Mr. Perfect Vs Mrs. Ceroboh

Mr. Perfect Vs Mrs. Ceroboh
Mr. Perfect Vs Mrs. Ceroboh Part 60.


__ADS_3

DI PERJALANAN•


...••••• ...


Sha Sha dan Ibunya Tuti sedang berada di dalam mobil menuju rumah sakit, karna Lintang menelpon dan menyuruh nya untuk datang kerumah sakit menjenguk Yasmien yang terkena musibah..


Tuti sangat terkejut mendengarnya, untuk itu dia langsung tancab gas menuju rumah sakit. Sedangkan hati Sha Sha sudah tidak karuan saat me dengar jika Yasmien berada di rumah sakit, dia merasa bersalah karna sudah meninggalkan Yasmien waktu itu dan sekrang Sha Sha akan meminta maaf pada Yasmien..


Masalahnya di maafkan nggak yaaa?? Soalnya bener-bener fatal banget dah..





Sesampai nya di rumah sakit•


Pintu terbuka bersamaan dengan Tuti dan Sha Sha masuk kedalam mengucapkan salam dan di balas oleh semua orang yang ada di dalam ruangan, termasuk Yasmien yang sudah sadar dari efek obat yang menjalar ke setiap urat nadinya.


Deg...


Mata Yasmien dan mata Sha Sha saling bertemu, namun terlihat dari tatapan Yasmien yang memperlihatkan raut kekecewaan yang sangat mendalam pada Sha Sha..


Ketika Yasmien sadar, dia langsung di tanya bertubi-tubi oleh sang ayah namun Yasmien tidak mengatakan yang sebenarnya karna tidak mau jika persahabatan orang tuanya retak karna kejadian ini. Yasmien memilih bungkam sejak ia sadar dan berkata bahwa dia tidak ingat apapun..


''Sayang apa kau baik-baik saja?'' Tanya Tuti pada Yasmien, mengelus kepala Yasmien dengan lembut.


''Aku baik-baik saja Aunty.'' Jawab Yasmien dengan nada lirih..


Tuti bertanya beberapa pertanyaan pada Yasmien, namun tetap Yasmien memilih bungkam dan menggelengkan kepalanya membuat Tuti menyerah dan bergabung dengan yang lainnya di sofa.


Sedangkan Sha Sha masih berdiri dan merasa ada tembok yang menjulang tinggi di depan mereka, rasa canggung di antara mereka begitu ketara dan tidak bisa di sembunyikan..


''Yash, ak_ akuuuu mmmm.''

__ADS_1


''Jahat!''


Itulah satu kata dari Yasmien pada Sha Sha, yang membuat Sha Sha menunduk dan merasa semakin bersalah pada Yasmien.


''Jangan perdulikan aku! dan aku tidak butuh maaf darimu.'' ucap Yasmien dengan nada berbisik, karna Yasmien tidak mau jika para orang tua tau kejadian semalam yang mengerikan untuk di ingat..


''Yash, aku minta maaf Yash! aku benar-benar panik dan langsung lari begitu saja.''


''Kenapa kamu tidak berteriak dan meminta tolong? kenapa kamu malah lari meninggalkan aku? apa kau tau! akibat kelakuan mu, akuuuu.... Aahhkk.'' Yasmien menggelengkan kepalanya, ia tidak bisa melanjutkan lagi apa yang ingin dia katakan karna merasa kecewa dengan Sha Sha..


''Yash_ maaf yaaa.'' Sekali lagi Sha Sha meminta maaf, namun tidak di perdulikan oleh Yasmien..


''Im sorry.''


''Yash, fargive me.''


Yasmien membuang muka ke arah lain saat Sha Sha terus saja meminta maaf padanya, jujur saja jika Yasmien belum mau memaafkan Sha Sha. Yasmien benar-benar kesal dan marah pada Sha Sha karna meninggalkan dirinya bersama para pria asing yang hampir memerkosa dirinya secara ramai..


Mungkin sepele bagi Sha Sha yang tidak merasakan berada di posisi Yasmien, namun tidak bagi Yasmien. Kejadian ini sangatlah fatal untuk dirinya dan itu mengakibatkan persahabatan yang sudah terjalin selama bertahun-tahun retak begitu saja karna kejadian ini..




Pintu terbuka bersamaan dengan Affan masuk, sambil menenteng sesuatu untuk Yasmien.


Saat Sha Sha melihat Affan masuk, ia langsung tersenyum manis ketika Affan berjalan ke arahnya. Sedangkan Yasmien bersemu merah menahan malu dan membuang mukanya karna Yasmien sudah ingat dengan kejadian di dalam mobil yang membuat jantungnya berdegub kencang.


''Kak Af, kau disini juga?'' Tanya Sha Sha yang begitu bahagia.


Affan mengangguk dan mengelus kepala Sha Sha dengan lembut. ''Yaa, kakak dari semalam disini.'' Jawab Affan lalu menghampiri Yasmien dan duduk di sisi ranjang..


''Kamu tidak mau makan makanan rumah sakit kan? Kakak sudah beli makanan lain dari luar, sekarang ayo makan biar Kakak yang suapi.''


''Aku bisa makan sendiri Kak.'' tolak Yasmien namun menunduk, karna Yasmien masih malu bertatap mata dengan Affan..

__ADS_1


Sedangkan Sha Sha melihat interaksi Yasmien dan Affan begitu intim merasa tak nyaman, bukan tak nyaman namun Sha Sha tidak suka saat melihat Affan begitu perhatian pada Yasmien..


"Kenapa mereka bisa sedekat itu?? Tanya Sha Sha dalam hati..





Sedangkan para orang tua sedang mengobrol masalah pernikahan yang akan segera di gelar..


''Jadi kapan pernikahan akan di langsungkan..'' Tanya Tuti yang sangat gembira mendengar jika Affan dan Yasmien akan menikah..


''Minggu depan.'' jawab Affan dengan santai sambil menyuapi Yasmien hingga sang empu langsung terbatuk..


Uhuukk.. Uhukkk..


''Heii pelan-pelan.'' Affan langsung mengambil air dan memberikannya pada Yasmien..


Sedangkan para orang tua bergemuruh riuh menyuraki Affan, saat mendengar jawaban tegas dari seorang Affan Arrasid yang meminta menikah minggu depan. Yang membuat Sha Sha bingung dan bertanya tanya dalam hatinya siapa yang akan menikah dan mengapa Affan memberikan jawaban.


''Siapa yang akan menikah?'' Tanya Sha Sha pada sang ibu..


''Kakak yang akan menikah dengan Yasmien.'' Jawab Affan membuat jantung Sha Sha ingin keluar dari tempatnya..


Deg... Deg.. Deg..



...•••••...


...KASIH BUNGA DONK...


...LIKE.KOMEN.VOTE...

__ADS_1


...JANGAN LUPA YAA DI LIKE SETIAP BAB NYA....


__ADS_2