
Aaahhh...
Semua orang menunduk takut ketika pistol itu mengarah pada mereka, terutama pada Susi orang yang sangat dia benci sedari dulu..
Nurriah masih ingat ketika Azam selalu meneriaki nama Suzi jika mereka sedang berhubungan badan, atau pun ketika Azam terlelap dalam mimpinya Azam selalu menggigau dan memanggil nama Suzi. Hingga Nurriah muak karna tidak sedikit pun hati Azam terbuka untuknya, berawal dari iri lama lama menjadi dengki lalu berubah menjadi benci mendarah daging..
''Mah apa yang kau lakukan!'' Dayan menghampiri ibunya.
''Bukannya ini yang kamu mau? cepat pilih ikut aku atau mati bersama mereka.'' Nurriah menodongkan pistol ke arah Dayan..
''Kita bisa bicara baik-baik.'' Lintang mencoba untuk berdiskusi.
''Diam kau!!
Kaleea melihat kondisi semakin memanas langsung memberi isyarat pada suaminya Ryan untuk menelpon polisi, yang langsung di angguki oleh Ryan lalu dengan perlahan mengendap-ngendap ke tempat yang sepi..
Dayan menghampiri Nurriah ibunya dan mencoba menenangkan nya agar sang ibu tidak bertindak gegabah, karna jika pelatuk itu berbunyi sudah di pastikan akan mengenai seseorang..
''Lepaskan!''
''Tidak Mah, jangan bodoh.''
__ADS_1
''Siapa yang bodoh, lepaskan Dayank!''
''Berikan pistolnya Mah.''
Semua orang sangat panik saat Dayan dan Ibunya saling berebut pistol satu sama lain, hingga Sha Sha pun membantu Dayan merebut pistol dari tangan Nurriah..
''Heh Kak dasar gadis sialan! minggir.''
Dugh..
Nurriah menyenggol Sha Sha hingga terjatuh ke lantai, membuat Dayan melototkan matanya. ''MAH Jangan keterlaluan!'' bentak Dayan merebut pistol itu dengan sekuat tenaga hingga pelatuk itu berbunyi...
DOR!!!
Aaahhh...
Bruuughhh..
Dayan tergeletak di lantai membuat sang ibu melotot tak percaya, lalu membuang pistol kesembarang arah dan memeriksa anaknya yang tidak sengaja terkena peluru di dada bidangnya..
''Dayan.... Nak?''
__ADS_1
Tak lama polisi datang menangkap Nurriah dengan susah payah karna Nurriah memberontak saat di amankan oleh pihak berwajib. Sedangkan semua keluarga membawa Dayan ke rumah sakit dengan segera karna darah terus mengalir dari dada yang terkena tembakkan..
Sedangkan Sha Sha jangan di tanya, dia sudah kacau karna pernikahan nya gagal dan kini dia harus melihat orang yang dia cintai terkapar lemah tak berdaya..
Sha Sha dengan setia menemani Dayan dan memegang tangan calon suaminya dengan erat menuju rumah sakit terdekat. Sha Sha terus berdoa agar Dayan bisa melewati ini semua dan mereka akan melangsungkan pernikahan kembali..
''Kak aku tau kau kuat, tolong berjuanglah demi aku yang sangat mencintaimu.'' Lirih Sha Sha.
Setelah beberapa menit akhirnya mobil telah sampai di depan rumah sakit, para Dokter mau pun Suster dengan segera membawa dan menangani pasien di UGD.
•
•
DI satu sisi, Siska sedang mencari tas majikannya yang tertinggal di kamar hotel khusus untuk keluarga. Setelah sekian purnama mencari akhirnya Siska menemukan tas milik Kaleea, lalu menenteng tas itu melangkah ke ruang kamar namun Siska sangat terkejut saat ada seseorang yang membuka pintu membuat ia ketar ketir lalu bersembunyi di balik Sofa..
Sedangkan yang masuk ternyata Gano dengan Maria yang akan melakukan adegan perpepewan.
Sungguh keterlaluan kelakuan mereka berdua, yang bener-bener tidak memiliki rasa empati terhadap manusia. Semua orang tengah bersedih di rumah sakit tapi keduanya malah bersenang-senang di kamar hotel..
•
__ADS_1
...••...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...