
Hari berlalu waktu begitu cepat, tak terasa kehamilan Kaleeaa sudah menginjak empat bulan dan kini mereka sudah menempati rumah baru mereka yang lumayan besar..
•
•
Ada hal yang membuat Kaleea senang, yaitu Tantan yang sudah dia anggap sebagai adik sendiri ikut tinggal bersama dirinya dan Ryan. Walau pun awalnya Bi Mina tidak mengizinkan, namun Ryan berusaha meyakinkan Bi Mina untuk percaya padanya bahwa Tantan akan dia urus dengan baik dan menyekolahkan Tantan hingga menjadi sukses.
Dengan segala pertimbangan yang matang, akhirnya Bi Mina mengalah dan pulang ke Sulawesi tempat sang anak tinggal disana. Lalu bagaimana dengan Tantan? tentu saja dia sedih karna harus jauh dengan ibunya, namun kesedihan itu hanya berlaku beberapa detik saja karna kesedihan itu sirna setelah Tantan melihat rumah yang akan dia tinggali terutama kamar miliknya yang luas sama persis seperti kamar yang selalu dia lihat di Tv..
•
•
•
...•••••...
Di pagi hari yang cerah dengan semilir angin lembut menerpa kulit, ada dua sosok Kakak beradik sedang berjalan santai mengelilingi area perumahan baru mereka..
Kaleea dan Tantan saling bercanda ria menuju ke area taman yang ada di perumahan ini, sambil mengoceh dan menjulidi orang yang lewat..
Setelah mereka sampai di taman, alahkan terkejutnya Kaleea dan Tantan saat mengetahui jika taman di depannya ini penuh dengan aneka jajanan anak anak...
''Kak, ini gak lagi mimpi kan?'' Tanya Tantan menoleh ke arah sang Kakak.
''Kaya nya enggak deh.''
''Kok udah kaya ada bazar makanan, hayu jajan itu Kak, kaya nya enak.''
''Ya udah hayuu.''
Mereka berdua pun berjalan dengan langkah pasti lalu memesan semua jajanan yang mereka lihat lalu duduk di bangku yang sudah di sediakan oleh si amng amang para pedagang..
''Waaahhh, enak kayanya.'' Ucap Tantan melihat jajanan yang sangat banyak di depan mereka.
__ADS_1
''Ayo kita makaaaannn.''
Mereka berdua memakan satu persatu jajanan yang mereka pesan, hingga Kaleea mengelus perutnya karna kenyang memakan beberapa jajanan..
''Eeeeooo alhamdulillah kenyang, Tan bayar Tan.''
Pluk.
Crowndog yang sedang Tantan makan langsung jatuh saat mendengar sang Kakak menyuruhnya membayar semua makanan yang sudah mereka makan.. ''Kok aku sih Kak? aku nggak bawa uang.'' Ucap Tantan yang membuat Kaleea langsung menoleh dengan mata melotot..
''Yang bener kamu gak bawa uang? kalau nggak bawa uang kenapa tadi ngajak jajan Maesaroh!'' Bisik Kaleea.
''Suer Kak, aku nggak bawa uang.'' Bisik Tahtan yang membuat Kaleea panik dan memikirkan cara bagaimana membayar makanan yang sudah mereka makan. Kaleea juga tidak membawa ponselnya untuk menghubungi orang rumah..
''Ya udah gini aja, Tantan pulang ke rumah dulu ngambil uang Kakak tunggu di sini.'' Tantan memberi solusi yang langsung di angguki oleh Kaleea..
''Ya udah sana, Kakak tunggu disini.''
Tantan pun pergi meninggalkan Kaleea yang kembali asik dengan minuman yang baru dia pesan kembali. Namun setelah sekian lama Kaleea menunggu kedatangan sang Adik, kenapa Tantan tidak datang juga? Membuat Kaleea resah dan gelisah tak menentu. Apa lagi para pedagang memperhatikan dirinya..
''Ini kemana sih itu anak! Apa jangan-jangan diaaa__ iiiisshh awas yaa kau Neon!'' Geram Kaleea dalam hati..
''Ummmm bentar yaa pak, adik saya lagi di perjalanan menuju kemari.'' Ucap Kaleea sedikit malu karna sudah tiga orang pedagang yang menagih nya..
Kaleea celingak-celinguk dengan resah, mencuri pandang pada para pedagang yang sedang berbisik bisik sambil meliriknya. ''Gak boleh di biarin, ya ampunnn aku kaya orang susah bayar gini aja nggak bisa! si Tantan kemana lagi.'' Dumel Kaleea dalam hati..
•
''Bang tolong bungkus dua yaa.'' Ucap seseorang memesan jajanan tepat di depan Kaleea, yang mana membuat Kaleea langsung menoleh memperhatikan pria yang sedang menunggu pesanannya..
Ting!!
Terbesar sebuah ide yang membuat senyum Kaleea mengembang, ia pun berdiri menghampiri pria itu dan...
''Sayangggg, kenapa kamu lama sekali? aku dari tadi nungguin lho.'' Ucap Kaleea melingkarkan tangannya pada tangan pria itu..
''Heh?''
__ADS_1
Pria itu mengerutkan keningnya, saat tiba-tiba ada seorang perempuan memanggilnya sayang. ''Lu siapa?'' Tanya Pria itu yang mana membuat Kaleea berpura-pura terkejut..
''Haaaaa, kamu tega mas! kamu nggak kenal istrimu yang sedang hamil ini? tadi kan kamu nyuruh aku jajan.''
''Hah! apaan si Lu gak jelas! minggir.'' Pria itu menepis tangan Kaleea yang melingkar di tangannya..
''Huuuuaaaaa, mas tega tega tegaaaaa! Aku ini sedang hamil anak mu lho mas! Pokonya aku nggak mau tau bayarin semua jajanan yang udah aku makan!'' Ujar Kaleea penuh dengan derai airmata palsu..
Sedangkan pria itu menjadi ketar ketir saat Kaleea menangis kencang, yang membuat semua orang memperhatikan dirinya sambil berbisik bisik..
''Pak, udah jangan gitu pak! istrinya lagi hamil kasian.''
''Iya pak, tinggal bayarin aja napa pak pelit amat jadi suami.''
''Huuu pelit, giliran minta jatah paling garcep.''
Begitulah kata para pedagang yang membuat pria itu menghembuskan nafasnya, lalu menoleh pada Kaleea yang sedang menghapus airmata palsunya..
'' Tapi dia bukan istriku pak.''
''Huuuuaaaaaa mas jahat!'' Teriak Kaleea berlari menjauh, untuk menghindari semua orang. Sedangkan semua orang kini memperhatikan pria dengan wajah khas Indonesia namun berbadan tegak nan tinggi..
''Sudah mas bayar saja.''
''Iya bayar, saya mau pulang dari tadi nunggu.'' Keluh para pedagang yang mana membuat pria itu mau tidak mau mengeluarkan uang untuk membayar jajan dari wanita yang sama sekali tidak dia kenal..
''Awas kau gadis licik.'' Gumamnya dalam hati sambil mengeluarkan dompet miliknya dan membayar semuanya..
Sedangkan Kaleea mengelus dadanya saat dia sudah sampai di rumah dengan selamat, tanpa Kaleea sadari jika sang adik belum pulang ke rumah.. Lalu dimana Tantan berada?
•
•
Author masukin konflik yaaa, jangan pada kabur🤣 karna konflik nya nggak berat keknya. Mau berat apa yang ringan ringan saja nih? mau yang nangis bombai apa konflik yang standar aja.?? komen donk..
...•••••...
__ADS_1
...LIKE.KOMEN.VOTE ...