
APARTEMEN MARIA•
Tak pernah Maria bayangkan jika dia akan hamil dengan cepat, terlebih dia menghubungi Gano beberapa kali tapi ponsel Gano tidak aktif sama sekali.
''Ck, kemana sih dia! kenapa sedari kemarin tidak aktif.'' kesal Maria lalu membanting ponselnya ke sembarang arah. Maria merasa pusing karna tidak memiliki jalan keluar dengan apa yang tengah ia alami.
''Apa yang harus aku lakukan? apa aku gugurkan saja kandungan ku yaaa. Tapi aku harus gugurkan di mana? aku tidak tau tempat aborsi di mana. '' Gumam Maria memijat kepalanya yang pening..
Maria tidak mau sampai rencananya gagal gara-gara dia hamil, bagaimana pun caranya dia harus menjadi menatu dari keluarga besar Bilal. Jika dia tidak bisa memiliki Agam, maka dia akan menjerat Gano agar mau menikahinya..
•
Sementara orang yang Maria cari sedang bertukar saliva, bertukar keringat, bertukar lidah penuh kenikmatan di area dapur dengan istrinya.
''Arrgghh shiit aahhkk.! mengapa ini sangat nikmat.'' Racau Gano saat pinggulnya terus menghentak tiada henti, menghujami Siska yang sedang pasrah tengkurap di atas meja makan dengan satu kaki di tekuk ke atas meja.
DI sela ia sedang bercinta, Siska merasakan sedih dan terluka sangat dalam karna ia merasa jika Gano menikahinya hanya sebagai pemuas nafsu saja, lalu dimana ucapan sejak awal yang akan bertanggung jawab padanya. Ini bukanlah sebuah tanggung jawab tapi sudah menjerumus dalam kekerasan jiwanya..
Tidak munafik.
Sebagai wanita yang sangat perasa dan peka, Siska juga menginginkan berhubungan badan hanya dengan pria yang dia inginkan atau yang ia cintai. Tak ada gairah yang mendalam di setiap kali Gano melakukannya, karna tidak ada ikatan batin yang lebih dalam ketimbang sekadar aktivitas fisik bagi Gano..
Aahhkk.. Hmmpptt..
Gano mencengkram rahang Siska agar berbalik kebelakang lalu mencium bibir Siska dengan rakus, sambil terus menghujami Siska dari arah belakang dengan gaya guguk meng'gonggong...
Aarrgghh...
Desah Gano saat mengeluarkan para kecebong di dalam rahim Siska tanpa pengaman, bukan kali ini saja. Tapi Gano sedari kemarin melakukan tanpa pengaman dan, bagi Gano itu rasa yang berbeda yang membuatnya ketagihan..
Lutut Siska lemas tak bisa lagi menahan tubuhnya, dengan nafas tersenggal sengal seperti habis lari Maraton. Gano benar-benar mania s*x tanpa lelah dan letih terus menghajarnya...
Aaaahhh..
Siska terkejut saat tubuhnya mengayun di udara.'' Brengsek! kau mau membawa aku ke mana lagi.'' Teriak Siska memukul dada Gano..
__ADS_1
''Diamlah, apa kau tidak merasa lelah.'' sentak Gano meng'gendong Siska menuju kamar dan membaringkan nya di kasur, begitu pun Gano juga ikut berbaring di sebelah Siska dan membawa Siska kedalam pelukannya..
''Aku mau mandi dulu.'' Cicit Siska.
''Tidurlah, kalau tidak aku akan melakukan nya lagi dan kau tidak punya jeda untuk ke kamar mandi.'' ancam Gano pada Siska..
Siska yang takut, ia langsung memejamkan mata dan membenamkan kepalanya di dada bidang Gano. begitu pun Gano yang merasa lelah tengah memejamkan matanya sambil memikirkan sesuatu yang aneh pada dirinya..
Entah mengapa, setelah mencicipi rasa nikmat yang di miliki Siska membuatnya ketagihan dan menginginkan nya lagi dan lagi meskipun mulut terus menolak untuk mengakui bahwa Siska sudah menjadi candu untuknya, tapi reaksi tubuh tidak bisa berbohong jika Gano benar benar mendamba Siska walau rasa terus terpaut dengan wanita yang bermana Maria..
keduanya terlelap setelah melakukan kegiatan panas...
•
•
•
•
SKIP two week later•
Siska dan Gano sudah tidak canggung lagi jika berbicara, dan Siska pun mulai merasa nyaman saat bercinta dengan Gano.. Bahkan Gano melupakan janji nya pada Maria bahwa ia akan pulang dalam waktu empat hari, tapi Gano sudah lebih dari empat belas hari bersama Siska..
''Kamu sedang mencari apa?'' Tanya Siska yang baru saja masuk ke dalam kamar, setelah seharian berkutat di dapur membuat makan siang..
''Aku sedang mencari pinselku, apa kau melihatnya?'' Gano celingak-celinguk mencari ponsel..
Siska berjalan ke arah nakas di sisi ranjang, lalu membuka laci dan mengambil ponsel milik Gano. 'Ini, sudah aku charge.''
Gano mengambilnya lalu mengecup pipi Siska.''Huum terimakasih, aku akan menghubungi ibuku dulu.''
''Baiklah aku tunggu di meja makan.''
Gano mengangguk lalu pergi ke arah balkon untuk mengecek ponselnya yang sudah lama di nonaktifkan. Ketika ponsel menyala, notifikasi pesan berjejer dengan panggilan berdatangan dari Maria..
__ADS_1
Gano yang merasa bersalah lalu menghubungi Maria, untuk memastikan keadaan sang pujaan hati yang jauh disana. Cukup lama menunggu jawaban, akhirnya Gano bisa mendengar suara yang sudah lama tidak ia dengar..
''Hallo Gano.''
''Sayang.''
''Dari mana saja kamu! kenapa baru mengaktifkan ponsel mu Gano!'' Teriak Maria di ujung telpon sana dengan kesal.
''Maafkan aku sayang, aku sibuk dengan pekerjaan ku di sini. I miss you.''
''Kapan kau akan pulang?'' Tanya Maria
''Belum bisa di prediksi sayang, tapi jika sudah selesai aku kan pulang.''
''Tidak bisakah kau pulang dengan cepat! aku hamil anak mu Gano.'' Teriak Maria prustasi di ujung telpon sana.
Deg.. Deg.. Deg..
Jantung Gano seperti loncat dari tempatnya saat ia mendengar jika kekasihnya ini tengah hamil anaknya. ''Apa maksud mu sayang, apa ak...
Maria lalu menceritakan jika dirinya saat ini sedang merasakan mual dan muntah miring sickness, Maria juga belum berani memeriksa kandungannya pada dokter karna takut jika orang akan mengetahui untuk itu ia membeli tespek dan setelah mencobanya ternyata hasilnya bergaris dua..
Tak lupa Maria juga mengirimkan poto tespek pada Gano, yang mana Gano langsung berdiri mengganti pakaiannya lalu mengemasi semua barangnya. Tak lupa Gano menelpon asisten pribadinya untuk memesankan tiket pesawat untuk penerbangan Indonesia Dubai..
Ada hati yang membuncah ketika ia mendapatkan kabar bahwa Maria sedang hamil anaknya, Mendapati kabar bahwa ia akan menjadi seorang ayah merupakan kebahagiaan tersendiri untuk Gano. Sungguh Gano benar-benar senang sampai melupakan kehadiran Siska yang sedang menunggunya di meja makan..
Beberapa menit kemudian, setelah Gano selesai mengemasi barangnya ia keluar dari kamar dengan tergesa-gesa membuat Siska bingung..
''Kau mau kemana?'' Tanya Siska pada Gano yang melewatinya begitu saja.
Gano berheti lalu menoleh. ''Ada hal yang penting yang harus aku selesaikan! ingat, jangan kemana-mana karna aku akan kembali.'' Ucap Gano pergi meninggalkan Siska yang terdiam mematung...
''Kemana dia pergi?'' Gumam Siska dalam hati menggidikkan bahunya..
•
__ADS_1
...••••...
...JANGAN LUPA LIKE.KOMEN.VOTE ...