Mr. Perfect Vs Mrs. Ceroboh

Mr. Perfect Vs Mrs. Ceroboh
Mr. Perfect Vs Mrs Ceroboh Part 64.


__ADS_3

BLUEBERY RESTO•


...•••••...


Mobil Affan berhenti di restoran ternama yang sudah memiliki bintang lima dan rievew yang bagus dari pengunjung yang sudah pernah datang ke restoran ini, siapa lagi yang punya selain milik Uncel Borkhan Aunty Lulu yang saat ini restoran nya memiliki banyak cabang..


Yasmien yang baru engeh jika dia di bawa ke restoran bukan pulang ke rumahnya, ia langsung celingak cekinguk ketika mobil berhenti di area parking restoran..


''Lho kak, ko kita kesini?''


''Kamu gak laper emang?'' Tanya Affan yang langsung mendapatkan gelengan dari Yasmien..


''Yash, udah makan tadi di kantin sekolah dan masih kenyang Kak.'' Jawab Yasmien sambil mengelus perutnya.


Affan menoleh dan menatap Yasmien. ''Ummm kalau begitu temani Kakak saja yaa, kebetulan aku ada janji untuk bertemu seseorang di dalam.''


Yasmien mengangguk. ''Ya udah kak, Yash ikut aja tapi jangan lama-lama yaa Kak.''


Affan mengangguk dan tersenyum. ''Cieeee, calon istri siapa sih nurut bangeeuud dah.'' Goda Affan sambil mencolek pipi Yasmien..


''Ih apaan sih Kak.'' Yasmien mendelik tak suka namun pipinya bersemu merah..


Jika boleh jujur, wanita mana yang tidak tertarik dengan seorang Affan Arrashid yang tampan dan baik hati, kaya dan rajin menabung dan yang lebih specialnya memiliki sifat cuek dengan orang yang baru di kenal, namun akan hangat bila bersama dengan orang yang sudah di kenal..


''Ya sudah ayo keluar, kasian yang di dalam sudah menunggu lama mungkin.'' Ucap Affan keluar dari dalam mobil, begitu pun Yasmien mengikuti Affan dari belakang..




Saat mereka masuk kedalam restoran, salah satu pelayan menghampiri Affan. ''Maaf, ada yang bisa saya bantu Tuan.?


Affan menoleh. ''Meja atas nama Fatmeda.'' jawab Affan..


''Oh, anda tamu yang sedang di tunggu, mari saya antar.'' kata Pelayan itu dengan nada sopan.


Pelayan itu membawa Affan dan Yasmien ke lantai atas ruang VIP. Disana sudah ada Meda yang menunggu kedatangan Affan sedari tadi..


''Kak.''


Yasmien menarik baju Affan dan berbisik. ''Bukan kah Farmeda itu pacar kakak yaa? tanya Yasmien, yang membuat Affan menatap Yash.


''Bukan pacar tapi mantan pacar.!'' jawab Affan dengan nada berbisik.

__ADS_1


''Oooooooooo buled, berarti udah putus yaa.''


Tuingg.!!


Affan mentoyor kepala Yasmien. ''Jika sudah jadi mantan, tentu saja sudah putus bodoh! emmmmmmm.'' Affan mencubit pipi Yash dengan gemas..


''Aiiii sakit Kak, belum jadi istri sudah melakukan kdrt.'' protes Yasmien mengelus pipi kirinya..


Affan hanya terkekeh melihat tingkah menggemaskan dari Yasmien, ia tidak menyangka jika mengganggu anak kecil sangat menyenangkan untuk tuk mental hatinya..



Pelayan itu berhenti di depan pintu dan menunjuk pintu dimana ada Meda di dalam sana..


''Silahkan Tuan.''


''Terima kasih.''


Pelayan itu pergi dengan sopan, lalu Affan membuka pintu ruang VIP bersamaan dengan Meda menoleh ke arahnya.


Meda langsung berdiri dan menampilkan senyum manisnya, ketika Affan masuk dan melangkah ke arahnya. ''Affan.'' Sapa Meda dengan lembut, namun Affan tidak merespon dan langsung duduk begitu pun dengan Yasmien..


Affan menatap wanita yang pernah singgah di lubuk hatinya namun dengan perasaan biasa saja. Tidak ada getaran dan jantung berdetak ketika melihat Meda di depannya..


''Apa yang mau kamu bicarakan?'' tanya Affan tanpa embel embel yang namanya basa basi..


''Tidak usah repot-repot, aku tidak lapar.'' ucap Affan membuat Meda tidak berkutik dengan respon dari Affan yang terkesan cuek dan dingin padanya sekarang.


Namun karna sesuatu alasan membuat dia memberanikan diri menemui Affan kembali..


''Ahhh baiklah, aku akan berbicara dengan mu tapi bisa kah kita berbicara berdua saja? pinta Meda pada Affan..


Meda tidak mungkin berbicara perihal pribadinya di hadapan orang lain. Sementara Yasmien yang peka dengan situasinya, dia langsung berdiri dari kursi dan akan melangkah pergi namun Affan dengan cepat memegang pergelangan tangan Yasmien dan menggelengkan kepalanya..


''Jangan pergi! tetaplah disini.'' ucap Affan pada Yasmien, lalu menoleh ke arah Meda. ''Dan kau Meda, bicaralah apa yang mau dia bicarakan! Karna aku tidak mempunyai cukup banyak waktu untuk duduk santai disini.''


''Affan aku mohon, aku ingin berbicara berdua saja denganmu.'' mohon Meda sekali lagi, dan berharap jika Affan mau berbicara empat mata dengannya..


''Kak, lebih baik Yash menunggu di meja luar karna Yash tiba-tiba sangat lapar.'' Ujar Yasmien yang tau kondisi, dan dia pun tidak mau ikut campur urusan dua orang dewasa di depannya..


Affan memejamkan matanya. ''Baik, tunggu Kakak di luar dan jangan kemana-mana mengerti!!


Yasmien mengangguk patuh, dan langsung pergi dari ruangan yang membuatnya tak nyaman.

__ADS_1


Yasmien bersantai di meja yang kosong, mengeluarkan ponselnya dan memeriksa beberapa pesan..



''Jadi apa yang mau kau bicarakan?'' Tanya Affan menatap Meda yang belum bicara.


Meda yang melihat Affan menghela nafasnya, lalu menggenggam tangan Affan yang berada di atas meja. ''Affan, tidak bisakah kamu lembut seperti dulu padaku, ketika kita sedang berbicara? mengapa kamu begitu cepat berubah.''


Affan mengerutkan keningnya bingung, lalu melirik tangannya yang di genggam oleh Meda..


Sreeett...


Affan menepis tangan Meda dengan kasar, dan menatap tajam pada Meda. ''Apa yang mau kau harapkan dari orang yang sudah di kecewa oleh mu? dan kau masih mengharapkan kelembutan dari ku Meda. Cih memalukan!'' Ucap Affan berdiri dan hendak pergi, namun langkahnya terhenti ketika Meda berucap..


''Aku membatalkan perjodohan pernikahan ku, dan aku berharap kita bisa seperti dulu lagi. Maafkan aku yang tidak terbuka pada mu Fan. Aku baru menyadari jika aku sangat mencintaimu.''


Meda memeluk Affan dengan erat dari belakang, ia menangis merutuki kebodohannya yang tidak terbuka masalah keluarganya hingga membuat Affan kecewa dengan keputusan Meda..


Affan memejamkan matanya sejenak lalu melepaskan pelukan Meda dari tubuhnya, dan berbalik menatap Meda. ''Eda, Apa kau tau! kau meninggalkan diriku di saat aku sangat mencintaimu meninggalkan diriku di saat sedang sayang sayangnya! dan itu sangat amat menyakitkan bagiku Meda. Maafkan aku, karna aku Sudah membuang rasa cintaku padamu. Aku sudah tidak mencintaimu lagi Meda! bahkan tak ada sisa rasa yang ada di hatiku untukmu.''


Deg...


Meda sangat kecewa dengan apa yang dia dengar, Affan dengan tegas mengatakan jika dia tidak mencintainya lagi. Meda pikir Affan masih mencintainya dan mau memaafkan kesalahannya..


Tapi itu hanya angan angan Meda saja, karna Meda menyangka jika dialah satu-satunya wanita yang di cintai Affan..


Tapi perkiraannya terbantahkan dengan apa yang baru saja dia dengar..


''Aku tidak mencintaimu lagi Meda.''


Kata-kata itu langsung tembus menusuk ulu hatinya, Meda melihat Affan yang keluar dari ruangan meninggalkan dirinya yang terluka..



...•••••...


...Author udah up tiga bab nih, jangan lupa ritualnya yaaa...


...Like....


...Komen....


...Vote....

__ADS_1


...Bunga pun boleh se'ikhlas nya....


...😘😘😘😘😘...


__ADS_2