Mr. Perfect Vs Mrs. Ceroboh

Mr. Perfect Vs Mrs. Ceroboh
Mr. Perfect Vs Mrs. ceroboh Part 66.


__ADS_3

MASIH DI KANTOR•


...•°•°•°•°•...


Braakk.. Dugh..


Affan menutup pintu ruangannya dan mendorong tubuh Yasmien ke sofa..


''Ish Kak, ada apa dengan mu? lihat tanganku yang masih ada sisa Durian.'' Yasmien menunjukkan kelima jarinya yang memang masih banyak sisa Durian..


Yasmien ingin bangun untuk mencuci tangan, namun Affan membuat Yasmien tidak bisa bergerak! Saat tubuh Affan tiba-tiba berada di atasnya sambil memegang pergelangan tangannya yang kotor..


''Heh gadis kecil, kamu harus aku beri hukuman karna sudah berani membuat jantungku keluar dari tempatnya.'' bisik Affan tepat di depan bibir Yasmien, bahkan jika Yasmien memonyongkan bibirnya sudah di pastikan akan menempel dengan bibir Affan..


''Kak, bisa tidak mundur sedikit! nafasku bau Durian.'' bisik Yasmien dengan pelan, karna tidak mau bibirnya dan bibir Affan menempel..


Sedangkan Affan hanya diam memandang mata teduh milik Yasmien, yang membuat Affan tidak mau melepaskan pandangan nya karna ada sesuatu yang spesial saat Affan menatap mata Yasmien yang belum bisa Affan jelaskan mengapa..


''Kak.''


''Hemm.''


''Mundur sedikit boleh nggak? aku mau cuci tangan.''


Affan melihat jari Yasmien yang masih ada sisa Durian, lalu melihat Yasmien dengan bibir menyungging saat sebuah ide muncul di kepalanya. ''Kamu ingin mencuci tangan?'' tanya Affan yang langsung di angguki Yasmien..


''Tidak usah cuci tangan, biar aku yang bersihkan.'' ucap Affan dengan senyum menyeramkan..


''Hah? Emang kakak mau bersihkan pakai apa?'' tanya Yasmien dengan bingung..


''Seperti ini..''


''Ahhkk, Kak Affan.'' teriak Yasmien melototkan kedua matanya saat merasakan jari jemarinya di jila** oleh Affan dengan sensual.


Ada rasa yang tidak bisa Yasmien defisinikan ketika jarinya masuk kedalam mulut Affan yang hangat. Jantungnya berdetak sangat cepat seperti tersengat listrik dan merasakan sesuatu yang berkedut-kedut di bawah sana..


Yasmien menggigit bibir bawahnya, saat kedua mata miliknya melihat dengan jelas lidah Affan naik turun membersihkan jarinya. Membuat otak mesum Yasmien yang sudah lama tidak berfungsi karna berjauhan dari Kaleea, kini bekerja dengan cepat hingga membuat Yasmien menelan ludahnya dengan kasar..


Glek..


"Yash *sadarl*ah Yash." Yasmien menyadarkan dirinya sendiri, agar tidak tergoda dengan apa yang sedang di lakukan oleh Affan! tapi siapa yang tidak tergoda dengan seorang pria tampan dengan mata genit itu membuat kaum hawa kelepek-kelepek..


Sedangkan Affan senyum kemenangan, melihat jika Yasmien menahan nafas dengan rasa gugup saat ia menjila* jari Yasmien dengan sensual..


''Apa kamu mau lebih dari ini?'' Goda Affan dengan tatapan nakal..


''Tidak.'' jawab Yasmien namun berbanding terbalik dengan kepalanya yang langsung mengangguk, membuat Affan terkekeh melihat reaksi Yasmien..


''Jadiiiii mana yang benar? mau atau tidak?'' bisik Affan, membuat bulu kuduk Yasmien merinding..

__ADS_1


''Yaa.'' jawab Yasmien namun dengan kepala dia yang menggeleng..


''Hahahahha, lihatlah dirimu yang menggemaskan iniiiii mulut mu berbicara Ya, tapi reaksi tubuhmu bilang tidak. Jadi kamu pilih yang mana hemm,, apa kamu ingin aku menjila*nya di sini?'' Kata Affan mengusap bibir Yasmien dengan jari ibunya..


''Ihh awas ah, Yash mau cuci tangan.'' Yasmien mendorong tubuh Affan dan berlari ke arah kamar mandi karna merasa malu..


Sedangkan Affan terkekeh, dia sangat puas sudah mengerjai Yasmien yang sudah membuat jantungnya berhenti berdetak beberapa menit yang lalu..


Tok..


Tok..


''Masuk.'' Pintu terbuka bersamaan dengan Dayan masuk, membuat Affan langsung cemberut dan menatap Dayan dengan tajam..


''Ada apa kau kemari?''


''Dih, galak amat! ini bos, Asisten yang baik dan berbudi luhur ini mengantarkan Durian untuk anda cicipi. Tapi sepertinya mood anda kurang baik, jadi aku saja yang akan menghabiskan nya.'' Tutur Dayan sambil berbalik badan.


''Heh, dasar Asisten gak tau diri!! Affan berdiri melangkah ke arah Dayan dan merebut Durian yang sudah tersedia di atas piring..


''Ini untukku kan, kenapa kau malah mau membawanya kembali! Affan merebut piring yang ada di tangan Dayan. ''Sudah sana pergi! Dan perbaiki pintu yang aku dobrak tadi.'' Affan mendorong Dayan untuk keluar dari ruangnnya..


''Dih ogah! yang dobrak siapaaaa yang harus benerin siapa.'' jawab Dayan..


''Bisa tidak, kamu itu sebagai Aisten menurut dengan atasannya hah! dasar Asisten gadungan.''


Braakk..


Dhuk..


''Dasar atasan yang suka merepotkan bawahannya.'' teriak Dayan lalu pergi ke ruangannya..


•°•


•°•


Sedangkan di sini lain Kaleea dan Ryan sudah sampai di depan Qars (Mansion) Astut, Asad Tuti..


Mereka berdua turun dari mobil lalu masuk kedalam rumah. "Asalamualakum." ucap keduanya secara bersamaan, namun tidak ada jawaban dari siapapun.


''Pada kemana orang-orang rumah?'' gumam Ryan menaruh tasnya di sofa, dan tidak lama salah satu Khadimah (Art) menghampiri Ryan dan Kaleea..


"Den Ryan disini?'' tanya nya yang sedikit terkejut melihat anak majikannya ada disini..


''Bii, kemana ibu?''


''Ibu baru aja ke atas sama bapak.'' jawabnya.


''Tolong panggilkan bi, bilang jika Ryan sudah datang.''

__ADS_1


''Baik Den.''


Art tersebut melangkah ke lantai atas memanggil majikannya, sementara Ryan langsung berlari ke toilet karna perutnya yang tiba-tiba sakit..


Sementara Kaleea duduk di sofa, sambil mengetik pesan untuk ibusuri tercinta mengabarkan jika dia pulang ke rumah sang mertua..


''Gokonggg! teriak Tuti pada sang menantu dari lantai atas, lalu berlari menghampiri Kaleea yang sedang mencibikkan bibirnya karna di panggil Gokong..


''Ihhhsss udah jadi menantu juga masih manggil Gokong! untung mertua, kalau orang lain udah aku tendang ke laut.'' gerutu Kaleea sambil berdiri menyambut pelukan hangat dari ibu suaminya..


Ummmmmm...


''Kangennnnn, apa kabar nak?'' Tanya Tuti melonggarkan pelukannya..


''Baik mama mertua.''


''Suami mu mana?''


''Lagi berak di kamar mandi mungkin.'' jawab Kaleea yang masih belum di filter cara berbicara dengan mertuanya.


Tuuiingggg..


Tuti mentoyor kepala Kaleea. ''Dasar menantu durhakim, ngomong sama mertua di sering dulu napa.''


''Ehh udah jadi menatu yaa sekarang? hehehe.'' Kaleea nyengir kuda, sambil bergelayut manja di bahu Tuti..


''Buu, boleh nggak Kaleea mengatakan sesuatu?''


''Boleh, apa?''


Khemm..


''Ibu Tuti Anggraeni binti Surajim, lain kali kalau nyamperin tamu di lihat dulu penampilannya yaa. Kalau lagi buat adik untuk suamiku boo yaa di tuntaskan duluuu gituu. '' ucap Kaleea yang membuat Tuti bingung..


''Apa maksudmu?


''Sejak kapan Ibu suka pakai Thasaub milik Ayah Asad, dan lebih parahnya terbalik pula ahaha hahaha.'' Kaleea tertawa terbahak-bahak, yang mana membuat Tuti malu karna ketahuan sedang membuat adonan oleh sang menantu..


Tuuiingggg...


Lagi dan lagi Tuti mentoyor kepala Kaleea. ''Eh dasar menantu lacnut! berani sekali menertawakan mertua mu ini. Ya sudah, ibu mau ganti baju sekalian mau menuntaskan yang belum tuntas.'' ucap Tuti melangkah ke kamarnya..


''Bukan Maeeeeennn, adakah mertua gak tau diri seperti mertuaku yang terang-terangan ngomong mau lanjut pepew lagi ck, ck, ck.''nKaleea menggelengkan kepalanya, lalu pergi ke kamar khusus untuk tamu..




...•°•°•°•...

__ADS_1


...LIKE.KOMEN.VOTE...


__ADS_2