Mr. Perfect Vs Mrs. Ceroboh

Mr. Perfect Vs Mrs. Ceroboh
Mr. Perfect Vs Mrs. Ceroboh Part 73.


__ADS_3

Setelah Sha Sha membuka kemeja Dayan. Sha Sha menyeret kaki Dayan ke ranjangnya dengan susah payah, lalu mengangkat tubuh Dayan ke atas ranjang dan membaringkan nya..


Namun ketika Dayan terbaring, Dayan tiba-tiba bangun dan memuntahkan semua isi perutnya hingga muntahan itu terkena baju Sha Sha..


Huuuuweeekkk..


''Aaahhkk jijayyyy Kakaaaakk kenapa kamu muntah di tubuhku!'' Teriak Sha Sha sedikit menahan tangis dan menghentak-hentakkan kakinya kesal. Sedangkan yang membuat ulah, malah tertidur dengan keadaan celana kotor terciprat muntahannya sendiri.


Sha Sha berlari ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dari bau yang tidak sedap, sambil mencaci maki Dayan dengan membawa nama kebun binatang dan teman-teman nya..


Setelah beberapa saat me gosok tubuhnya, Sha Sha keluar dari kamar mandi memakai handuk dan mengambil kemeja Dayan karna baju miliknya kotor.


Sha Sha melihat jam di dinding menunjukkan pukul 1: 30 dni hari, untung saja ia sempat mengabari kepada ibunya jika dia menginap di rumah teman kelasnya..


Setelah selesai memakai kemeja, Sha Sha melihat jika Dayan masih dengan keadaan kotor! Sha Sha pun menghela nafasnya lalu menyelimuti tubuh kekar milik Dayan dengan selimut, lalu Sha Sha duduk di pinggir dan memasukkan kedua tangannya untuk melepaskan celana yang Dayan pakai..


Sha Sha meraba seleting dan kancing celana hingga terlepas, ia sangat hati-hati agar tangan sucinya tidak menyentuh hal yang belum halal untuk dia pegang. Namun yang namanya membuka celana apa lagi seleting, pasti sengaja atau tidak sengaja pak anu kepegang juga membuat Sha Sha sedikit terkejut saat pak anu bangun dan berkedut meminta keluar..


Tuiiinggg.. Tuuiingggg..


''Hah, apa itu! oh Sha Shaaaa jangan melihatnya, jangan melihatnya cukup rasakan saja Huuufftt sabar sabar.'' gumam Sha Sha dalam hati.


Sha Sha berhasil melepaskan celana Dayan dan membuangnya ke lantai, lalu memasukkan kedua tangannya lagi untuk melepaskan benda keramat yang di namakan cemvake..


''Ah akhirnya lepas juga.'' Sha Sha menarik cemvake dari dalam selimut dan memegangnya dengan pandangan jijik, lalu membuang benda itu hingga tersangkut di dinding tepat di depan poto seorang wanita yang entah siapa...


Tuiiinggg...


Setelah selesai, Sha Sha bisa bernafas lega dan tidur di sebelah Dayan yang tidak memakai sehelai benang pun di tubuhnya..


Sha Sha memang sembrono dan belum berpikir dewasa. Bagaimana jika Dayan bangun dan melakukan hal yang tidak seharusnya terjadi? tapi mungkin yang maha kuasa masih menyelamatkan dia dari segala hal yang tidak-tidak..



Flashback off•


''Heii bocil kok malah ngelamun sih.''


''Apa sih kak! berisik ah gak ada yanggggg__'' Sha Sha tidak melanjutkan perkataannya setelah ia melihat raut muka Dayan yang begitu ketakutan..


Sha Sha yang jail mempunyai ide untuk memalas Dayan karna Sudah membuat pinggangnya sakit dan encok..


Huuwaaaaaaaaa__


Sha Sha menangis kencang, membuat Dayan semakin kalang kabut di buatnya. ''Heh, ko nangis sih jangan nangis donk plis.''


''Kak Dayan jahat! sudah_ sudah_ Huuwaaaaaa...

__ADS_1


Lagi dan lagi Sha Sha menangis dengan kencang, namun dalam hati sedang tertawa terbahak-bahak karna berhasil mengerjai Dayan. ''Hah rasakan! emang enak di kerjain.'' Ucap Sha Sha dalam hati tertawa bahagia..


...•••••...



Dayan..



Sha Sha..


...•••••...


Sedangkan di sisi lain di kediaman Arrashid, mereka sekeluarga sedang sarapan bersama dengan tenang dan damai. Namun tidak bagi Affan dan Kaleea yang saling pandang dengan tatapan mereka mengeluarkan sinar leser tak kasat mata..


Affan masih kesal dengan kelakukan sang adik yang membuat dia harus jatuh dari atas rumah pohon, sedangkan Kaleea menampilkan muka watado (wajah tanpa dosa) sambil mengejek sang kakak dengan tatapan nya..


Kaleea mengulurkan tangannya untuk mengambil g'mat, namun dengan buru-buru Affan mengambil semua g'mat itu dan memasukkan semua kedalam mulutnya, yang mana membuat Kaleea mencibikkan bibinya..


''Hei Son, kenapa kau mengambil semua g'mat itu?'' Tanya Omar heran karna sang anak biasanya tidak menyukai g'mat..


''Ini enak sekali Aba, aku sangat menyukainya.'' jawab Affan dengan mulut penuh..


''Tetap saja jangan seperti itu, ada apa dengan kelakukan mu akhir-akhir ini yang sangat aneh.'' gerutu sang ibu Lintang..


Gleek..


Affan menelan g'mat itu dengan senyum kemenangan di wajahnya, karna berhasil membuat sang adik kesal. Lalu Affan mengulurkan tangannya untuk mengambil jus tapi langsung di serobot oleh Kaleea yang langsung meminum nya..


''Heii itu minuman ku.''


Namun Kaleea tak menggubris dan terus meminum habis jus milik Affan. Yang mana kelakukan mereka itu membuat Ryan, Omar dan Lintang bingung..


''Ada apa dengan kalian?'' tanya Omar sedikit menaikkan nada bicaranya, Omar sudah peka dengan anak-anak nya jika sudah kelakuan seperti ini..


''Tidak ada apa-apa Aba.'' jawab Kaleea.


''Bohong! Kau tau Aba, putrimu sudah membuat aku jatuh dari atas pohon rumah dan membuat pinggangku sakit.'' Adu Affan layaknya anak kecil sedang meminta pertolongan.


Omar langsung menatap Kaleea dan meminta penjelasan, sedangkan Kaleea mah santai bae karna dia mempunyai kartu sang Kakak..


Kaleea pun menatap sang Kakak dan tersenyum. ''Kakak, coba jelaskan bagaimana aku bisa membuat mu jatuh dari atas pohon rumah?'' Tanya Kaleea


''Karna kau mengganggu ku sedanggg__ sedanggg_..


Skakmaat!!

__ADS_1


Affan tidak bisa melanjutkan perkataannya, karna ia tidak mungkin bilang jika sang adik mengejutkan nya yang sedang melakukan adegan ciuman..


''Apa Kak? bisa kau jelaskan mengapa menuduhku.''


Affan menarik nafas dan menahan nafasnya untuk beberapa saat, lalu membuang nafasnya dengan perlahan. ''Tidak, tidak terjadi apapun dan mungkin aku sedang bermimpi! lupakan saja Aba.'' Pasrah Affan karna ia tidak bisa berkutik dan melanjutkan makannya dengan tenang, walau hati Affan sedang dongkol pada sang adik..



Siang hari•


Affan tengah duduk di ruang tv menonton bola favorit nya dengan asik, namun tiba tiba Kaleea duduk dan mengambil alih remot tv lalu mengganti chanel nya. ''Arrggghh deeekkk, mengapa kau ganti chanel nya? aku sedang menonton bola.'' Teriak Affan.


''Aku ingin melihat film azab.''


''Heii mana ada sinetron itu di sini! kembalikan ke chanel tadi.''


''Bohong.''


''Dek bola lebih penting di bandingkan tontonan non faedah mu.'' Affan uring-uringan tak jelas..


''Dek bola lebih penting di bandingkan tontonan non faedah mu nye-nye-nye-yeyey.'' Kaleea mengulang ucapan Affan dengan nada menjengkelkan..


Membuat Affan dongkol setelah modar, melihat kelakukan sang adik. ''Dek! kau mulai menyebalkan.''


''Deeekk kauu mulaiiii menyebalkan!'' ulang Kaleea..


''Astagfirullah, Astagfirullah, RIAAAAAAANNNNNN.'' Affan berteriak memanggil adik iparnya, karna sudah putus asa menghadapi sang adik yang bertambah menjengkelkan..


Ryan yang mendengar teriakkan Kakak iparnya langsung menghapiri keduanya. ''Ada apa?'' Tanya Ryan yang sudan ada di depan mereka.


''Tolong dengan sangat, bawa istri mu dari hadapanku.'' Affan merangkup kedua tangannya, ''Lama-lama dekat dengannya membuat otakku pindah ke betis.'' kesal Affan


Ryan melihat istrinya yang tengah tersenyum, hanya menggelengkan kepalanya saja lalu membisikkan sesuatu pada Kaleea yang membuat Kaleea langsung sumringah dan mengangguk..


''Tapi gendong.'' Manja Kaleea.


Membuat Affan terdiam tak percaya dengan apa yang di lihatnya, dalam benak Affan bertanya-tanya apa yang di bisikkan oleh Ryan hingga si biang onar itu bisa menurut dengan patuh..



...•••••...


...Kira-kira apa yang di bisikkan oleh Ryan yaa...


...😝😝😝😝...


...Jangan lupa ...

__ADS_1


...LIKE.KOMEN.VOTE...


__ADS_2