
DI KAMAR•
...•••••...
Siska tengah terbaring di ranjang sambil membalas pesan dari Gano, yang akan menunggunya tak jauh dari terminal jika Ryan sudah mengantarkan nya..
Siska menghela nafas beratnya, lalu mengskroll galery dimana banyak kenangan ia dan kedua orangtuanya sebelum mereka meninggal. Siska pun membuka media sosialnya dan mengetik sesuatu untuk di story nya..
Teruntuk ibu dan ayah, jangan sempat berhenti untuk rutin mendoakan anakmu yang hidup sebatang kara ini. Walau kita sudah berbeda alam dan kehidupan tapi aku sangat berharap kau selalu mendoakan ku dan melihat perjuangan ku untuk hidup.
Tak pernah ku sangka dalam sekejap mata, aku harus kehilangan orang yang paling berpengaruh dalam hidupku, semuanya sudah berubah ketika kalian meninggalkan ku sendirian..
Sand....
Ketika Siska selesai membuat status di media sosialnya, ia mendengar jika namanya di panggil dari luar. ''Siskaa.'' Panggil Kaleea sudah berdiri di depan pintu kamar Siska.
''Eh, iya bu.'' Siska segera membuka pintu kamarnya..
Kaleea tersenyum.''Boleh aku masuk?''
''Tentu saja boleh bu.'' Siska membuka pintu kamarnya dengan lebar, lalu Kaleea masuk mengedarkan pandangan ke setiap sudut kamar yang di tempati Siska selama bekerja di sini.
Netra mata cantik milik Kaleea berhenti ke arah lemari yang terbuka dan melihat beberapa baju dan tas pemberian nya.. ''Kenapa itu masih di di lemari?'' Tanya Kaleea..
''Saya kurang pantas bu memakai barang mahal, jadi saya simpan saja di sini.''
''Itu namanya kamu kurang menghargai pemberian aku, itu semua barang aku berikan padamu agar kamu pakai Siska! pokonya nggak mau tau kamu bawa semua barang yang pernah aku kasih ke kamu.''
''Baik bu.''
''Sini aku mau ngobrol.'' Kaleea duduk di tepi ranjang dan menepuk kasur di sisinya. Siska dengan patuh duduk bersebelahan dengan Kaleea..
''Jadi kau mau menikah?'' Tanya Kaleea memulai pembicaraan..
''Rencananya seperti itu Bu.''
Kaleea menghela nafas panjang. ''Maaf yaaa aku sempat kesal, tapi mengapa mendadak Sis? kamu di jodohkan yaaa.''
''Eeh nggak bu, mana ada aku di jodohkan hmmm aku sudah mengenalnya dengan baik ko Bu.'' Bohong Siska menutupi bahwa dia akan menikah paksa dengan Gano..
Kaleea tersenyum dan menyodorkan satu kotak berwarna biru dongker pada Siska. ''Aku tidak tau harus memberikan mu apa, tapi ini bentuk rasa kasih sayang ku padamu dan jangan pernah menolaknya.''
''Bu, ini apa? jangan berlebihan bu saya jadi nggak enak.''
__ADS_1
''Bukalah dan aku harap kamu mau memakainya setiap waktu agar kamu ingat kenang-kenangan dariku.''
Siska membuka kotak itu dan terkejut saat netra matanya melihat satu set perhiasan bertahtakan berlian yang menyilaukan mata. ''Bu, ini aku nggak bisa menerima barang semahal ini bu.'' Siska memberikan kotak itu pada Kaleea, ia sampai gemetar hanya dengan melihatnya saja apa pagi memakainya.
''Jangan seperti itu Sis, aku ikhlas memberikan berlian ini untukmu. Kau tau, berlian ini sangatlah berharga bagiku karna perhiasan ini salah satu pemberian dari Jiddah ku (Nenek).
''Tapi bu, akuuu.''
''Ah tidak ada penolakkan! sini biar aku pakaikan.'' Kaleea memakaikan kalung, gelang, anting, dan satu cincin di jari manisnya. ''Pakailah ini terus kau terlihat cantik, aku yakin pasti suami mu akan menyukaimu pada pandangan pertama.''
''Terima kasih bu, kenapa ibu baik banget sih sama sayaa, padahal saya hanya pembantu di rumah ibu.''
''Hus, nggak boleh begitu! kau tau Ummah ku juga dulu pembantu namun nasib baik menghampirinya dan di nikahi oleh Abba ku yang kaya raya bin tajir heheh.''
''Boleh saya peluk bu, untuk terakhir kalinya.''
''Tentu saja.''
Kaleea dan Siska berpelukkan, setelah itu mereka mengobrol lalu Kaleea tidak lupa untuk meracuni Siska dengan hal-hal berbau mesum hingga membuat Siska malu saat ia mendengarnya..
•
••••••
Kaleea menoleh ke kursi belakang di mana Siska duduk bersama Tantan. ''Sis, hati hati yaaa jaga barang-barang mu jangan sampai hilang.''
''Iya bu, kalau begitu saya pamit.'' Siska mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dan di sambut oleh Kaleea dan Ryan..
''Ini gaji bulan sekarang dan sedikit bonus untuk mu'' Ryan memberikan amplop berwarna coklat dengan isi lumayan tebal..
''Pak ini terlalu banyak.''
''Simpan lah untuk buka usaha di kampung, kalau ada apa apa hubungi saya atau istri saya yaa jangan sungkan.''
''Baik pak, terima kasih banyak kalau begitu Saya pamit Asalamualaikum.''
''Walaikum'salam.'' Jawab Ryan dan Kaleea bersamaan.
''Mbak hati-hati yaa.''
Siska senyum dan mengangguk. ''Jadi anak yang baik yaa, jaga ibu.''
''Oke mbak.''
__ADS_1
Siska melangkah menyebrang jalan dan berdiri di sisi jalan melambaikan tangan pada mobil Ryan yang masih diam belum bergerak..
Sedangkan tak jauh dari arah mereka, mobil Gano sudah terparkir menunggu mobil Ryan pergi sambil mengirim pesan pada Maria dan menanyakan kabar dan mengatakan cinta. Setelah itu Gano mengemudikan mobilnya setelah mobil Ryan pergi dan tak terlihat lagi..
''Masuklah.'' titah Gano saat mobilnya sudah berada di depan Siska.
Siska menghela nafas dan membuka pintu mobil bagian belakang, dan menaruh tasnya terlebih dahulu lalu Siska masuk kedalam mobil..
''Siska! aku bukan supir mu, duduk di depan!'' sentak Gano yang membuat Siska menahan nafasnya lalu menurut untuk duduk di depan..
Setelah Gano melihat Siska duduk di sisinya, kini Gano melajukan mobilnya pergi ke tempat di mana dia dan siska akan melangsungkan ijab kobul. Tepatnya di mesjid yang tak jauh dari Apartemen yang Gano beli untuk menjadi tempat tinggal dia dan Siska..
•
•
•
Thirty minutes later (Tiga puluh menit kemudian)•
Mobil Gano telah sampai tepat di depan sebuah mesjid mewah, yang mana membuat Siska mengerutkan keningnya bingung..
''Pak kena__
''Gano! panggil aku Gano, jangan ada embel embel pak karna aku belum tua.''
''Aahh, baik. Khem Ga_ Gano, untuk apa kita kesini.'' Siska masihmerasa canggung memanggil nama..
''Kita ke sini tentu saja untuk menikah, kau pikir kita ke sini mau apa? Kau tau kan jika kita menikah hanya siri.''
Siska diam tak menjawab..
''Ayo turun.''
''Iyaa.''
Siska turun menyusul Gano yang sudah berjalan lebih dahulu. Langkah Siska begitu berat, ia tidak menyangka akan secepat ini pernikahan mereka.
"Tuhan kalau memang dia memang jodohku, maka luluhkan lah hatinya agar berprilaku baik padaku. Tapi jika memang dia bukan jodohku, mohon untuk sadarkan dia agar mau melepasakan ku.." Gumam siska dalam hati dan berdo'a untuk kebaikan dirinya..
•
...LIKE.LIKR.LIKE.LIKE.LIKE...
__ADS_1
...•••••...