Mr. Perfect Vs Mrs. Ceroboh

Mr. Perfect Vs Mrs. Ceroboh
Mr. Perfect Vs Mrs. Ceroboh ~S2


__ADS_3

...•••••...



Seorang wanita seksi keluar dari dalam mobil dengan mimik muka kesal, lalu ia berjalan setengah berlari kedalam mansion Bernard menemui calon mertuanya yang terbaring di atas ranjang tak berdaya.


Nurriah memang tidak bisa berjalan dan lumpuh total di seluruh tubuhnya, namun bibirnya masih berfungsi untuk mengatur segala hal di dalam mansion dan masih mengatur putra sulungnya..


Wanita itu bernama Clara, calon tunangan Dayan/ Cleo Bernard. yang di perkenalkan oleh Nurriah saat Dayan siuman dari koma..


Clara sampai di depan pintu kamar Nurriah dan langsung membuka pintu, tanpa mengetuk terlebih dahulu. ''Moooom.'' Teriak Clara membuat sang perawat langsung mencegah.


''Nona, saya mohon jangan berteriak! Nyonya baru saja istirahat.'' ujar sang perawat namun itu membuat Clara marah karna tangannya di pegang oleh tangan kotor sang perawat..


''Dasar jalaang sialan! berani sekali tangan kotormu menyentuh pergelangan tanganku.'' Bentak Clara tak suka dan melotot. Membuat sang perawat itu langsung melepasakan tangannya dari tangan Clara sebelum wanita bak penyihir di depannya ini semakin murka.


''Clara kau kemari?'' Tanya Nurriah tanpa bisa menoleh karna dia lumpuh..


Clara melangkah sambil menubruk bahu sang perawat hingga meringis.


''Mom apa kau tau, Leo selalu menolak ku! apa dia mempunyai wanita lain di luar sana.'' Clara memasang wajah sedih di hadapan Nurriah, hingga Nurriah tak tega melihatnya.


''Dia tidak memiliki wanita lain selain dirimu nak, jika pun dia punya aku yang akan menyingkirkan wanita itu untuk mu '' Ucap Nurriah membuat Clara tersenyum bahagia.


''Benarkah itu Mom.''


''Benar, Mom berjanji padamu cepat atau lambat kalian akan menikah secepatnya dan Leo tidak akan pernah menolak perkataan ku.'' janji Nurriah pada Clara.


Sungguh kejam memang, sudah lumpuh pun Nurriah masih saja bisa mengatur segalanya dan harus sesuai rencana yang sudah di susun dengan rapih. Karna jika Dayan menikah dengan Clara maka kekayaan yang akan di dapat oleh sang anak akan melimpah dan menjadi pengusaha nomer satu di negaranya.


(Sebuah ambisi Nurriah)




__ADS_1



Di benua yang berbeda, tepatnya di sekolah Dayyi•


Di sebuah panggung sederhana terdapat beberapa anak yang tengah membacakan ungkapan perasaan untuk orang yang dia cintai, termasuk Dayyi yang tengah tersenyum pada sang ibu karna di waktunya yang sibuk dengan urusan kantor, sang ibu tidak pernah lupa untuk hadir jika ada kompetisi apapun yang di gelar oleh pihak sekolah..


''Semangat.'' ucap Shasha tanpa suara..


Dayyi mengangguk dan tersenyum. ''Ok mom.'' balas Dayyi tanpa suara..


''Dan peserta kelima, silahkan Excel maju kedepan.'' ujar sang guru menyuruh salah satu bocah gembul bertubuh bongsor untuk kedepan.


Sang anak yang masih malu-malu maju kedepan, hingga gemuruh tepuk tangan pun terdengar menyemangati Excel. Namun tanpa di duga, bocah itu malah menangis kencang dan berlari saat mendengar gemuruh tepuk tangan dari para penonton.


Harap maklum ibu-ibu anak teko yaa seperti itu.)


Semua orang saling pandang, ada juga yang tertawa melihat bocah menggemaskan itu menangis kencang hingga guru menyebutkan nama Dayyi membuat Shasha bertepuk tangan dengan kencang menyemangati putrinya..


Muuaacchh...


Dayyi memegang mik dan menatap sang ibu dari arahnya. ''Daddy.''


Deg..


Shasha terdiam saat Dayyi mengucapkan kata-kata yang tidak pernah Shasha dengar selama ini dari mulut putrinya, Jantungnya berdetak kencang tak karuan dengan airmata yang sudah menggenang di pelupuk matanya. Rasa sakit mengajarkan Shasha untuk lebih kuat, lebih dewasa dan lebih baik lagi. Tapi ia lupa jika sang anak juga menginginkan kasih sayang dari seorang ayah yang belum pernah dia rasakan sampai saat ini..


Tuhaaaan, ingin sekali Shasha menangis kencang dan meraung bahwa dia sudah tidak kuat menghadapi situasi ini. Kemana dia akan mencari ayah kandung dari anaknya yang sampai saat ini ia pun tidak tau apakah Dayan masih hidup atau sudah mati.


''Daddy.'' ulang Dayyi yang mana membuat Shasha sudah tidak kuasa menahan airmatanya, hati Shasha merasakan sakit bagaikan di tikam seribu pisau yang tajam menancab langsung di jantungnya..


''Aku sayang Daddy ku walau aku belum pernah bertemu dengannya, tapi aku selalu berdoa di setiap malam untuk Daddy ku yang jauh di sana. And Mom, you know how much I love you can't be measured by anything (Dan Ibu, kau tau seberapa besar rasa cintaku padamu tidak akan bisa di ukur oleh apapaun). I love you Mommy.''


''I love you too sweety.'' Balas Shasha mengusap airmatanya dan tersenyum walau hati terluka, terkadang Shasha berpura-pura bahagia agar sang anak yang dia sayangi tau jika dia baik-baik saja..



__ADS_1



Di sisi lain•


Dayan yang berada di kantornya merasakan sakit di dalam dadanya, Ia menaruh pensil yang dia pegang lalu mengelus dadanya yang tiba-tiba saja sakit tanpa sebab.


Padahal, rasa sakit itu tumbul karna ada kontak batin antara Shasha dan Dayan hingga mereka bisa merasakan sakit satu sama lain walau mereka berjauhan.


''Anda tidak apa-apa tuan?'' tanya sang asisten merasa khawatir..


''Tidak, aku hanya merasakan sakit di dalam sini.'' tunjuk Dayan pada bagian dadanya, ''Dan akhir-akhir ini aku sering mengalaminya, bisa kau ambilkan aku obat dan air putih.''


''Obatttt, obat yang sering kau minum setiap hari?''


''Yaaa, hari ini aku lupa meminum obat itu.'' Dayan memijat kepalanya.


''Bukankah anda sehat sehat saja? mengapa harus meminum obat itu.'' tanya sang asisten dengan heran karna atasannya ini sering meminum pil yang sudah di siapkan oleh orang rumah, bahkan ada suatu hari atasannya ini lupa meminum obat itu sampai-sampai orang rumah menelponnya di setiap waktu. Membuatnya bingung dan merasa curiga dengan obat yang di konsumsi oleh bosnya ini..


''Itu hanya vitamin yang di racik oleh dokter kepercayaan di kediamanku, cepat ambilkan aku obat itu.''


Sang asisten berdiri mengambil obat itu yang ada di dalam kulkas kecil bersama air putih satu gelas. ''Ini Tuan.''


Dayan mengambil botol obat itu lalu meminum nya satu butir dan meneguk air hingga habis. ''Tolong kembalikan kedalam kulkas.''


Lagi dan lagi sang asisten yang bernama Mark itu menurutinya, namun sebelum memasukkan botol obat itu kedalam kulkas Mark mengambil satu butir obat itu dan memasukkan nya kedalam kulkas.


Entah mengapa hatinya tidak tenang, seperti ada yang mengganjal dari obat obatan yang sering di konsumsi oleh tuannya itu. ''Mudah mudahan kecurigaanku tidaklah benar.'' gumam Mark dalam hati lalu kembali ke mejanya..



...•••••...


...LIKE.KOMEN.VOTE...


...Jangan lupa like sama komen yaaa...


...Nanti siang up lagi kalau like sama komennya banyak....

__ADS_1


__ADS_2