
DI JALAN•
...•••••...
Di perjalanan entah kemana tujuannya, namun yang jelas mobil yang membawa Nadia menuju tempat sepi dan bisa di bilang hutan di salah kota kelahiran Lintang..
Sedangakan Nadia tidak sadarkan diri karna di bius oleh anak buahnya Omar, karna Nadia sangat berisik dan tidak bisa di ajak kerja sama.
Ya iyalah gak bisa, mana bisa di ajak kerja sama orang Nadia pasti panik yaaa..
•
Tak berapa lama dua mobil bermerk Jeep Rubicon itu berhenti di sebuah kediaman di dalam hutan, bukan gubuk melainkan Vila yang megah yang Lintang bangun beberapa tahun yang lalu.
Lintang sengaja membawa Nadia kemari, agar leluasa memberikan pelajaran pada Nadia yang sudah menyakiti anak dan bayi yang belum lahir kedunia. Lintang benar-benar murka karna cucu yang dia nantikan hampir saja lenyap akibat ulah pembantu yang tidak tau diri seperti Nadia.
Lintang keluar dari dalam mobil. ''Bawa dia ke ruangan bawah tanah. '' Titah ibusuri Lintang dengan nada dingin, membuat malam yang gelap semakin dingin menerpa kulit membuat bulu kuduk langsung merinding..
Omar yang baru saja keluar dari mobil tertegun mendengar perkataan dingin yang baru dia dengar dari mulut istrinya selama 30thn pernikahan mereka..
''Sayank.''
''Biarkan aku yang membereskan nya sendirian.'' Ucap Lintang pergi melangkah terlebih dahulu kedalam Vila, meninggalkan Omar yang masih diam di sisi mobil..
''Apa dia di rasuki arwah? kenapa auranya jadi menyeramkan yaa.'' Gumam Omar dalam hati lalu menggidikkan bahunya ngeri, lebih baik dia menuruti keinginan istrinya di bandingkan dia yang akan terkena amukan Lintang..
Karna Kaleea pun pernah berkata, jika Ummah nya jauh lebih menyeramkan di bandingkan neng kun atau mang Poci wkwkwk..
•
DI ruang bawah tanah•
Para orang suruhan Omar sudah menaruh Nadia di ruang bawah tanah, mereka menutup pintu dan menunduk ketika melihat Lintang berada di depan mereka..
''Apa dia sudah sadar?''
''Belum nyonya.''
''Ambilkan satu ember air dan bawa ke mari.''
__ADS_1
''Baik nyonya.''
Lintang masuk dan melihat Nadia tergeletak masih tak sadarkan diri di lantai, Lintang menghampirinya lalu berjongkok mencengkram rahang Nadia lalu menelisik wajah orang yang telah berani mengusik kebahagiaan anaknya..
''Cih,'' Lintang menepis wajah Nadia, lalu berdiri ketika orang yang dia suruh membawa satu ember air datang..
''Nyonya Ini.''
''Siram dia.''
''Baik nyonya.'' Jawab pria itu dan menyiram Nadia dengan air dingin.
Bryuuuurrr....
Ahhhkkk.. Uhuukk Uhuukk..
Nadia terkejut dan langsung terbatuk saat air yang menyiram tubuhnya masuk lewat hidung, Lintang yang sudah melihat Nadia sadar menyuruh semua orang untuk pergi meninggalkan nya bersama Nadia..
Sementara Nadia bangun dan langsung terduduk, melihat sekitar ruangan lalu melihat Lintang dengan kening mengkerut. ''Siapa kamu, kenapa kamu membawa ku kemari?''
Tak banyak bicara, Lintang menghampiri Nadia lalu...
Plaaakkk..
Plaaakkk..
Satu lagi tamparan di sebelah pipi kiri Nadia, yang membuat Nadia terdiam dan memegangi kedua pipinya yang panas sekaligus perih..
Tak sampai disitu, Lintang menjambak rambut Nadia yang basah dan menariknya kebelakang. ''Apa yang kau pikirkan ketika melakukan hal menjijikkan dan melukai anak ku Hah.''
"Ahhhhkkk Sakit, siapa kamu? aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan.'' Kata Nadia menahan sakit di bagian rambutnya, karna Lintang menjambak rambutnya dengan kencang..
''Kau masih tidak mengerti HAH! Aku adalah ibu dari majikamu yang bermana Kaleea, dan aku adalah mertua dari orang yang kamu kagumi.''
Deg..
Nadia terkejut bukan main, saat ia tau jika di depannya ini adalah ibu Kaleea majikannya yang dia lukai dengan tidak sengaja. Nadia tergagap tak bisa berkata-kata yang membuat Lintang geregetan.
Sreeett..
__ADS_1
Lintang melepaskan jambakkan nya lalu Lintang berdiri melepaskan ikat pinggang yang dia pakai, membuat Nadia melotot tak percaya. ''Ap ap, apa yang mau kau lakukan Nyonya?'' Nadia mundur kebelakang..
''Aku akan melakukan hal yang sama ketika putriku merasakan sakit yang luar biasa ketika kamu meninggalkan nya.''
''Aku_ aku, aku__ Maaf nyonya saya tidak sengaja dan takut waktu itu, jadi_ Jadi saya memilih kabur di bandingkan di penjara, maaf nyonya saya mohon maaf.'' Nadia berlutut.
''Tidak ada kata maaf untuk mu.'' Ucap Lintang mengacungkan ikat pinggangnya dan..
Cetarrrr.. Cetarrrr.. Cetarrrr
Lintang dengan brutal mencambuk Nadia hingga Nadia menjerit sakit dan meminta ampun pada Lintang. Namun Lintang seakan menulikan pendengarnya dan terus mencambuk Nadia..
Cetarrrr .. Ahhhkkk
''Aku mohon ampun nyonyaa..''
Cetarrrr..
''Inilah akibat mengganggu anakku.'' Teriak Lintang dengan sekuat tenaga mencambuk Nadia.
Cetarrrr...
''Kau akan mati di sini.''
Cetarrr.. Cetarrr.. Cetaaarr..
Lintang terus mencambuk Nadia hingga tak sadarkan diri, lalu Lintang berhenti ketika melihat Nadia pingsan dengan luka yang cukup parah di seluruh tubuhnya..
Lintang pun membuang ikat pinggangnya ke sembarang arah, lalu keluar dari ruangan menemui anak buah Omar. ''Jaga dia dengan baik, jangan berikan dia makan atau pun minum.'' Ucap Lintang yang langsung di angguki oleh anak buah Omar..
Mak sereeeemmmm..
•
...•••...
...JANGAN LUPA LIKE.KOMEN.VOTE...
...KASIH BUNGA JIKA PUNYA...
__ADS_1