
Ryan keluar dari kamar mandi dengan wajah dan badan segar setelah membersihkan tubuhnya dari keringat. Ia berjalan ke arah kamar sambil mengeringkan rambutnya menggunakan handuk kecil, namun Ryan terdiam di depan pintu kamar yang terbuka melihat jika istrinya sedang melipat beberapa kemeja dan barang lainnya ke dalam koper.
Ryan akan melakukan perjalanan bisnis bersama atasan nya, sebenarnya Ryan menolak awalnya dengan cara halus nan sopan. Namun apalah daya jika dia hanya karyawan yang tidak mungkin bisa menolak permintaan atasannya jika keukeuh harus ikut juga.
Terlebih ini bukan kali pertama bagi Ryan ikut dengan Tuan Danesh pepergian melakukan perjalanan bisnis. Ryan sudah cukup sering di lihatlah oleh Tuan Danesh, namun kali ini terasa berbeda karna ia harus meninggalkan istrinya sendirian dengan waktu yang cukup lama..
•
•
•
Ryan melempar anduk kecil lalu berjalan dan memeluk Kaleea dari belakang. ''Maaf Hon, harus meninggalkan mu sendirian.'' Bisik Ryan menggelitik telinga Kaleea.
''Gak papa Kak, nanti aku suruh si Neon nginep di sini ajaaa emangnya berapa hari Kakak pergi?''
Ryan terdiam.''Ummm Sekitar satu minggu Hon.''
Kaleea langsung menghentikan kegiatannya, lalu membalikkan badan dan menatap suaminya. ''Seminggu? lama banget siiihhh.'' Keluh Kaleea melingkarkan kedua tangannya di leher Suaminya..
Sementara Ryan memeluk pinggang Kaleea dan merapatkan kedua dadanya dengan dada Kaleea yang kenyal seperti Squshy. '' Habis gimana lagi? Kakak udah nolak, cuma yaaa Kakak gak bisa apa-apa sebagai bawahannya.''
''Ya sudah hati-hati di sana, jaga mata jaga hati jangan sampai ke lain hati.'' Ucap Kaleea memeluk Ryan, namun Ryan malah mengerutkan keningnya..
''Kata-kata mu seperti lirik lagu yang pernah Kakak dengar?''
''Emang itu lirik lagu hehehe, karna Kakak akan pergi selama ituuuu maka izinkan hamba untuk melayani Pangeran malam ini sebanyak tujuh ronde.'' Kaleea menepuk dadanya sombong.
Thak_
Aiii_
Kaleea mengiris saat jidatnya di sentil..
__ADS_1
''Kakaaaakkk.'' Kaleea menatap tajam suaminya yang sedang tertawa..
''Kamu serius tujuh ronde? dua ronde saja sudah merengek minta berhenti.'' Ledek Ryan melepasakan pelukannya, lalu mengambil baju untuk dia pakai..
''Kalau begitu ayo kita buktikan? Kaleea merebut baju yang akan Ryan pakai, lalu melemparkan baju itu kesembarang arah..
''Hon, kenapa baju nya di lempar! aku kedinginan.''
''Kalau begitu biar aku panaskan.'' Kaleea tersenyum sambil menaik turunkan kedua alisnya..
''Hon, Kamu Ouwww.'' Tangan Ryan di tarik paksa oleh Kaleea hingga Ryan terlentang di atas kasur.
Brugh__
Ryan mencoba bangun, tapi Kaleea langsung menduduki perut bawah Ryan hingga ia tidak bisa bangun karna Kaleea menahannya.
Kaleea tersenyum nakal yang tercetak jelas di wajah tengilnya, bahwa kali ini Ryan tidak akan selamat dari cengkraman nya..
''Sssuuuttt dengar ini Ryan Adiwangsa, jangan berharap kau lolos untuk malam ini! karna kita akan berpisah selama satu minggu, maka kau harus memuaskan dahagaku dengan tubumu.'' Jari jemari Kaleea meraba dada bidang milik Ryan turun ke perut sambil menjil**ti putin**nya beberapa kali..
Membuat Ryan memejamkan matanya, saat lidah Kaleea tengah menyapu perut bawahnya dan ia merasakan hawa panas dan menggelora keluar dari dalam tubuhnya.
''Sssss aaahhh__Hon, aku harap kau tidak akan menyesali nya.''
Aahhh..
Kaleea berteriak saat Ryan membalikkan tubuhnya, hingga posisi Kaleea berada di bawah tubuh Ryan.
Ryan langsung mencium bibir Kaleea lalu melepasakan baju yang Kaleea pakai hingga tubuh Kaleea polos seperti bayi, hanya meninggalkan benda keramat persegi tiga menutupi Momokinya..
Aaahh__
Kaleea meremas rambut Ryan, karna dia merasakan geli saat kedua Squshy nya di remas dan di luma** dengan lembut menggunakan lidahnya..
__ADS_1
Kecupan kecupan hangat itu membuat keduanya menginginkan lebih dari sekedar berciuman atau remasan, deru nafas keduanya saling mengelusi satu sama lain begitu dekat dan merapat dengan kulit yang tidak terbungkus apapun..
Eeemmhh__
Geraman dari mulut Kaleea lolos begitu saja saat Ryan bermain di bawah sana bersama Momokinya, sungguh. Bagi Kaleea inilah moment yang sangat dia suka ketika mereka bercinta.
Kaleea selalu puas dan merasa di manjakan, ketika Ryan bermain dengan sangat profesional di bawah sana. Sampai-sampai Kaleea tidak bisa diam menahan nikmat yang sedang dia rasakan..
Dua orang yang sedang di kabut gairah saling mencicipi satu sama lain, sentuhan Ryan sangat lah lembut dan memuja hingga membuat Kaleea nyaman..
Kedua orang itu saling menyatukan tubuhnya, hentakkan, decitan kulit saling beradu membuat syahdu di indra pendengaran mereka..
Keringat dari keduanya saling bercucuran, mereka tidak memiliki rasa lelah saat keduanya bermain kuda kudaan dengan kuda jingkrak menerobos alam goib. Hingga butiran dan deru nafas menjadi saksi saat Ryan terus bergerak cepat dan semakin cepat saat merasakan sesuatu yang akan keluar dari dalam perutnya..
''Kak akh_ aku.''
''Keluarkan bersama sayang.''
Ahhhhkkk..
''Kaleea Aaargh..''
Ryan menggeram saat merasakan para kecebongnya meledak di dalam sana dan memenuhi rahim sang istri. Dalam hati Ryan berdoa, semoga ada Ryan Junior yang akan tumbuh di dalam sana..
Cup.. Cup.. Cup..
''Makasih sayang, kau memang luar biasa.'' Ryan ambruk di sisi Kaleea lalu menarik tubuh Kaleea dalam dekapannya, Tak lama mereka berdua tertidur dengan lelap menuju alam mimpi yang indah..
•
...••••...
...LIKE.KOMEN.VOTE...
__ADS_1