Mr. Perfect Vs Mrs. Ceroboh

Mr. Perfect Vs Mrs. Ceroboh
Hancurnya hati yang tulus


__ADS_3

Hallo ziyeng, jika kalian penasaran visualnya Agam dan Againo silahkan mampir di karya Cinderella Somplak.


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak yaaa..


LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA


...•••••...


...Happy reading ziyeng...


RUANG TAMU•


''Ya elah kirain tamu siapa yang datang! ternyata Satria baja hitam toh, ngapain? udah lama nggak nongol kemana aja?'' Tanya Kaleea saat mendapati teman suaminya sedang duduk manis di sofa memakan cemilan..


''Sibuk banget gue cil, pulang pergi Indo paris mangkannya waktu Lu nujuh bulanan gue nggak dateng.''


''Ouhhh pantesan.''


''Mana Ryan?''


''Lagi sakit dia, demam''


''Tumbennn, ya sudah gak papa biar dia istirahat aja. gue kesini buat ngasih Lu hadiah cil.'' Satria menujuk barang terbungkus kertas kado yang ukuran lumayan besar..


''Wih, gede banget apa isinya.'' Kaleea meraba kado pemberian Satria.


''Buka aja sendiri, oh iyaaa Siska mana?'' Tanya Satria celingak celinguk tak melihat art bohay yang selalu menyajikan air padanya.


''Pulang dia, katanya mau kawin karna ada cowo yang ngelamar dia ta'aruf ta'aruf gitu lah, kepana? naksir Lu.''


''Yaaah keduluan Gue, tadinya mau ngajakin dia makan malam. Biasanya kita suka tukar kabar, tapi ntah kenapa dua minggu terakhir ini dia ngilang dan nomernya nggak aktif.''


Kaleea yang sedang membuka kado dari Satria langsung menoleh, ''Ih benerr banget kita samaan, apa dia jadi yaa nikahnya dan nggak boleh pegang hp sama suaminya.'' Kaleea dan Satria saling pandang dengan rasa curiga...





__ADS_1


DUBAI•


Seorang pria tampan bertubuh atletis berdada bidang lebar yang memiliki roti sobek delapan biji di perutnya, kini tengah berkutat dengan laporan keuangan restoran milik sang ayah yang ia kelola dan kembangkan..


Jika Agam bergelut di bidang restoran seperti ayah nya, lain hal dengan Gano yang bergelut di bidang astitektur pembangunan dan sudah memiliki perusahaan sendiri.. Bahkan Gano sudah di kenal banyak kalangan dan petinggi petinggi negara karna karna mendesain amat apik dan patut di acungi jempol..


Kembali pada Agam yang sedang fokus, ia mendengar ketukan pintu dari luar ruangan nya..


Tok..Tok.. Tok..


''Masuk.'' Teriak Agam tanpa melihat siapa orang yang datang keruangan nya..


''Tuan, karangan bunganya mau anda kirimkan ke mana?'' Tanya sekretaris


Agam menoleh melihat sekretaris nya. ''Ummm,, antarkan saja bunganya ke sini karna aku sendiri yang akan membawanya.''


''Baik tuan.'' Sekretaris mengangguk lalu pergi dari ruangan Agam..


Ketika Sekretaris menutup pintu, Agam tersenyum lalu membuka laci di bawah mejanya ia melihat kotak kecil persegi empat dengan warna merah. Agam mengambilnya lalu membuka kotak itu dengan jantung berdebar tak karuan..


Sebuah Cincin yang di desain sebegitu cantik bertahtakan emas berlian untuk Maria, karna hari ini Agam akan melamar kekasih pujaan hatinya untuk menjadi istrinya. Agam dan Maria sudah menjalin kasih selama beberapa tahun dan kini saatnya Agam memberikan kepastian akan hubungan yang tengah ia dan Maria jalani ke jenjang yang lebih serius..


Setelah puas memandangi kotak berisikan cincin, Agam melihat jam di pergelangan tangannya, menunjukkan pukul delapan belas lebih tiga puluh menit 18:30. ia langsung berdiri dari kursi dan pergi dari ruang pribadinya..


Agam mengambil bunga itu dan tersenyum."Terima kasih, aku pulang lebih dulu ok."


"Baik tuan."


Dengan hati yang berbunga, seperti bunga yang ada di tangannya yang bermekaran cantik. Begitu pun hati Agam yang sudah tidak sabaran untuk bertemu Maria dan mengutarakan niat baiknya..


"Sayang aku datang." gumam Agam melajukan mobilnya menuju apartemen milik Maria..




Setelah beberapa menit, Agam telah sampai di parkiran apartemen Maria lalu keluar dari dalam mobil dengan senyum kebahagiaan yang membuncah dalam hatinya.


Agam masuk kedalam lift, menekan angka menuju ke lantai 5 lalu keluar dari lift berjalan di lorong apartemen mewah yang dia berikan pada Maria sebagai hadiah ulang tahun..


Agam menekan pin pintu lalu masuk kedalam, melihat jika ruangan masih gelap gurita bertanda jika sang pemilik rumah belum datang. Agam melihat jam di pergelangan tangannya lalu mengangguk ketika ia tau jika sebentar lagi Maria akan pulang..

__ADS_1


Dan benar saja belum lama Agam berdiri, ia mendengar jika pin pintu di tekan dari luar dan mengira jika itu adalah Maria yang pulang. Agam dengan gugup berdiri tak jauh dari arah pintu masuk memegang buket bunga di tangannya..


''Aku yakin jika kau akan menyukai kejutan dari ku.'' Gumam Agam menghela nafas panjang, menetralkan rasa gugup yang ada di dalam hatinya..


Saat pintu terbuka dan Agam akan meneriakkan kata surprise, namun Agam malah terdiam kaku di tempat! mulutnya seakan bisu untuk mengucapkan satu patah kata pun saat netra mata tajamnya melihat Maria tengah berpelukkan dengan kedua tangannya mengalung di leher seorang pria..


Deg.. Deg.. Deg..


Jantung Agam seakan berhenti berdetak di dalam sana, ketika melihat orang yang dia cintai tengah di cumbui dan di mesrai oleh pria lain dan bukan dirinya. Perlahan bunga yang dia pegang jatuh ke lantai bersamaan dengan remuknya hati dan cinta yang tulus..


''Ga_ Ga Gano.'' Ucap Agam terbata-bata dan semakin terkejut hingga Agam meremas dadanya yang merasakan sakit di area jantungnya yang menusuk rongga kalbu..


Sedangkan Gano melototkan matanya saat ia melihat Agam tengah memergoki dia dan Maria sedang berciuman, hingga Gano langsung mendorong tubuh Maria kebelakang dan menatap sendu pada Agam..


Sementara Maria tidak mengetahui jika di belakangnya ada Agam. ''Honey, kenapa berhenti? apa kau tidak merindukan ku Gano. Sudah lebih dari dua minggu kau tidak menjamahku.'' Maria melangkah untuk mencium kembali bibir Gano, namun Gano menggeleng dan mengisyaratkan jika Maria harus melihat kebelakang..


Maria mengerutkan keningnya dan menoleh ke belakang. Alangkah terkejutnya Maria melihat Agam berdiri di belakangnya.


''Ho_ Honey aku bisa jelaskan.'' Ucap Maria melihat Agam lalu melihat Gano secara bergantian. Maria sangat panik dan gelisah tak menentu.


Sementara Agam mundur kebelakang dengan mata terpenjam, mengontrol emosi yang menggebu membakar jiwa yang ada di dalam hatinya. Agam benar-benar tidak menyangka jika sang adik yang dia sayangi telah menghianatinya...


''Apa maksud semua ini?'' Tanya Agam dengan nada geram menahan amarah dengan gigi saling beradu menatap tajam kedua orang yang telah mencuranginya tanpa perasaan..


''Honey aku bisa jelaskan.''


''CEPAT JELASKAN! Teriak Agam dengan susah payah menahan sesuatu yang akan meledak dalam jiwanya..


Maria menelan ludahnya sudah payah. ''Aku dan Gano...


''Saling mencintai.'' Ucap Gano..


Deg.. Deg... Deg..


Jantung Agam terasa di remuk dan di peras, saat sang adik mengatakan bahwa mereka saling mencintai tanpa memikirkan perasaannya. Kedua tangan Agam mengepal dengan kuat sampai-sampai kukunya menancab kuat hingga mengeluarkan darah..


''Brengsek!



...•••••...

__ADS_1


...LIKE.LIKE.LIKE...


__ADS_2