
Ryan memarkirkan mobil di halaman rumahnya yang sederhana, lalu menoleh dan melihat sang istri yang sudah tertidur dengan pulas..
''Ellaa bangun sayang kita sudah sampai.'' Ryan menggoyangkan pelan bahu Kaleea, Namun bukan Kaleea namanya jika di bangukan sekali langsung bangun..
''Sayanggg..''
Ryan membuka sabuk pengaman nya lalu melihat Kaleea yang tidak kunjung bangun. Ryan yang awalnya akan membangunkan Kaleea, langsung mengurungkan niatnya saat melihat bibir sang istri yang menggiurkan mata berwarna merah jambu nan licin seperti perosotan tk.
Gleek..
Ryan menelan ludahnya susah payah. "Oh ya ampunnnn mengapa otakku jadi mesum mulu sih liat ini anak! apa aku kualat yaa dulu sering nolak dia?" Gumam Ryan dalam hati sambil memandangi Kaleea..
Tapi apalah daya, Ryan yang sekarang bukan Ryan yang dulu kebal akan iman, Dihadapan Kaleea iman Ryan hanya secuil basreng sisa anak sd makan! alias imannya hanya secetek.
Cup..
Ryan dengan lembut mengecup bibir Kaleea, namun pada dasarnya bibir Ryan yang baru merasakan arti rasa ciuman tidak ingin sampai di situ sebelum meluma** habis bibir sang istri..
Ryan memegangi dagu Kaleea, sedangkan bibir dan lidahnya sedang bermain di dalam mulut Kaleea hingga membuat sang empu merasa terusik..
Hemmm..
Perlahan mata Kaleea terbuka, dan langsung melotot dengan sempurna saat melihat suaminya yang sedang merem melek mencicipi bibirnya..
Dhug..
Dhug..
Kaleea memukul pelan dada Ryan hingga Ryan menghentikan kegiatan yang sangat dia sukai.
''Akhirnya kau bangun?'' Ryan tersenyum lalu menghapus air liur di sisi bibir Kaleea..
''iiiihhh kakak mesum iiihhhh..''
''Loh, emang gak boleh mesum sama istri sendiri?''
''Tapi kan ini di mobil kak.''
''Kalau begitu ayo keluar.'' Ryan langsung keluar dari dalam mobil dengan semangat empat lima, karna dia akan menagih janji sewaktu di kantor bahwa dia akan nene** sepuasnya..
__ADS_1
Ryan membuka pintu untuk Kaleea dan langsung menutupnya dengan keras..
BRAAAKKK..
"Ya Allah kaaaaaakk hati-hati napaaaa.'' Kaleea mengelus dadanya karna terkejut.
''Eheheh ayo masuk kedalam.''
Ryan menggenggam tangan istrinya masuk kedalam rumah dengan rasa yang sudah tidak sabar, hingga Ryan membuka pintu lalu menutupnya saat mereka sudah ada di dalam..
Tanpa Ba Bi Bu, Ryan langsung melemparkan tas kerjanya lalu mencium kembali bibir Kaleea dengan sangat rakus..
Hmmppptt..
Kaleea terkejut karna belum siap menerima ciuman mendadak. Namun sedetik kemudian ia bisa menyeimbangi lumata** di bibirnya..
Keduanya berciuman penuh nafsu yang sudah tidak terkontrol lagi..
Othor senang tiada mengingatkan, Kontrol yaaa Ziyenggg Kontrol Bukan Kontrol*** Hmmmmm awas itu lidah kepeleset.
•
Ahhh..
Nafas keduanya sudah tidak karuan, Ryan mencoba melepasakan kancing baju yang di pakai Kaleea tanpa melepaskan ciumannya yang turun ke leher dan menjilat* nya..
Uhhhh..
Kaleea begitu terlena hingga ia merem melek di buatnya. Terbayar sudah rasa penasaran nya dulu ketika dia ingin tau rasanya berciuman dan di cumbu oleh orang yang di sukai..
Mata Kaleea perlahan terbuka, ia ingin membantu Ryan untuk melepaskan baju yang dia pakai. Namun saat mata itu terbuka, Kaleea malah diam dengan mata melotot ke arah depan.
''Hekkk.. Kakak.''
Ryan tak menjawab, ia masih berusaha membuka kancing baju tanpa memperdulikan panggilan Kaleea..
''Kakakkkk..'' Kaleea menggoyangkan bahu Ryan.
''Haaaaah__
__ADS_1
''Ituuuu lihattttt.'' Kaleea mendorong bahu Ryan hingga cumbuannya terlepas..
''Apa?'' tanya Ryan melihat istrinya.
''ituuuuuu.'' Kaleea dengan malu-malu menunjuk ke arah ruang tamu..
Ryan menoleh ke belakang daaaannn...
Wakwawwwww___
Ryan terkejut bukan main ternyata di ruangan ini bukan hanya ada dirinya dan Kaleea, melainkan pak Rt dan Bi Mina yang sedang menutup kedua mata Neon karna takut mata anaknya ternodai dengan siaran Live..
Sedangkan pak Rt, ia malah menampilkan raut muka seperti terkena silau matahari melihat adegan yang menggiurkan mata..
Kheemm__
Ryan berdehem, namun dalam hati dia merasa malu bukan main. Sedangkan Kaleea langsung berlari masuk kedalam kamarnya karna dia lebih malu di bandingkan Ryan..
Pak Rt cengegesan. ''Maaf nak Ryan, bapak datang di waktu yang salah.''
''Tidak apa apa pak, silahkan duduk.'' ucap Ryan ramah walau dirinya merasa malu.
''Den Bibi pulang dulu ya den.''
''Oh iya bii..
Kini di ruang tamu hanya ada pak Rt dan Ryan, mereka sedang mengobrol masalah serius yang hanya Ryan dan pak rt yang atau. Bahkan Othor sendiri di larang menguping..
•
...••••...
...Likeeeee...
...Komeeeennn...
...Voteeeeeeeeee...
...Kasih bunga untuk penyemangat...
__ADS_1