Mr. Perfect Vs Mrs. Ceroboh

Mr. Perfect Vs Mrs. Ceroboh
Kau anggap apa aku ini.


__ADS_3

PAGI HARIβ€’


Siska membuka matanya dengan perlahan, senyum nya terukir indah ketika dia mengingat jika semalam penuh ia dan Gano merajut kasih. Namun yang membuat Siksa bahagia adalah, ketika Gano menyebut namanya di setiap Gano mendapatkan pelepasan nya, jauh berbeda ketika awal mereka nikah yang mana Gano menyebut nama wanita lain saat ia mendapatkan pelepasan nya. Terlebih Siska sangat bahagia saat Gano mengatakan cinta di sela sela mereka sedang bergelut dengan keringat..


''Aaahh, apakah aku bermimpi? kenapa aku sangat bahagia?'' Gumam Siska dalam hati dengan keadaan salah tingkah saat mengingatnya..


Siska lalu terbangun dari tidur dan menyeder di belakang ranjang, melihat kanan kiri tak melihat Gano. Tapi tak lama Gano keluar dari ruang ganti dengan keadaan sudah rapih..


Gano tengah menelpon seseorang yang mana Siska tidak mengetahui siapa orang di sebrang telpon..



β€’


Padahal Gano sedang menelpon dengan Maria, Gano sempat menoleh pada Siska yang sudah terbangun lalu berpamitan pada Maria.


πŸ“ž ''Ok bye nanti aku telpon kembali.''


πŸ“ž "Baiklah, i love u."


πŸ“ž ''I love u too.''


Deg..


Wajah berseri yang tadi di perlihatkan pada Gano tiba-tiba langsung pudar saat mendengar kata kata yang keluar dari bibir Gano. I love you kini batin Siska bertanya ucapan pada siapa kata kata itu..

__ADS_1


''Kau sudah bangun?'' Tanya Gano berdiri tak jauh dari Siska.


''Yaaa, seperti yang kau lihat.'' Jawab Siska dengan kikuk.


''Aku akan kembali ke negaraku.'' Ucap Gano melipatkan kedua tangan di dada.


''Secepat itu? bukannya kau batu datang kemarin, kapan kau akan kembali?'' Tahya Siska bertubi-tubi dan sedikit terkejut mendengar jika Gano akan kembali ke negaranya..


''Aku akan pulang dan mungkin tidak akan kembali, dan pernikahan kita cukup sampai disini.'' Ucap Gano membuat Siska tak mengerti arah pembicaraan Gano..


''Hah? apa maksud mu aku tidak mengerti.''


''Ck, aku menalak mu mulai saat ini, detik ini, kau bukan lagi istriku dan kita sudah tidak memiliki hubungan apapun.''


Jederrrrr...


''Apa kau serius? kenapa menalak ku secara tiba-tiba, apa salahku pada mu hingga kau mempermainkan ku?'' Tanya Siska yang sudah mulai serak menahan tangisnya..


''Kau tidak punya salah, aku hanya akan menikah dengan Maria dan kau sudah tidak aku perlukan lagi.''


''Ta__tapi bukannya semalam kau menyatakan cinta untukku?''


Gano mengerutkan keningnya nampak bingung. ''Aku, menyatakan cinta untuk mu? ha ha haha itu sangat mustahil Siska. Mana mungkin aku mencintaimu heh jangan baterai deh.''


''Dasar brengsek!! upat Siska namun Gano tak perduli..

__ADS_1


''Baiklah karna urusan kita sudah selesai dan aku sudah tidak punya ikatan dengan dirimu, aku akan kembali pada orang yang aku cintai bye.'' Gano melangkah pergi membuat Siska melototkan matanya lalu turun dari ranjang berbalut selimut mengejar Gano..


''Gano tunggu!


''Gano, aku mohon jangan tinggalkan aku.''


''Kenapa ketika aku sudah membuka hati padamu, kau malah mempermainkan aku.''


''Aku mohonnnnn.'' Siska memeluk kaki Gano yang akan pergi dari kamar mereka, tak perduli jika Gano berpikir bahwa ia tidak mempunyai malu karna mengemas cintanya.


''Lepas!''


''Ngaak, aku mohon jangan per___


Gubraaakk...


Siska pingsan begitu saja, membuat Gano mengerutkan keningnya lalu memeriksa Siska. ''Dia pingsan! Ck, merepotkan.'' Gano menggendong Siska ke atas ranjang lalu menelpon seseorang untuk mengurus Siska, karna dia akan pulang ke Dubai sebab Maria membutuhkan dirinya..


πŸ“ž "Hem, kau urus wanita yang ada di apartemen xxx dan bawa dokter untuk memeriksanya. Aku akan pergi."


Tut..


Gano menutup sambungan telponnya lalu pergi dari kamar tanpa menoleh sedikit pun pada Siska yang terbaring lemah..


β€’

__ADS_1


...β€’β€’β€’β€’...


...LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA...


__ADS_2