
Dukung terus yaa karya ini biar semakin bersinar. Berikan Vote gratisan kalen🤣🤣 like komen sebanyak banyaknya dan Berikan bunga bertaburan dan bintang ⭐⭐⭐⭐⭐
...•••••...
•
Jari jemari Ryan tidak ada lelah nya mengelus kepala Kaleea yang sudah tidur pulas di dalam pelukannya, sesekali dia mengecup pucuk kepala istrinya yang sudah memberikan sesuatu yang sedari dulu ia inginkan namun ia hindari sebisa mungkin..
Ryan selalu berperinsip jika dia tidak akan melakukan hal yang tidak-tidak kecuali dengan istrinya kelak, bahkan Ryan sudah lama menjalin hubungan dengan Aurell tapi dirinya tidak pernah melakukan atau bertindak kurang ajar pada Aurell..
Selama berpacaran dengan Aurell, Ryan hanya berani mengecup kening dan sesekali mengecup bibir. Itu juga jika ia sedang khilaf bahkan bisa di hitung jari berapa kali Ryan pernah mengecup bibir Aurell..
Rugi kali kau bang. Pacaran delapan tahun lamanya cuma ngecup doang 🤣
Ryan : 😒😒😒😒
...•••••...
Ryan melirik jam yang menempel di dinding menunjukkan pukul 15:25 sore, itu berarti mereka bercinta hampir seharian penuh dan mereka berdua terus saja bercinta tanpa kenal lelah dan letih bahkan mereka berdua melupakan rasa lapar..
Ryan dengan perlahan melepaskan pelukan istrinya, lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan keringat di tubuhnya.
Setelah beberapa menit Ryan di kamar mandi, dia pun keluar dengan badan fresh sambil mengeringkan rambutnya memakai handuk kecil..
Ryan melihat Kaleea masih tertidur pulas, dia pun melangkah dan duduk di pinggir ranjang memandangi garis wajah istrinya dengan lekat dan dalam..
"Cantik." Gumam Ryan yang baru menyadari jika istrinya sangat cantik.
Kaleea memiliki hidung mancung, bibir tipis dengan pipi yang sedikit bulat tidak tirus bahkan enak di pandang. Selama pernikahannya dengan Kaleea, Ryan memang tidak pernah memandang wajah istrinya dengan intens karna bagi Ryan cukup ada Aurell di dalam hatinya.
Tapi semenjak Kaleea hadir di dalam kehidupan nya, Ryan menyadari jika dia salah dan harus memperbaiki kesalahan itu sebelum terlambat karna bagaimana pun mereka menikah Kaleea tetap istrinya..
Awalnya Ryan sangat berat melepaskan Aurell, tapi semua sudah selesai ketika dia tau jika Aurell mendua kan dirinya dengan orang yang lebih mapan dan kaya..
Kini masa depannya hanya ada Kaleea seorang, walau Ryan tau jika hidup bersama dengan Kaleea tidaklah mudah karna Ryan tau kelakukan ajaib sang istri..
Cup..
Ryan mengecup istrinya lalu memakai baju, ia ingin membuat makanan untuk dia dan Kaleea karna energi mereka sudah habis oleh kegiatan panas yang mereka lakukan dari pagi hingga sore dan mungkin akan berlanjut nanti malam..
Namun ketika Ryan membuka kulkas dia tidak menemukan makanan yang pas untuk di masak. Cukup lama Ryan diam memandangi kulkas, ia pun mengambil dompetnya di kamar lalu berpamitan dengan Kaleea yang masih bermalas malasan..
''Sayanggg, aku keluar dulu beli makan yaaa kamu mau makan apa?'' Bisik Ryan dengan lembut di telinga Kaleea..
''Hmmm terserah.'' Jawab Kaleea yang masih nggan untuk membuka matanya..
''Baiklah, makan nasi padang mau gak?''
''Hemm.'' Kaleea mengangguk pelan..
Cup..
''Kakak pergi sebentar yaaa..''
Ryan pergi dari rumah, dan melihat para tetangga yang menyapa dirinya seperti biasa. Namun semenjak Ryan menikah sapaan para emak-emak sekarang lebih sopan di bandingkan Ryan belum menikah..
__ADS_1
''Ehhh si ganteng, mau kemana?'' Tanya salah satu ibu-ibu
Ryan tersenyum. ''Mau beli makan buu.''
''Memangnya bi Mina gak masak?'' Tanya yang lain..
''Bi Mina kan libur mbak, kalau Istri saya lagi kurang enak badan.'' Jawab Ryan yang di angguki para ibu-ibu. ''Kalau begitu saya permisi dulu buu Mariiii..''
''Mariiii.''
Selepas kepergian Ryan, para ibu-ibu kembali bergosip ria membicarakan tetangga komplek perumahan mereka yang baru saja menggelar hajatan. Sedangkan mereka tidak di undang yang mana membuat para ibu-ibu gedek, karna tidak bisa makan gratisan..
...•••••...
•
•
''Uhhhh sakit.''
Kaleea bangun dari tidurnya, karna merasakan perutnya yang perih karna para cacing sedang berdemo sehingga Kaleea membuka matanya walau merasa nggan..
Kaleea menyenderkan badannya lalu mengibaskan selimut yang menutupi tubuhnya, namun Kaleea sedikit tertegun melihat kulitnya seperti macan tutul..
''Ya ampunn, kulit ku seperti macan reog.'' Ucap Kaleea yang melihat maha karya suaminya sampai sampai di selangkanga**nya pun banyak..
Kaleea melihat sekitar. ''Apa Kak Ryan belum pulang yaa, beli nasi dimana dia? apa jangan-jangan beli nasi padang kepadang langsung?'' Gumam kaleea menggidikkan bahunya..
Kaleea pun dengan perlahan turun dari ranjang, sambil memegangi perut bawahnya Karna ia merekasakan sakit di area Momokinya dan terasa mengganjal seperti ada telur di lubang si sensitifnya..
''Aduuhhh kenapa rasanya perih yaa?''
''Kau susah bangun sayang?'' Ryan melangkah lalu menaruh piring di atas nakas..
''Aku ingin mandi kak.''
''Ayo Kakak antar.''
''Aku bisa send__ Ahhkk Kakak turunkan aku Kak, aku bisa sendiri..
''Sudah jangan protes, Kakak antarkan ke kamar mandi.''
Ryan menggendong Kaleea ke kamar mandi, lalu Ryan turun tangan sendiri memandikan Kaleea dengan lembut. Walau Kaleea menolak dan merengek bahwa dia bisa mandi sendiri, akan tetapi Ryan tidak perduli dan terus menggosok tubuh istrinya dengan sabun.
Setelah mandi penuh dengan rengekan, kini Ryan menggendong Kaleea dan menaruhnya di sofa ruang tamu. sedangkan Ryan mengambil makanan yang berada di kamar..
''Makan dulu yaa sayang.''
''iihh aku bisa sendiri Kakaaak, jika Kakak bersikap kaya gini, aku ngeri jadinya.''
''Loh kenapa ngeri?''
''Aku takut jika Kakak meminta upah, setelah memanjakan aku seperti ini.'' Ujar Kaleea cemberut, sedangkan Ryan melihat Kaleea hanya terkekeh. ''Istri Kakak tau sekali yaa, jika Kakak akan meminta upah sehabis ini heheh.''
''iiihhh tuh kaaannn ahhhh, sini ah biar Ella aja yang makan sendiri. Lagian momoki ku masih perih dan lecet.!!
__ADS_1
''Kakak tadi udah beli obat, nanti kakak bantu oleskan.''
Kaleea mengangguk sedangkan Ryan tersenyum penuh misteri..
...•••••...
Di negara yang berbeda•
Di salah satu pusat perbelanjaan, Affan tengah di pusingkan dengan kelakukan calon istrinya dan Ummah nya. Bagaimana tidak, sedari tadi Affan mengikuti dua wanita yang masuk ke toko satu dan keluar dari toko lainnya..
''Haish, bodohnya aku yang mau saja ikut dengan mereka.'' gerutu Affan dalam hati.
Setelah puas, mereka bertiga duduk di restoran menunggu seseorang datang. Sedangkan Affan masih saja mode cemberut..
''Ada apa dengan wajahmu? tanya Lintang
Mata Affan memutar ke atas, seakan dia malas untuk menjawab pertanyaan ibunya, Namun ia juga menghela nafas dengan perlahan dan menatap ibunya. ''Ummah, apa kau tidak merasa lelah? Jangan bilang nanti di rumah kau terkena encok karna terlalu bersemangat, Ummah kau harus sadar diri jika kau itu sudah tua alias tuir.''
''Dasar anak durjana! eehh gini-gini Ummah mu ini masih bugar yaa. Gak akan terkena encok sampai kapan pun.!! bentak Lintang menolak di katakan tua oleh anaknya sendiri..
Haaaaahhh_ Affan menghela nafasnya..
Tak berapa lama, datang dua wanita paruh baya yang masih terlihat cantik sedang melambaikan tangan mereka..
''Lintang.! teriak mereka secara bersamaan, yang mana membuat Lintang Affan dan Meda menoleh secara bersamaan..
''Ohh gawat. Jika mereka sudah berkumpul maka akan bernasib sial untukku.'' ucap Affan dalam hati, lalu melihat Meda yang ada di sebelahnya..
...•••••...
Sedangkan di sisi lain, Ryan tengah mengolesi memaksa Kaleea agar mengolesi salep pada si Momoki agar tidak lecet walau Kaleea menolak pada awalnya..
''Kak, aku bisa sendiriiiii..
''Buka pahanyaaa..
''Nggak.!!
''Nanti cepat sembuh, ayooo Kakak olesi dengan perlahan.
Kaleea pun menurut dan membuka paha selebar lebarnya, lalu Kaleea langsung berbaring dan menutup wajahnya dengan bantal karna malu..
Gleek.
Ryan menelan ludahnya saat melihat pemandangan indah di depannya, dengan tangan gemetar dan perlahan Ryan ingin mengolesi salep nya namun karna sekarang iman nya yang lemah. Ryan malah menjilatnya dengan gemas, yang mana membuat Kaleea terkejut..
''Kakaaaaakkkk.''
•
•
...•••••...
...Likeeeee...
__ADS_1
...Komeeennn...
...Kirim bunga yang buanyaaakkk...