
Ceklekk..
''Bu.'' Nadia menyapa Kaleea seperti biasa seakan tidak terjadi sesuatu yang sudah dia lakukan, bahkan tidak ada rasa panik dengan kedatangan majikan nya yang tiba-tiba menggedor pintu kamarnya..
''Apa yang sedang kau lakukan?''
''Hemm, tidak ada Bu saya cuma kurang enak badan aja.'' Jawab Nadia menunduk sopan seperti biasa..
Kaleea sudah tidak bisa membendung lagi kekesalan nya. ''Minggir.'' Ketus Kaleea mendorong Nadia hingga Nadia mundur dua langkah ke belakang.
Kaleea masuk kedalam kamar Nadia melihat kanan kiri lalu menoleh dengan pandangan jijik pada Nadia, dilihatnya dari atas sampai bawah ternyata penampilan polosnya tidak bisa menutupi kelakuan buruknya.
Sungguh, Kaleea merasa bersalah terhadap Siska karna ia sudah berpikiran buruk karna melihat penampilan Siska yang wah..
Tenang Gokong bukan kamu aja kok, tuh para readers juga begitu..
•
''Jelaskan padaku apa yang kamu lakukan?'' Tanya Kaleea sekali lagi.
''Lakukan apa ya Bu? saya kurang faham.'' Jawab Nadia pura-pura tidak tau apa yang sedang di tanyakan oleh Kaleea..
Kaleea yang gemas melangkah kedepan Nadia dan mencengkram bahu Nadia dengan kencang. ''Jangan berpura-pura polos NADIAAA! aku atau apa yang kamu lakukan tadi di kamar ini, dan apa yang kau lakukan dengan barang-barang suamiku!'' Teriak Kaleea yang sudah tidak bisa membendung lagi amarah di dadanya..
Deg..
Nadia sedikit terkejut namun dia bisa menetralkan rasa keterkejutan nya.
''Maaf Bu, saya kurang mengerti.'' Lagi dan lagi Nadia mengelak yang membuat Kaleea geram dan mendorong bahu Nadia yang sedang dia cengkram..
Dughh..
Nadia jatuh ke lantai, sedangkan Kaleea langsung melangkah ke arah lemari untuk mencari bukti yang membuat Nadia melototkan matanya dan langsung berdiri..
''Bu! Ibu nggak berhak membuka lemari saya.'' Nadia mencoba menghalangi lemarinya yang hendak di buka paksa.
''Minggir Nadia.'' Kaleea mendorong Nadia untuk kedua kalinya, dan Kaleea pun berhasil membuka pintu lemari itu dan....
Wakwawwwww..
Kaleea terkejut melihat kemeja suaminya menumpuk di lemari milik Nadia termasuk beberapa kolor ijo milik suaminya.
Kaleea mengambil salah satu kemeja milik Ryan dan menatapnya sambil mencengkram kemeja itu penuh dengan amarah, karna Kaleea melihat banyaknya noda lipstik milik Nadia yang di jadikan fantasi alam kubur eh salah! Fantasi kenikmatan bagi Nadia..
''NADIAAAA!!
Kaleea menoleh menatap tajam Nadia. '' Apa ini HAH!!
__ADS_1
Sreet...
Kaleea melemparkan kemeja itu tepat di wajah Nadia yang masih duduk di lantai tak bisa melawan.
''Dasar kurang ajar kamu!'' Tunjuk Kaleea pada Nadia.
Kaleea pun mengacak ngacak lemari Nadia untuk mencari tau apa lagi yang di sembunyikan oleh Nadia.
''Bu, jangan bu! itu barang pribadi milik saya.'' Nadia berlutut memegangi kaki Kaleea, memohon untuk tidak mengacak-ngacak barang miliknya.
Namun Kaleea yang sudah di luputi amarah, langsung menendang tubuh Nadia hingga terjengkang kebelakang.
''Iyeeekkk.'' Kaleea memandang jijik alat fantasi yang di pakai Nadia tadi, dan melemparkan barang menjijikkan itu kesembarang arah..
Pluukk..
Benda itu jatuh tepat di depan Nadia, yang mana membuat Nadia sedikit geram dengan tingkah majikannya ini. Nadia memandang tajam pada Kaleea..
''Wanita sialan!! Geram Nadia dalam hati.
Dah, keluarlah bentuk aslinya hayooo lawan si Gokong kalau Lu mampu bos..
Kaleea menjatuhkan semua baju yang da di dalam lemari satu persatu, tanpa sengaja ada sebuah kertas yang jatuh dan ternyata itu adalah sebuah poto..
Kaleea dan Nadia saling pandang dan langsung berebut poto yang tergeletak di lantai, namun sayang nya Kaleea lebih dulu mengambil poto itu..
''Tidak biarkan aku melihatnya.'' Kaleea menyembunyikan poto itu di belakang tubuhnya, hingga membuat Nadia hilang kesabaran.
''Aarrggh kau pikir dirimu siapa HAH!'' Nadia langsung mendorong Kaleea dengan kencang hingga membentur dinding..
*Dhuukk..
Aarrgghh*..
Kaleea mengiris kesakitan saat tubuhnya membentur tembok dan terduduk dengan kasar ke lantai. Sedangkan Nadia melototkan matanya saat ia melihat darah yang keluar dari paha Kaleea membuat nya sedikit panik saat itu juga..
''Argh sakit!'' Kaleea memegangi perut nya yang tiba-tiba sakit bersamaan dengan mulas..
Bukan nya menolong, Nadia malah panik dan kabur meninggalkan Kaleea yang sedang kesakitan. Nadia tidak tau harus berbuat apa, untuk itu dia berlari keluar rumah untuk menyelamatkan dirinya..
Namun siapa sangka di halaman rumah, Nadia berpapasan dengan Siska yang baru saja memarkirkan motor di bagasi..
''Gawat ada Siska.'' Gumam Nadia dalam hati..
''Heh, kau mau kemana terburu-buru?'' Tanya Siska yang merasa bingung melihat Nadia berlari dengan terburu-buru seperti orang ketakutan..
Nadia tidak menjawab, ia hanya mendelik menunjukkan raut muka tidak suka dan langsung berlari semakin kencang menjauhi Siska..
__ADS_1
''Ihhh apaan sih itu orang, udah kaya abis bunuh orang aja.'' Siska melengos sambil melangkah masuk kedalam rumah.
Deg..
Siska menghentikan langkahnya lalu menoleh lagi kebelakang melihat Nadia yang sudah tidak terlihat, lalu Siska melihat ke arah rumah dan langsung peka apa yang sudah terjadi..
''Tidak mungkin!'' Siska melemparkan buah pesanan Kaleea dan berlari kedalam rumah sambil berteriak memanggil majikannya..
''Ibuuu..
''Buuu..
''Bu Kaleea..
Kaleea mendegar suara Siska, langsung berteriak dari kamar Nadia hingga terdengar oleh Siska dan langsung menghampiri majikannya..
''Ya Allah ibuuu.'' Siska terkejut bukan main, melihat kamar Nadia yang berantakkan. Dan lebih terkejut saat dia melihat darah sudah bercucuran di lantai.
''Ya Allah ibu apa yang terjadi.''
Siska langsung menggendong tubuh Kaleea, walau sedikit tertatih menuju keluar rumah ingin segera membawa majikannya ke rumah sakit..
Siska takut terjadi sesuatu dengan kandungan Kaleea yang masih rentan yang namanya keguguran, Siska tidak bisa membayangkan jika majikannya kehilangan anak yang di kandungnya selama enam bulan..
''Bu, ibu yang sabar yaa.'' Ucap Siska melihat raut muka Kaleea yang sudah pucat menahan sakit..
Siska yang sudah di luar rumah, menyetop mobil yang lewat dan meminta tolong untuk mengantar mereka ke ruang sakit terdekat..
•
•
Sedangkan di kantor, entah mengapa Ryan merasakan hati yang tidak tenang dan merasakan kegelisahan yang baru dia rasakan..
Ryan tidak fokus bekerja, bahkan duduk pun seperti orang yang terkena ambeyen tidak mau diam. Ia pun mengambil ponselnya untuk menghubungi Kaleea dan memastikan jika istrinya itu baik-baik saja..
Namun cukup lama Ryan menunggu, tak ada jawaban dari istrinya. Ia pun menelpon ke nomer rumah dan hasilnya sama saja tidak ada satu orang pun yang menjawab telpon darinya..
''Orang rumah pada kemana sih? Kok nggak ada yang denger telpon berbunyi.'' Gerutu Ryan terus menerus menelpon..
•
Wah ini mah si Nadia udah kelewatan!!
...•••••...
...JANGAN LUPA...
__ADS_1
...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGANYA ...