadi sesuatu pada istri dan calon anaknya..
''Kak Ryan ada apa?'' Tanya Tantan minat Kaleea di gendong dengan keadaan muka yang sangat panik.
''Kakak mu jatuh, kabar Ummah dan Abba serta ibu. Kakak akan bawa Kaleea ke rumah sakit terdekat.''
''Hah iya kak.'' Tantan bergegas mengabari Lintang dan Omar..
•
•
•
Takut, sedih, khawatir begitulah yang Ryan rasakan saat menunggu kabar dari dokter yang sedang menangani istrinya di dalam sana. Ryan merasa bersalah pada sang istri karna tidak becus menjaganya, tak berapa lama dokter keluar membuat Ryan langsung menghampirinya.
''Dok, bagaimana keadaan istri saya.''
''berdo'a lah supaya anak dan istri anda baik-baik saja, kita para dokter akan melakukan operasi cesar karna air ketuban sudah pecah akibat benturan yang sangat keras di bagian belakang.
''Lakukan apapun dok, selamatkan istri dan anak saya.'' Lirih Ryan tak berdaya..
''Baik, kami akan melakukan yang terbaik dan silahkan mengurus administrasi nya tuan.''
Ryan mengangguk dan segera mengurus administrasi, agar anak dan istrinya segera di tindak lanjuti. Ryan tidak bisa membayangkan jika terjadi sesuatu pada Kaleea, bagaimana bisa ia hidup tanpa seorang Kaleea yang selalu membuat ulah, terlebih Kaleea sangat menantikan kelahiran baby G sejak lama..
__ADS_1
•
•
•
Di sisi lain•
Gano yang berada di kamarnya tengah memasukkan beberapa baju kedalam tas, Tak berapa lama sang ibu datang menghampiri..
''Kau mau kemana Nak?''
''Aku akan pergi ke Indonesia Mom.''
''Untuk apa kamu pergi ke Indonesia? pernikahan kamu itu tiga hati lagi Gano.'' Tanya Lulu melihat anaknya sedang mengemasi barang.
''Ada urusan mendadak yang harus aku selesaikan terlebih dahulu Mom, tapi aku berjanji akan pulang sebelum pernikahan di gelar.'' Ucap Gano mencium kening sang ibu.
''Apa Maria tau?''
''Tentu saja Mom, aku hanya sehari di Indonesia.''
''Baiklah hati-hati di perjalanan.''
''Oke, aku berangkat dulu ya Mom.'' Gano melangkah dari kamarnya berjalan keluar dari rumah menuju mobil yang akan membawanya ke bandara..
Gano akan menyelesaikan masalahnya terlebih dahulu dengan Siska, walau entah mengapa ada hati sedikit tak rela berpisah dengan wanita yang sudah menguasai separuh hatinya tanpa Gano sadari..
•
__ADS_1
...•••••...
...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA....