
RUMAH SAKIT•
...•••••...
Di dalam ruangan rumah sakit milik keluarga Arrasid, Affan tengah duduk di sisi ranjang pasien yang tidak lain adalah Yasmien. Affan menjaga Yasmien dengan tatapannya yang sulit di artikan oleh siapapun, sampai-sampai Affan bingung sendiri dengan rasa yang ada di dalam lubuk hatinya yang tidak mau mengalihkan pandangan dari gadis kecil yang sudah dia anggap adik sendiri..
Ada rasa yang sulit Affan defisinikan ketika melihat wajah cantik dengan tubuh kurus tak membentuk body sedikit pun. Jika Affan bandingkan dengan tubuh sang adik Kaleea, sang adik jauh lebih bagus body nya ketimbang gadis yang tengah terbaring di depannya..
"Ada apa dengan jantungku? apakah aku terkena penyakit dalam, ooohh ini tidak bisa di biarkan! aku harus cek ke dokter sesegera mungkin." Gumam Affan dalam hati.
•
•
•
•
Sedangkan di luar ruangan, seorang Ayah tengah menahan amarahnya ketika ia mendengar penjelasan sepihak dari kedua polisi yang memergoki sang anak yang di lecehkan di dalam mobil..
Lintang dan Omar juga ada disana mendengarkan penjelasan polisi, namun Lintang tak begitu percaya sepenuhnya karna dia tau sifat sang anak yang tidak mungkin melecehkan Yasmien yang sudah di anggap adik oleh Anaknya..
Walau Lintang tidak menampik fakta bahwa sang anak suka nyosor seperti soang pada pacarnya, dan beberapa kali kepergok olehnya tapi Lintang tidak begitu percaya jika sang anak nyosor pada Yasmien yang masih bocil..
Glukk..
Lintang menelan ludahnya susah payah, saat ia melihat raut muka Abizar sedang menahan amarahnya.. ''Abi, bukankah kita harus mendengarkan penjelasan pihak ke dua.'' Ujar Lintang yang tidak di hiraukan oleh Abizar sedikit pun.
Abizar berjalan dengan langkah lebar masuk kedalam ruangan dan__y
Draaaak...
Pintu terbuka dengan lebar bersamaan dengan Abi masuk, dan melihat Affan sedang duduk memandangi anaknya..
AFFAN!! teriak Abizar menggebu, mengagetkan Affan yang sedang melamun, Affan langsung berdiri ketika melihat uncle Abi melangkah ke arahnya..
__ADS_1
''Uncle.''
''Brengsek!!
Bugh..
''Apa yang telah kau lakukan pada putriku!'' Teriak Abizar mencengkram kerah kemeja Affan dengan kencang, sedangkan Affan meraba pipinya yang nyeri akibat bogem mentah dari Uncle Abi..
''Ada apa Uncle? kau sudah salah faham!''
Abi mencekik leher Affan, hingga Affan sedikit terkejut tidak bisa bernafas. '' Kau bilang salah faham apa! Sudah jelas kedua polisi itu sudah memergoki kalian sedang berbuat tak senonoh di dalam mobil! Apa kau mai mengelak nya.''
Uhukkk.. Uhuuukk..
Affan terbatuk..
''Abi, kita bisa bicara baik-baik.'' Omar menengahi keadaan yang sedang memanas, terlebih Lintang mendorong nya terus menerus agar Abi tidak memukul dan mencekik Affan, karna takut wajah tampan sang anak jadi berkurang karna di pukul terlalu keras dan kehabisan nafas..
Abi dengan perlahan melepas cengkraman di leher Affan lalu menetralkan emosi yang menggebu di dadanya. Coba pikirkan! Ayah mana yang tidak terkejut dan shock saat ia mendapatkan kabar jika gadis kecilnya tengah di lecehkan seorang pria, dan lebih terkejutnya lagi Affan lah yang melecehkan anak gadis kesayangan nya..
•
''Lantas apa yang mau kau jelaskan.''
Affan terdiam sejenak lalu menceritakan kejadian yang sesungguhnya, jika dia melihat Yasmien berada di mobil bersama para pria tengah di cekoki minuman keras hingga akhirnya terjadilah adegan ciuman yang membuat haredang di dalam mobil, dan masih beruntung mereka belum melakukan geboy di geboy mujaer..
Nang ning nong, nang ning nong, patulipak langsung tekdung.. 😂
Abizar yang mendengarkan penjelasan dari Affan bukannya lega, namun semakin murka karna Affan sudah berani mengambil ciuman pertama putrinya yang selama Yash jaga.
Namun perkataan itu membuat Affan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Ya salaaaam... Kok jadi serba salah begini sih! Tau gitu bohong aja aku tuh." Gerutu Affan dalam hati namun entah mengapa hatinya merasa senang saat mengetahui jika ciuman semalam adalah ciuman pertama Yasmien..
Rezeki nuomplok bang..
Abizar melihat putri sulungnya yang sangat dia cintai, lalu melihat Affan dengan sebal saat mengingat jika Affan sudah merenggut first kiss sang anak. ''Kau harus bertanggung jawab.'' Kata Abizar yang mana membuat Lintang, Omar, Affan, Susi, langsung menoleh ke arah Abizar..
__ADS_1
''Hah?'' Semua orang berucap secara bersamaan dengan bingung.
''Yaa, mau tidak mau kau harus menikah dengan putriku, karna sudah merenggut ciuman pertamananya.'' ucap Abi sambil menunjuk Affan..
Kini semua mata tertuju pada Affan yang sedang terdiam memikirkan sesuatu, yang langsung di geplak oleh sang Ummah..
*PLETAK..
Aiii*..
''Ummah!''
''Apa yang kau pikirkan bodoh! kau mau di penjara?'' Tutur Lintang.
''Baiklah baiklah aku akan bertanggung jawab pada putri Uncle, dan akan menikahinya ketika dia sadar.'' ucap Affan dengan lantang tanpa beban sedikit pun, padahal ia baru saja patah hati akibat di khianati oleh Meda..
•
•
•
•
Sedangkan di rumah Tuti•
Sha Sha tengah berada di dalam kamar, ia sedang mondar mandir layaknya setrika berjalan. Sha Sha mencoba menghubungi nomer Yasmien namun sedari tadi tidak ada yang menjawab telponnya..
''Apa Yash baik-baik saja yaa? Ahhhhh bodohnya aku, mengapa semalam aku malah kabur meninggalkan Yash sendirian. Matilah aku jika Ibu tau.'' Ucap Sha Sha yang masih panik..
•
...••••...
...JANGAN LUPA...
__ADS_1
...LIKE.KOMEN.VOTE ...
...BUNGA DONK SEKALIAN...