Mr. Perfect Vs Mrs. Ceroboh

Mr. Perfect Vs Mrs. Ceroboh
Begitulah sifat aslinya


__ADS_3

RUMAH SAKIT•


...•••••...


Perlahan kelopak matanya Siska bergerak gerak, lalu dengan perlahan mata itu terbuka dengan pandangan semar-semar tidak begitu jelas..


Siska menajamkan penglihatan nya dan merasa bingung dimana dia berada, seingat Siska ia sedang mengobrol dengan majikannya di depan pintu kamarnya namun dimana dia berada..


Siska lalubterbangun dan menyenderkan punggungnya melihat sekitar. ''Aku di rumah sakit sendirian? tidak ada orang yang menjagaku?'' gumam Siska merasa sedih..


Huuufftt...


Siska membuang nafasnya dengan lemah, beginilah jika ia sakit. sendirian, kesepian, tak ada keluarga yang menemani di fase jika dirinya kesulitan. Tapi Siska sadar jika kehidupan manusia memang mempunyai fase yang unik. Terkadang kita merasakan kebahagiaan yang luar biasa, namun ada kalanya kita akan merasa berada dalam kesulitan dan kesedihan. Semua itu adalah hal yang wajar dan semua manusia pasti pernah mengalaminya.


Siska sangat tau jika Tuhan memberikan kesedihan kepadanya bukanlah tanpa sebab, karna Siska sadar betapa indahnya hidup yang dirancang oleh Yang Maha Kuasa. Sedih, bahagia, dan kecewa seakan bumbu yang membuat hidupnya lebih berarti.


Ketika Siska sedang melamun, pintu terbuka bersamaan dengan datangnya Gano menenteng kantung berisi makanan yang mungkin dia beli dari luar. Karna dokter mengatakan besar kemungkinan kalau Siska belum mengisi perutnya sedarinkemarin dan itu menyebabkan mengapa Siska pingsan..


(Hanya di dunia pernovelan dari kemarin nggak makan tapi nggak sadar, kalau othor nggak makan dari kemaren udah kejer kaya ke setrum kali ah.)


''Kau sudah sadar?'' Tanya Gano saat berada di depan Siska.


Siska menoleh dan langsung membuang muka ketika orang yang dia benci ada di depannya, sore malam menjelang pagi Siska terus saja menangis tanpa henti! dunianya sudah hancur ketika kehormatan nya di ambil paksa oleh pria yang bukan suaminya..


Tak ada lagi keceriaan, kehangatan, kebahagiaan yang terlihat di wajah Siska yang dulu selalu bangga pada dirinya sendiri. Namun kini kebanggaan itu runtuh dan di patahkan oleh pria yang bernama Againo Assaud Muhktar Al Bilal..


''Makanlah dulu, kau belum makan dari kemarin sore bukan?'' Gano membuka kotak berisi makanan dan menyodorkan nya ke hadapan Siska.


''Aku tidak lapar.'' Jawab Siska namun ia enggan untuk menoleh.


''Jangan meyiksa cacing yang ada di dalam perutmu, mereka tidak salah apapun! jadi makanlah sebelum mereka berdemo.''


''Aku bilang aku tidak la___

__ADS_1


Kruyuuuukkk...


Perut Siska berbunyi dengan nyaring, membuat Siska malu di hadapan Gano. ''Dasar cacing sialan! apa kalian tidak bisa kompromi denganku terlebih dahulu sebelum bersuara.'' Gerutu Siska dalam hati.


Sementara Gano menarik sudut bibirnya mendengar suara nyaring dari dalam perut Siska. ''Ya sudah kalau kamu nggan untuk memakannya, biar aku buang saja makanan ini.'' Gano berdiri mengambil kotak makanan itu namun Siska mencegahnya.


''Tunggu'' Siska merebut kotak makanan yang ada di tangan Gano dengan kasar, ''Biar aku makan.'' Ketus Siska lalu membuka dan memakannya dengan perlahan..


Hening...


Tak ada yang bersuara ketika Siska sedang makan, sementara Gano membalas pesan yang di kirim oleh Kaleea saat menanyakan keadaan art nya lalu memasukkan ponsel kedalam saku dan melirik pada Siska yang baru selesai makan..


''Sudah selesai?''


''Hem.''


''Kita akan pulang setelah cairan infusan di tangan mu habis.'' Ucap Gano yang di jawab anggukkan oleh Siska.


Keheningan kembali terasa saat keduanya saling diam dengan pemikiran masing-masing, keduanya merasa canggung terlebih Siska bukan merasakan canggung lagi melainkan gedek melihat Gano ada di sampingnya..


Gano berdehem mengambil ancang-ancang untuk berbicara serius dengan Siska, menghembuskan nafas dengan panjang dan membuang nafasnya dengan perlahan. ''Apa aku boleh berbicara?''


''Bicaralah, tidak ada yang melarangnya.''


''Dengarkan aku, berbicara soal kejadian kemarin aku minta maaf padamu, aku tidak bisa mengembalikan apa yang sudah aku ambil dari mu. Tapi sebagai bentuk tanggung jawabku, aku siap menikahimu jika kau mau.'' ujar Gano menatap mata Siska..


Siska diam lalu membuang muka. ''Tidak usah menikahiku karna aku tidak sudi menikah dengan pria brengsek seperti mu.''


''Apa kau yakin? bagaimana jika kau hamil.''


Deg..


Siska tersentak ketika Gano berbicara soal Hamil, apakah dia akan hamil walau hanya sekali melakukannya? jika pun Siska hamil dia tidak mau anaknya lahir tanpa memiliki seorang ayah, ia sudah cukup sulit dengan kehidupannya dan Siska tidak mau anaknya memiliki kesulitan yang sama..

__ADS_1


''Pikirkan baik-baik jika kau menikah denganku, kamu tidak perlu bekerja sebagai pembantu di rumah Kaleea. Aku akan memenuhi semua kebutuhan mu dari ujung kaki ke ujung rambut mu. Tapi dengan satu syarat! kita menikah secara diam-diam.'' Gano meng'iming imingi Siska dengan uangnya, dan meminta Siska untuk merahasian pernikahan mereka jika Siska mau menikah dengannya..


''Apa kau pikir aku anak kecil? apa kau pikir aku mau di iming-imingi dengan harta mu? cukup ya Tuan Againo! kita tidak perlu menikah dan memiliki hubungan. Biarlah yang sudah terjadi terjadilah mungkin akan lebih baik jika kita melupakan nya.'' Ujar Siska yang mana membuat Gano marah..


Praaanggg..


Gano melempar gelas ke dinding, menatap Siska dengan tajam! rahangnya mengeras beriringan dengan jakun di lehernya naik turun menahan emosi atas penolakkan yang di lontarkan oleh Siska.


Gano merasa dia sudah cukup baik dan mau bertanggung jawab dengan apa yang sudah dia perbuat, terhadap seorang pembantu seperti Siska yang menurutnya bukan siapa-siapa..


Aahh..


Tiba tiba Gano mendorong tubuh Siska, hingga sang empu terlentang dan mencekal rahang Siska dengan kuat hingga mendongkak. Kini wajah mereka sangat dekat tak berjarak bahkan hembusan nafas hangat Gano bisa ter'endus..


''Wanita tidak tau diri, beraninya kau menolakku! kau pikir siapa dirimu yang berani menolak menikah denganku HAH! setuju atau tidak, kau tetap harus menikah denganku tanpa ada yang tau.''


Siska sangat terkejut melihat sifat Gano seperti ini, kini di matanya Gano bukan hanya brengsek tapi dia juga kejam dan pemaksa.


''Apa kau faham dengan apa yang aku katakan huh!''


Siska mengangguk patuh karna dia takut melihat Gano yang marah, setelah Gano melihat Siska mengangguk setuju! Gano langsung melepas cekalan di rahang Siska dan pergi ke luar dari ruangan..


Sementara Siska hanya bisa menerima perlakuan Gano padanya, ia ingin menolak tapi dia takut dengan kilatan amarah yang Gano perlihatkan.. Siska hanya bisa mengumpat dan mencaci Gano dalam hati, menyumpah serapahi prilaku Gano yang kasar padanya..


''Apa seperti itu sifat aslinya? bagaimana aku bisa menjalin biduk rumah tangga dengan orang sepertinya.'' Gumam Siska dengan tetesan air mata jatuh di pipinya




...•••••...


...😭 Yang belum Like bab sebelumnya coba periksa kembali, jika belum di Like pastikan Like Yaaa Ziyeng jangan buat Author trauma jika Crazy up.....

__ADS_1


...Soalnya banyak pembaca yang transparan kaya hantu, baca tapi nggak ngelike dan hanya bab akhir saja yang di like. Sadis kan pembaca kek gitu😭😭.....


__ADS_2