
Flashback On•
Di salah satu hotel kedua Kakak beradik sedang berdebat, Nurriah dan adiknya yang tidak lain adalah paman Dayan yang bernama Hamid sedang adu mulut dengan sang Kakak Nurriah mengenai pernikahan keponakan nya..
''Sudahlah Riah, jangan mencari masalah dengan mereka! restui saja pernikahan anakmu karna aku yakin jika Dayan akan bahagia bersama orang yang dia cintai.''
''Tidak! aku tidak sudi berhubungan dengan mereka, apa pun yang terjadi aku tidak mau anakku bagian dari keluarga mereka terutama Suzi dan Abizar! semua penderitaan ku di mulai dari Nehna, Azam, Suzi dan harus berimbas padaku!
Hissskk...
Nurriah masih ingat ketika dirinya mau tidak mau harus menggantikan Nehna yang kabur entah kemana. Sedangkan Azam tidak menolak sama sekali pernikahan yang akan di gelar karna Azam tidak pernah menolak perkataan dari ibunya, bagi Azam toh menikah dengan Nehna atau dengan Nurriah itu akan sama saja karna cintanya hanya terpaut untuk satu orang yaitu Susi yang sering dia panggil Suzinya..
Singkat cerita Nurriah dan Azam menikah, namun pernikahan mereka hambar seperti sayur kurang garam kurang gula kurang sedap kurang segala galanya! Karna Azam bersikap dingin pada Nurriah walau mereka sering berhubungan badan layaknya suami istri pada umumnya..
Apa lagi Nurriah harus menelan pil pahit ketika suaminya terus memanggil nama wanita lain di setiap tidurnya, bukan hanya itu saja. Bahkan saking terobsesinya Azam pada Susi, dia sampai membuat kamar hanya khusus untuk dirinya ketika merindukan sosok yang dia cintai..
Mulut Azam memang selalu bilang sudah mengikhlaskan Susi untuk Abizar, namun dalam hati Azam selalu menjerit sakit ketika Azam mengingat kenangan indah bersama Susi..
Cinta Azam pada Susi sangatlah dalam, hingga suatu hari Azam menghembuskan nafas untuk terakhir kalinya pun, ia tetap menyebut nama Suzi bukan Nurriah. Padahal selama ini Nurriah lah yang selalu ada untuk Azam, di saat sakit dan terkapar lemah tak berdaya.
Nurriah selama ini memendam rasa sakit sendirian karna dia merasa istri yang tidak pernah di anggap ada oleh suaminya..
Hissskk,, Hissskk,,
''Hatiku sakit ya Hamid, aku berjuang dalam pernikahan yang semu dan harus melahirkan anak yang tidak pernah di inginkan oleh ayahnya sendiri.''
__ADS_1
''Maafkan aku Riah, jangan menangis lagiii baik, ayo kita bawa Dayan dan pergi ke suatu tempat dimana semua orang tidak akan menemukan kita.''
Nurriah memeluk adiknya, lalu mereka mempersiapkan kepergian mereka ke suatu tempat di mana tidak akan ada orang yang menemukan mereka termasuk Omar..
Ketika mereka sampai di rumah sakit, mereka meminta izin pada dokter dan akan membawa Dayan anaknya berobat ke luar negri. Dokter pun tidak bisa mencegah dan memberikan surat rujukan saja..
Flashback Off•
•
•
•
•
Hati ayah mana yang tidak sakit melihat putrinya menangis histeris dan tergeletak pingsan tak berdaya
ketika calon suaminya pergi entah kemana. Gano dan Affan tengah memeriksa kamera Cctv pihak rumah sakit dan kecurigaan mereka benar adanya bahwa yang membawa Dayan adalah ibunya sendiri bersama sang Paman entah kemana.
Asad sempat marah pada pihak rumah sakit karna sudah berani memperbolehkan pasien di bawa dari rumah sakit ini, dan mempertanyakan keamanan pihak rumah sakit. Namun Asad malah di bungkam ketika pihak rumah sakit mengatakan jika yang membawa Pasien ada keluarga intinya dan berhak atas pasien sedangkan mereka siapa?
Ingin sekali Asad mengobrak abrik rumah sakit ini namun Asad tidak bisa semena-mena, Asad pun membawa putrinya pulang ke rumah Ryan yang sudah di tunggu oleh semua keluarga.
Sementara Ryan dan Affan, mereka masih di rumah sakit untuk mengecek dan mengamati mobil yang membawa Dayan. Tak tinggal diam Omar pun sudah menyuruh anak buahnya untuk mencari keberadaan Nurriah dan Pamannya ketika sang anak mengabari situasinya..
__ADS_1
•
•
•
KEDIAMAN RYAN•
Mobil yang membawa Asad dan Sha Sha masuk ke halaman rumah dan berhenti di garasi, Asad menoleh dan merasa bersalah pada putrinya lalu menggenggam tangan Sha Sha..
''Semuanya pasti baik-baik saja sayang.''
Sha Sha menoleh dan hanya mengangguk, tidak ada lagi Sha Sha yang ceria dan tersenyum yang selalu terlihat di wajah cantiknya. ''Ayo kita masuk dan beristirahatlah Nak kau pasti capek bukan?''
Sha Sha lagi dan lagi hanya mengangguk, lalu keluar dari mobil berjalan gontai masuk kedalam rumah..
Sedangkan di dalam rumah semua orang sudah berkumpul, mereka menoleh secara bersamaan ketika Asad dan Sha Sha datang. Tuti sang ibu berdiri dan akan menghampiri putrinya namun Asad mengangkat tangan mengisyaratkan jika jangan bertanya terlebih dahulu, Tuti yang peka hanya mematung berdiri di tempatnya melihat putri satu-satunya nampak kosong tidak ada jiwa di dalam raganya.
•
Kadang seorang perempuan harus sampai kepada titik kehilangan untuk mengerti arti sebuah kehormatan yang harus di jaga. Bagaimana pun kita sangat mencintai pasangan kita, ingat! jangan pernah sesekali memberikan kenikmatan yang belum haknya karna kita tidak tau masa depan seperti apa..
...•••••...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...
__ADS_1