
DI RESTORAN•
...•°•°•°•°•...
Dua pemuda berwajah tampan sedang duduk dengan tenang, membuat para wanita di meja masing-masing mencuri pandang pada Affan dan Dayan.
Para gadis sedang berandai-andai di benak mereka masing-masing, kalau salah satu pemuda itu adalah suami merekaungguh betapa bahagianya hidup mereka memiliki pasangan yang sangat tampan dan cool..
Ohhh indahnya dunia perhaluan...
Khem..
Dayan berdehem lumayan keras, melihat jika atasan nya ini sedang senyum-senyum sendiri membuat Dayan curiga. ''Cucu dari seorang Arrashid, cengar cengir sendiri udah kaya ODGJ.'' Kelekar Dayan yang membuat Affan langsung menoleh dan melemparkan potongan steack ke wajah Dayan, namun Steack itu malah asuk tepat di mulut Dayan..
Tuuunggg..
Hap..
"Ummmmm yumiii.''
''Dasar Asisten ******, aku kutuk kamu jadi Ta*i baru nyaho.''
''Coba aja kalau bisa, sebelum bos ngutuk aku jadi Ta*i! aku akan mengutuk mu terlebih dahulu Brooo.''
Affan mencibikkan bibirnya. ''iiisshhh, menjawabbbb saja.''
''Terus aku harus apa? diam gitu? dihhh punya bos nyebelin seperti anda, bisa-bisa saya mati muda dan belum merasakan yang mananya pewew mempepew..
''Mangkannya kawin! bentar lagi aku akan melaksanakan pernikahan dengan Yasmien..
Byuuurrrr..
Uhukk..
Uhukk..
Dayan tersedak minumannya sendiri, saat mendengar atasannya ini akan menikah dengan Yasmien. Bocil dengan sifat satu spesies dengan Kaleea..
''What! Seriusly! gak salah denger kan aku!! Dayan memastikan..
''Yaa, kemungkinan tiga hari lagi.''
__ADS_1
''Whattttt.'' Dayan berteriak kembali, bahkan kali ini dia begitu terkejut sampai ginjalnya ingin keluar dari tempatnya. ''Tidak adakah gadis lain selain Yash.? dia masih berumur 17thn dan masih sekolah, dasar pedofil.''
Pletaaakk...
Aiiii..
''Apa kau bilang! Heh, aku bukan pedofil Tapi aku terpaksa menikahi Yash karna suatu kesalah fahaman.''
''Eleh, terpaksa!! udah kaya di novel-novel aja terpaksa menikah, aku yakin jika kamu nikah sama Yash malam pertamanya pasti udah nyosor duluan.!!
''Dih ngobrol sama Elu mah gak asik, udah ah pulang dulu Byeeeee.''
Affan berdiri meninggalkan Dayan yang sedang mencibikkan bibirnya.
Sementara Affan keluar dari restoran dan berjalan ke arah mobil, namun netral matanya tidak sengaja melihat Sha Sha yang sedang duduk termerung di sebrang restoran. Mengaduk-ngamuk minuman di depannya dengan muka sembab..
Ingin sekali Affan menghampiri Sha Sha dan bertanya mengapa, namun dia tidak bisa, karna Ibusuri menghubungi nya terus menerus tiada henti dan menyuruhnya pulang!
Karna si biang onar yang dia rindukan dan suaminya sudah datang dari Indonesia, membuat Affan bersemangat untuk pulang.. Affan pun masuk kedalam mobil, lalu menjalankan mobilnya ke Qars tanpa memperdulikan Sha Sha yang sedang bersedih..
Sedangkan Sha Sha yang sedang duduk, sebenarnya dia tau jika ada Affan di restoran sebrang, membuat Sha Sha diam bersedih dan berharap jika Affan akan menghampirinya..
Namun Sha Sha harus menelan kekecewaan nya, saat dia tidak di perdulikan sama sekali oleh orang yang dia cintai sejak dulu. Membuat dada Sha Sha sesak tidak bisa bernafas..
Sejak dulu Sha Sha kecil hingga dewasa, pria yang ada di dalam hatinya hanya bernamakan Affan Arrashid seorang..
•°•
•°•
Sedangkan di kediaman Lintang, dia sedang menggerutu karna sang anak tidak pulang ke rumahnya terlebih dahulu. Padahal dia sudah menyiapkan semuanya untuk menyambut sang putri tercinta..
Namun Lintang juga tidak bisa berkata-kata, kala dia ingat jika sang anak sudah menikah dan wajib mengikuti apa kata suaminya..
Lintang pun menelepon sang besan, untuk meminta mereka semua makan malam di Qars miliknya dan tidak lupa Lintang mengabari calon besan untuk berkumpul keluarga. Tak tertinggal mengundang Lulu bersama keluarganya, sekalian juga akan menentukan tanggal pernikahan Affan dan Yasmien..
''Damini, apa semua sudah selesai? Lintang melihat para Art nya sedang sibuk membuat makanan untuk makan malam..
''Sudah selesai madam, tinggal di penasaran jika tamu sudah pada datang.' jawab Damini yang di angguki oleh Lintang..
Lintang berjalan ke arah ruangan sang suami, sambil membawa nampan berisi jus jambu kesukaan Omar.. ''Sayanggg.''
__ADS_1
''Yaa aku disini masuk.'' teriak Omar dari dalam, yang sebenarnya dia sedang berkomunikasi dengan seseorang di sebrang telpon sana..
Ceklekk...
Pintu terbuka bersamaan Lintang masuk kedakam. ''Ada apa sayang? Tanya Lintang melihat raut muka sang Suami..
''Ayman di temukan tak bernyawa di apartemen nya.'' ucap Omar yang membuat Lintang Shock..
''Hah!! yang benar Yank, kok bisaaaa.''
''Orang-orang ku sedang menyelidikinya, tapi besar kemungkinan jika kekasihnya terlibat dan masih ada perempuan satu lagi yang di curigai.''
''Siapa, Aurell.?''
Omar menagguk. ''Ada kemungkinan dia bisa jadi tersangka, karna dia sudah tidak berada di Paris lagi.''
Yasudah, kita doakan yang terbaik untuk semuanya, semoga Tuan Ayman di terima di sisinya. ''Ini minumlah..''
•°•
•°•
Di Indonesia•
Aurell sedari kemarin mondar mandri ke rumah Ryan, untuk memastikan jika Ryan sudah pulang atau belum. Namun Aurell mendapatkan jawaban yang sama sedari kemarin dari bii Mina, jika Affan belum kembali dari Bali yang membuat Aurell semakin cemas dan ketakutan..
''Bii, apa boleh minta nomer Ryan?''
''Bibi gak punya hp Non, lagian bibi udah tua dan tidak pantas memegang ponsel. Maaf ya non sekali lagi.'' Bi Mina pura-pura merasa bersalah dan bermuka watado (wajah tanpa dosa)
''hemmmhh, ya sudah lah Bii aku pamit dulu..''
''Iya non.''
Aurell melangkah ke dalam mobil dengan perasaan kecewa karna Ryan pergi, Ia tidak tau harus berbuat apa lagi untuk menghindari kejaran polisi...
Sedangkan bi Mina tak perduli dan masuk kedalam rumah kembali, bergabung dengan Tantan yang sedang menonton serial Mahabarata di salah satu chenel tv..
•
...•°•°•°•°•...
__ADS_1
...Jangan Lupa Like...
...LIKE.KOMEN.VOTE...