
Di ruang tamu kediaman Ryan sedang berkumpul, Kaleea Satria dan Ryan yang sedang menatap Siska dengan tatapan yang berbeda-beda..
''Jelaskan Siska!'' Teriak Ryan menggema di ruang tamu, membuat semua orang terkejut dengan teriakkan dari Ryan termasuk Kaleea, karna ini kali pertama selama pernikahan nya melihat dan mendengar Ryan menaikkan nada bicara nya..
Sedangkan Siska bingung harus menjelaskan kecurigaan nya dari mana, Siska diam menunduk lalu menatap Nadia yang bermuka watado (wajah tanpa dosa).
Entah apa yang sudah Nadia adukan pada majikannya, yang jelas Siska merasa tak suka dengan wajah Nadia yang polos dan berpura-pura. Kini Siska menoleh ke arah Rya yang sedang menatapnya dengan tatapan tajam..
''Saya mencurigainya Pak, dia itu sangat aneh sekali karna suka memperhatikan bapak dari kejauhan! dan alasan saya membuka lemarinya karna ingin mencari bukti.'' Ujar Siksa yang mana membuat Nadia langsung menggelengkan kepalanya.
''Bohong pak, saya tidak pernah memperhatikan Bapak! saya memang selalu melihat bapa dari jauh karna takut bapak dan ibu memerlukan sesuatu.'' Nadia membela diri.
Ya iyalah membela diri, kalau nggak bela diri ketauan donk..
Sementara Kaleea memijat keningnya yang tiba-tiba pusing jika harus mengurusi Art Art seperti ini, Kaleea merindukan rumah lama dengan bi Mina yang bekerja. Kaleea pun berdiri membuat semua orang menoleh padanya.
''Yank, sudahlah mungkin Siska tidak sengaja melakukan itu.''
__ADS_1
''Tapi Hon in___
''Sudahlah Yank! untuk kalian berdua, pergilah kebelakang dan bicarakan berdua dengan baik-baik! Toh Siska tidak mengambil apapun dari lemari Nadia kan?''
Semua terdiam..
Siska dan Nadia pun mengangguk dan pergi ke belakang, sedangkan Ryan menatap Kaleea tak percaya. ''Kenapa kamu membiarkan Siska pergi? seharusnya kamu pecat saja dia, aku pun masih curiga bahwa dia yang mengirimkan pesan pesan itu.'' Ryan bersikukuh.
''Apa kamu punya buktinya Yank? bahwa Siska yang mengirimkan pesan itu padamu? ini masih teka teki dan kita tidak bisa mencurigai Siska! biarkan waktu yang akan menentukan siapa yang salah siapa yang benar.''
Ryan menghela nafas lalu berpamitan pada Kaleea untuk pergi dengan Satria le suatu tempat..
•
Sedangkan di dapur, Nadia dan Siska saling menatap satu sama lain dengan tatapan saling benci dan mencurigai satu sama lain.
''Kau tau, cepat atau lambat aku pasti menemukan apa yang kamu sembunyikan! lihat lah dirimu, disaat berhadapan denganku kau menegakkan kepalamu! tapi di saat Pak Ryan ada di depanmu, kepala mu itu selalu menunduk. Kau pikir aku tidak tau gerak gerik mu Dinda.
__ADS_1
Dinda yang awalnya bermuka polos kini tersenyum devil pada Siska. ''Kau pikir aku takut? Cih, lihatlah aku akan membuat mu di depak dari sini cepat atau lambat.''
Bukannya takut Siska melipat kedua tangannya di dada, menantang Nadia dengan apa yang di ucapkan nya barusan. ''Uuhh aku takuuuuttt Heh, bangai yang di sembunyikan akan tercium jika sudah membusuk! dan bangkai mu cepat atau lambat akan tercium juga! percayalah itu. Jika kau mempunyai niat jahat terhadap Ibu sama Bapak, maka aku orang pertama yang akan maju melawan mu. Walau umur mu jauh lebih tua dariku.'' Ujar Siska melangkah pergi menubruk bahu Nadia..
''Sialan!! Geram Nadia mengepalkan kedua tangannya..
•
•
perdebatan antara Art. kira kira siapa yang akan menang?
...••••...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...
...Kirim bunga jiga kalian punya kalau perlu sama kebon nya sekalian.....
__ADS_1