
...••••••...
MANSION•
Seorang anak dan ibu tengah cekcok mempermasalahkan sesuatu untuk masa depan dan kebaikan bagi keduanya, yang satu memaksa dan yang satu memohon. Siapa lagi kalau bukan Nurriah yang memaksa Dayan untuk menikahi Clara..
''Mom, sudah berapa kali aku bilang padamu jika aku tidak ingin menikah dengan Clara! kenapa kau sangat menyukainya?'' Dayan duduk di samping ranjang sang ibu, untuk membujuk ibunya agar tidak memaksa ia untuk menikah dengan wanita setengah jadi jadian itu.
''Cleo, dia adalah cinta pertama mu dan tunangan mu! kamu tidak bisa membiarkan gadis sebaik Clara di abaikan.''
''But I have no feelings for her, I want to marry the person I love. (Tapi aku tidak punya perasaan untuknya, aku ingin menikah dengan orang yang aku cintai).''
''Kau mencintainya Cleo, kau adalah jodohnya lihatlah nama kalian hampir mirip dan terlebih dia adalah cinta pertama mu. Walau kamu melupakannya, tapi kamu bisa membuka hatimu untuknya kembali dan mencintainya.'' keukeuh Nurriah.
Dayan memejamkan matanya lalu berdiri dan menggelengkan kepalanya. ''Aku tidak bisa menikah dengannya, hatiku menolak untuk menerima dirinya di sampingku Mom! suka atau pun tidak, sampai kapan pun aku tidak akan menikah dengan Clara.'' Ucap tegas Dayan lalu pergi dari kamar sang ibu Nurriah..
''Cleo! Cleo! Cleo Kamu tidak bisa mengabaikan nyaaa! Leoooo.'' Teriak Nurriah tidak di perdulikan oleh Dayan.
Sedangkan Dayan langsung menelpon Mark untuk memesankan tiket berlibur akhir tahun untuknya, awalnya Dayan berpikir akan menemani ibunya di akhir tahun. Namun berada di Mansion membuat ia sakit kepala dengan permintaan sang ibu..
📞. ''Mark, pesanan aku tiket pesawat untuk pergi ke suatu tempat untuk menyendiri.'' titah Dayan membuat Mark terbengong di ujung telpon sana..
•
•
•
•
__ADS_1
Sementara di sisi lain•
Shasha tengah berada di kamarnya dan mengemasi barang-barangnya dan barang Dayyi putri kecilnya, mereka akan berlibur akhir tahun yang sudah Shasha rencanakan di jauh-jauh hari sebelum ia mengambil cuti
Tapi tak lama dering ponsel pun terdengar, membuat Shasha menoleh ke arah ponsel lalu menjawab telpon itu.. 📞. "Hello.''
📞. "It's me(ini aku) bagaimana? apa kau sudah memikirkannya?'' Tanya seseorang di sebrang telpon sana.
Shasha terdiam memejamkan matanya, ini sudah kesekian kalinya sang Maneger perusahaan menanyakan apakah ia akan membatalkan liburan nya tahun ini dan tetap bekerja.
📞. ''Mr. Derek aku sudah mengambil cuti, bagaimana aku bisa membatalkan nya terlebih anakku sudah antusiasi ingin berlibur akhir tahun.
📞. "Jika kau undurkan cuti mu, bos akan menaikkan gaji mu dua kali lipat.''
📞. "I'm sorry Mr. Derek, I prefer my daughter's happiness.(Aku minta maaf Mr. Derek, aku lebih memilih kebahagiaan putriku).''
📞. "Alright have fun.(Baiklah selamat bersenang senang)."
Panggilan terputus dan itu membuat Shasha menghela nafasnya, ia dan putrinya akan berlibur ke Swiss menikmati pemandangan yang indah selama libur akhir tahun.
Sudah enam tahun Shasha tinggal di negara ini dan dia belum pernah berlibur kemana pun, dan kini ia mempunyai tabungan yang cukup untuk membawa putrinya ke tempat yang damai tanpa polusi udara.
''Mom, are you ok?'' Tanya seorang gadis kecil mengucek kedua matanya sambil menguap dari arah belakang.
Shasha menoleh dan tersenyum. ''Heiii sweety, did i disturb your sleep?'' tanya Shasha mengecup seluruh wajah anaknya, lalu menggendong Dayyi keluar dari kamar menuju ruang makan.
''Kau belum makan siangkan, ayo kita makan karna nanti malam kita akan melakukan perjalanan panjang.''
''Apakah kita akan pergi berlibur Momy?''
__ADS_1
''Yes, that's absolutely true.''
''Yeeeeeeyyy.'' Gadis kecil yang lucu itu bersorak gembira karna akan berlibur ke negara
Shasha menurunkan sang anak untuk duduk di kursi, lalu dengan telaten menyiapkan makanan untuk putri kecilnya. ''Makanlah sweety.'' Shasha menaruh satu piring di depan anaknya.
Shasha mengelus kepala sang anak lalu duduk di sampingnya, menatap Dayyi dengan lekat dan sendu ada rasa sedih menyeruak dalam hatinya saat ia mengingat seluruh keluarganya yang ada di Dubai sampai-sampai air mata itu lolos begitu saja membasahi pipinya.
Hati kecilnya ingin sekali pulang dan memeluk kedua orang tuanya lalu meminta maaf, tapi Shasha takut jika melihat sang ibu kecewa padanya dengan apa yang sudah ia lakukan di masalalu.
''Momih are you crying?'' Dayyi menatap mimik muka sang ibu yang sedih.
''Hah no sweety, aku tidak menangis.'' Shasha mengusap air matanya.
''You can't lie to me Mom.(Kamu tidak bisa berbohong padaku Mom).''
''Momy menangis karna bahagia akhirnya kita bisa berlibur akhir tahun, dan meluangkan waktu berdua untuk berjalan jalan.''
''Mom, kenapa kita tidak berlibur saja ke rumah Nenek dan Kakek? semua teman-teman ku berkunjung ke rumah Nenek dan Kakeknya why don't we ever visit their house?'' Tanya Dayyi membuat Shasha tak bisa menjawab pertanyaan sang anak.
•
•
Malam hari•
Shasha dan putrinya Dayyi sudah berada di dalam pesawat menuju Swiss tepatnya mereka akan tinggal di kota Zurich untuk sementara, dan di sisi lain juga ada Dayan yang tengah masuk kedalam pesawat clas bisnis bersama Mark sang asisten yang selalu ikut kemana pun Dayan pergi menuju ke tempat yang sama di mana Shasha dan Dayyi akan berlibur..
Akankah ini saat nya dan ini waktunya mereka akan bertemu setelah enam tahun lamanya? bagaimana kita bisa menebak kesan pertama ketika mereka akan bertemu?
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE.KOMEN.VOTE.BUNGA ...