
Mobil yang di kendarai Affan masuk kedalam pekarangan Vila yang dia sewa selama di Turky. Affan keluar dari dalam mobil lalu melangkah menuju kedalam Vila.
''Kenapa Vila ini gelap.'' Affan celingak celinguk melihat sekitar Vila, namun yang dia lihat Vila yang lainnya masih menyala hanya Vila yang dia tempati saja yang mati lampu..
Affan baru kembali dari mini market membelikan sesuatu yang Yasmien perlukan. Yaitu menyuruhnya untuk membelikan roti Jepang yang ada sayapnya dan tidak mudah bocor jika di pakai malam hari..
Ceklek..
''Yash, Bey..''
Affan memanggil istrinya, tapi tidak ada sahutan dari Yasmien yang membuat Affan heran. Biasanya Yash akan langsung menjawab dengan suara cempreng, apa lagi Vila ini sedang gelap membuat Affan semakin curiga dan mengkhawatirkan istri kecilnya..
''Bey...
Affan pun dengan tergesa gesa melangkah ke arah kamar, namun di kamar juga sangat gelap membuat Affan menyalakan lampu di ponselnya.
Pluk..
Kantong plastik yang Affan pegang terjatuh ke lantai, saat Affan melihat kondisi kamarnya yang berantakkan dengan pecahan beling berserakkan di lantai dan beberapa barang lainnya..
''Yash..
Affan berlari mencari istrinya, sambil meneriaki nama Yasmien.
''Yash..
''Yasmien!!
Affan mencari ke kamar mandi namun tidak ada, Affan kesana kemari namun nihil. Ia sangat khawatir dan bingung kemana istrinya pergi..
''Kemana dia pergi.?
__ADS_1
Affan pun langsung menelpon polisi setempat, dan menyuruh penjaga Vila untuk datang kemari..
.
.
Flashback beberapa saat sebelumnya.#
...........
''Sayaanggggg.'' Yasmien berteriak dari dalam kamar mandi, memanggil Affan yang sedang terngkurap di ranjang memainkan Game cacing curumut di ponselnya..
''Yaa Bey.'' Jawab Affan, namun matanya tak lepas dari layar ponselnya karna dia takut jika cacing yang sudah besar mati akibat mematuk ekor cacing yang lainnya..
''Boleh aku minta tolong.'' teriaknya lagi.
''Iyaaa tentu.'' Affan pun menaruh ponselnya lalu turun dari ranjang, menghampiri Yasmien di kamar mandi. ''Ada apa Bey.? Tanya Affan
''Minta tolong belikan ^@;@. ''Bisik Yasmien tersipu malu saat mengatakannya, namun Yasmien tidak punya pilihan lain lagi saat pembalutnya hanya tinggal satu dan dia takut jika nanti malam bocor..
''Oke Kak.''
Affan melangkah gontai mengambil dompet dan kunci mobilnya, lalu pergi ke mini market terdekat membelikan pesanan untuk sang istri. Sementara Yasmien masih berada di kamar mandi sedang memakai baju tidurnya.
Ceklek..
Yasmien keluar dari kamar mandi, namun baru saja beberapa langkah dari kamar mandi. Yasmien di kejutan dengan lampu yang mati secara tiba-tiba.
''Eh, ko mati lampu.'' Yasmien melihat kanan kiri sangat gelap, ia pun meraba raba dinding karna gelap dan tidak melihat apapun..
Bugh..
__ADS_1
Yasmien menubruk seseorang di depannya. ''Kak, ini kau?'' Yasmien meraba-raba seorang pria di kegelapan yang entah datang dari mana..
''Kak, kenapa diam ini kamu kan.? Yasmien meraba dada bidang Pria yang ada di depannya, namun saat Yasmien meraba ke wajahnya Yasmien sangat terkejut karna yang dia raba bukan suaminya..
Yasmien terkejut hingga dia mundur satu langkah kebelakang. ''Siapa kamu! teriak Yasmien gemetar takut, terlebih Yasmien tidak bisa melihat apapun karna ruangan sangat gelap..
''Tidak perlu tau siapa aku, yang jelas ikut aku.!! Ucap seorang pria di kegelapan..
''Tidak! aku tidak mau.!! Yasmien mencoba berlari, namun dia menubruk sesuatu karna gelap tidak melihat apapun..
BRUUUGHHHH..
Pria di kegelapan itu mencoba menangkap Yasmien, walau dia juga menubruk beberapa barang membuat ruangan semakin berantak kan.
PRAAAANGG..
Yasmien tak sengaja menyenggol vas bunga, hingga pecah takkaruan..
''Tolong.
''Tolonggg..
''Kak Affaaaaannn!! teriak Yasmien saat dia tertangkap dan mencoba memberontak.
Bugh.!!!
Pria itu memukul tengkuk Yasmien hingga membuat Yash pingsan..
.
...........
__ADS_1
...HAYOOO SIAPA ITU...
...LIKE.KOMEN.VOTE...