
...•••••...
•
Pagi hari menyambut, di sebuah kamar apartemen terlihat dua sosok yang masih tertidur pulas. Mereka tertidur dengan keadaan saling membelakangi satu sama lain dengan keadaan yang satu telanjang, dan yang satu memakai kemeja sang pria..
Entah kejadian apa yang telah mereka lalui semalam, namun terlihat keadaan kamar sangat acak-acak kan dan baju berserakkan di mana-mana..
Arghh..
Pria itu membuka matanya dan membenarkan posisi tidurnya menjadi terlentang, ia memegangi kepalanya yang terasa pusing lalu memijatnya dengan perlahan. ''Kenapa kepala ku sakit yaaa.'' Gumamnya sambil meng'ingat nginat apa yang sudah terjadi dengan nya..
Tak berapa lama, bayangan ingatan pun melintas walau semar semar saat dia menyatakan cinta pada gadis yang dia suka namun sayang seribu sayang cinta itu di tolak mentah-mentah membuatnya patah hati.. Cinta di tolak, minuman beralkohol pun bertindak! setelah di tolak mentah-mentah, dia pergi ke club dan minum terlalu banyak membuat ia teler tidak sadarkan diri setelah itu..
''Ahhh mungkin dia bukan untukku.'' Gumam pria itu yang tak lain adalah Dayan, lalu netra matanya melihat sekeliling kamar dan ia sangat terkejut ketika melihat kamar yang biasanya rapih kini terlihat berantakan..
Beberapa hiasan kamar terlihat miring dan tergeletak tidak pada posisinya, dengan baju yang berserakkan dimana mana dan melihat jika cemvake miliknya tergantung miring di dinding..
''Alamak cemvake ku mengapa tergantung di sana.'' ucap Dayan lalu melihat dia dengan keadaan tidak memakai sehelai benang pun di tubuhnya..
Dayan pun dengan perlahan melihat ke arah kanan, dan kedua matanya melotot saat tau jika dia tidur dengan seorang wanita. Tapi Dayan tidak bisa melihat wajah wanita itu karna posisi tidurnya tengkurap..
''Hah! apa yang sebenarnya terjadi? aiiisshh aku tidur dengan wanita.'' Dayan bergerak gelisah, membuat wanita itu terbangun dan langsung duduk merentangkan kedua tangannya sambil menguap..
Uuummhh... Hoaaaammm..
''He_Hei siapa kau!'' Tanya Dayan penasaran ingin melihat wanita yang sudah tidur dengannya, sedangkan wanita itu langsung menoleh ketika Dayan bertanya..
''Ada apa?''
Deg...
''SHA SHA!'' Jantung Dayan terasa copot dari tempatnya saat mengetahui jika yang tidur dengannya adalah Sha Sha.
''Kakak, itu berisik banget sih!''
''Heh bocil! kenapa kamu disini dan me_ memakai kemejaku? apa kau sudah memperkosa ku tadi malam.'' Dayan bertanya dengan tangan menutupi dadanya..
''Ck, siapa yang memperkosa siapa?''
''Lalu apa yang terjadi pada kita?'' Tanya Dayan dengan nada sewot.
__ADS_1
''Yang terjadi???'' Sha Sha mengerutkan keningnya, dan mengingat ingat kejadian semalam yang sudah menimpa mereka..
•
•
•
Flashback tadi malam•
Sha Sha yang tengah mengalami patah hati sebelum berperang kini sedang di dalam mobil, dia akan pergi ke club untuk menghibur hatinya yang sedang galau. seakan dirinya tidak kapok untuk pergi ke club dengan semua yang sudah terjadi padanya dan pada Yasmien..
Setelah sampai Sha Sha pun memarkir kan mobilnya lalu keluar dari dalam mobil dan pergi kedalam. Ketika Sha Sha masuk, ia langsung di sambut oleh suara musik yang tengah di mainkan oleh Dj menggema keras di seluruh ruangan yang luas dengan kerlap kerlip lampu warna warni khas diskotik..
Sha Sha duduk di salah satu kursi bar, dan memesan satu minuman tanpa alkohol karna dia tidak mau pulang dalam keadaan mabuk. Tapi bukan itu saja, Sha Sha masih belum berani untuk minum-minuman beralkohol karna takut di marahi oleh ibu dan ayah nya..
Ia pun melihat orang-orang yang tengah berjoget di podium, dan banyak orang yang sudah teler dan mengigau karna minum terlalu banyak.
Saat Sha Sha memperhatikan semua orang, netra matanya tidak sengaja melihat seseorang yang dia kenal sedang mabuk dan meracau tak jelas..
''Kak Dayan.''
Dayan pun menoleh dan meracau, sehingga Sha Sha merasa iba dan kasihan. Ia pun mencoba membujuk Dayan agar mau pulang dengannya.
Awalnya Dayan tidak mau dan terus minum dari botolnya langsung, yang mana membuat Sha Sha langsung menyeret Dayan keluar dari club..
Gubraaakk..
Dayan jatuh ke lantai lalu Sha Sha menolongnya dan membopong tubuh Dayan, walau susah dan harus mengeluarkan tenaga lebih karna badan Dayan yang lumayan besar di bandingkan badannya..
Braakk..
Sha Sha menutup pintu mobil dengan kencang, setelah berhasil membawa Dayan susah payah walau beberapa kali mereka sempat tersungkur ke lantai.
''Badan gede banget udah kaya badak sumbu aja, aaahh pinggangku.'' gerutu Sha Sha memegangi pinggangnya..
Sha Sha pun membuka pintu mobil lalu masuk kedalam mobil. ''Kalau bukan karna kau asisten kak affan, aku tidak akan pernah membantu mu.'' Gerutu Sha Sha tiada habisnya lalu melajukan mobil menuju apartemen Dayan..
•
Sekitar lima belas menit berlalu, akhirnya Sha Sha telah sampai di perkiraan gedung apartemen yang di tinggali oleh Dayan.
__ADS_1
Sha Sha menoleh ke arah Dayan dan menghela nafasnya saat ia harus kembali membopong tubuh Dayan yang berat. Sha Sha keluar dari dalam mobil lalu membopong tubuh Dayan hingga tak jauh dari lift mereka berdua jatuh tersungkur secara bersamaan..
Dhuukk..
''Aiiiisshh Kak, kau itu sangat merepotkan.'' teriak Sha Sha berdiri sambil berkacak pinggang dan menggerutu..
Sedangkan Dayan yang masih tiduran di lantai meracau tak jelas sambil tertawa seperti orang gila. *×(@¥(!¥×*×*#&@^#%#/×*
''Bagaimana aku membawanya?'' Sha Sha terdiam sejenak dan berfikir bagaimana cara membawa badak ini ke kamarnya. Sha Sha pun menghela nafas dan menyeret kaki Dayan seperti menyeret karung goni masuk kedalam lift..
''Maafkan aku Kak, karna sudah menyeretmu seperti ini tapi mau bagaimana lagi, salahkan saja badanmu yang besar ini.'' Ucap Sha Sha terkekeh..
Setelah beberapa saat seret menyeret kaki, akhirnya Sha Sha sampai di kamar milik Dayan dan membiarkan pemilik apartemen ini tergeletak di lantai. Sedangkan Sha Sha yang haus langsung berlari ke arah dapur untuk minum membasahi tenggorokannya...
Gluk.. Gluk..Ahhhhh..
''Segarnyaaaa.'' ucap Sha Sha ngadem di depan kulkas lalu menutup kembali kulkasnya dan berbalik badan untuk melangkah, namun ia di kejutkan dengan tawa Dayan yang tiba-tiba ada di belakangnya..
Hehehe.. Hehehe..
Ahhhhkkk..
Sha Sha terkejut bukan main, saat di kagetkan oleh Dayan yang tiba-tiba ada di belakangnya sambil nyengir. Membuat seluruh bajunya basah karna air yang ada di tangannya..
''Kak Dayaaaaaann.'' Teriak Sha Sha menggema di dapur.
Sedangkan Dayan mengingau sambil berjalan ke arah kamarnya dengan sempoyongan, membuat barang-barang yang ada di kamarnya berantakkan..
Sha Sha melangkah menyusul Dayan di kamarnya dan terkejut melihat kamar yang berantakkan.. ''Astagfirullah dimana dia sekarang.''
Sha Sha berjalan ke arah kamar mandi dan melihat jika Dayan sudah tergeletak di lantai, namun seluruh bajunya kotor karna Dayan muntah membuat Sha Sha jijik melihatnya.
Tak punya pilihan lain, Sha Sha dengan perlahan membuka kemeja Dayan dengan raut muka jijik karna banyaknya muntahan. Namun setelah melihat isi dari dalam kemeja yang Dayan pakai membuat Sha Sha semangat empat lima, rupanya perut Dayan memiliki roti sobek berjumlah delapan membuat Sha Sha menelan ludahnya susah payah..
''Seksi juga ternyata, colek dikit gak papa kali yaaa.''
•
...•••••...
...LIKE.KOMEN.VOTE...
__ADS_1