
19:30 Malam di Bandara internasional Dubai•
...•••••...
Pria tampan keluar dari pesawat pribadinya lalu menuruni anak tangga dengan langkah cepat. Sudah dua hari ini dia tidak melihat kekasihnya karna ada hal penting di luar negri yang tidak bisa di tunda lagi..
Ketika urusannya sudah selesai, Affan mendapatkan pesan dari seseorang jika sang kekasih sedang makan dengan seorang pria di sebuah restoran..
Yang mana membuat dirinya kebakaran janggutnya.
''Dayan cepatlah, kau itu lambat seperti siput!'' Gerutu Affan dari dalam mobil, melihat asisten pribadinya masih di luar mobil dan mengobrol dengan seseorang..
Dayan masuk kedalam mobil, lalu menoleh ke arah belakang dan memasangkan sabuk pengaman. ''Kau, yang jalan terlalu cepat.''
''Diamlah, dan antarkan aku ke restoran dimana Meda berada dalam waktu lima menit.''
''Bos, apa kau sudah gila? jika kau ingin segera sampai di sana dalam waktu lima menit, kau pakai saja pintu doraemon yang bisa menembus ruang dan waktu.''
Dugh__
Affan menendang kursi. ''Dasar asisten gadungan, jika kau masih banyak bicara, kau yang akan aku kirim ke dimensi jaman kuno!''
"Dasar ke kanak-kanakan, baru lihat kekasihnya duduk bersama pria lain saja sudah kebakaran jenggot. Apa lagi nasib sepertiku yang melihat pacar sendiri nikah dengan orang lain.'' Gerutu Dayan dalam hati.
Dayan tak menyahut, ia menyetir mobil menuju cafe dimana Meda berada..
•
Sedangkan di sisi Meda..
Dia sedang mengobrol dengan teman lamanya, ia tidak menyangka jika akan bertemu teman sekolahnya yang sedang berlibur di Dubai.
Meda berasal dari Turky dan mengadu nasib di Dubai, ia juga berasal dari keluarga sederhana dan tidak terlalu kaya. Untuk itu Meda di Dubai hidup sendiri tanpa siapa pun, namun Nasibnya sangat mujur karna dia di terima menjadi sekretaris di perusahaan besar..
Meda dan temannya keluar dari restoran, karna mereka sudah selesai makan malam. Pria itu menoleh dan tersenyum melihat Meda.
''Meda, jika kau kesulitan jangan sungkan untuk menghubungiku.'' Ucap Kemal
Meda mengaguk. ''Baiklah, oh ia kapan kau akan pulang?''
''Aku akan menetap disini, dan mulai merintis bisnis ku sepertinya.''
Mega mengangguk. ''Baiklah, sepertinya aku akan pulang.''
''Hati-hati yaa.'' ucap Kemal sambil menepuk pucuk kepala Meda, tanpa mereka sadari jika Affan melihat interaksi mereka berdua hingga kepala Affan mengeluarkan tanduknya..
__ADS_1
''EDAAAA.!!
Meda dan Kemal menoleh secara bersamaan, apalagi Meda sangat terkejut melihat atasan sekaligus kekasihnya berada di sini..
''Tuan Affan kau disini?''
Affan menggertakkan giginya, lalu berbalik meninggalkan Meda dan Kemal. Meda menelan ludahnya kasar, lalu berlari menyusul Affan..
''Tuan.''
''Tuan tunggu.''
Affan tak menghiraukan teriakkan Meda, ia berjalan sambil melipat kedua tangannya di dada dengan raut muka tak enak di pandang..
''Tuannn...'' Meda memegang tangan Affan dan berdiri di depannya, namun Affan membuang muka ke arah lain..
''Aku kecewa padamu Eda, baru aku tinggal selama beberapa hari sudah berkencan dengan pria lain.'' Tuduhnya tanpa melihat Meda..
''Kau salah pahaaamm dia itu teman sekolahku, dan tidak sengaja bertemu tadi di jalan..
''Pokonya aku marah!''
''Jangan marah yaaa sayang yaaaa..'' Meda mencoba untuk menggoda Affan dengan kata sayang, agar hidupnya bisa tentram damai sentosa..
And See! benar saja Affan menyunggingkan bibirnya saat dirinya di panggil sayang oleh Meda..
Meda tersenyum dan mengangguk. ''Ayo kita makan, kau mau makan di mana sayang?''
''Ummm, kita makan di restoran sana.'' Tunjuk Affan yang langsung di angguki oleh Meda..
Sedangkan Dayan yang melihat kelakukan atasannya dari arah mobil, ingin sekali dia menggetok kepala Affan dengan Palu milik si Thor agar kepala bosnya kembali ke pengaturan awal..
•
•
...••••...
Sedangkan di Indonesia jam menunjukkan pukul 21:30 malam. Kaleea sudah tertidur pulas di kamarnya sedangkan Ryan masih sibuk dengan leptop nya..
DUARRR__
Kilatan petir membuat gadis cantik yang sedang terlelap tidur langsung terbangun, dan mendapati kamarnya yang gelap gurita bak di dalam kuburan..
''Heh apa aku sudah pindah alam yaa? Kakaaaaakk..'' Teriak Kaleea memanggil Ryan
__ADS_1
"Kakaaakkkk...
''Iyaaa, Kakak lagi nyalain lilin ini sebentarrr.'' Jawab Ryan bertiak dari arah dapur.
Kaleea yang takut, ia langsung berdiri walau tidak melihat apapun. ''Ya ampuuuunn udah mah rumah kecil, lampu mati, apa si lempeng lupa bayar tagihan listrik yaa?" Gumam kaleea meraba raba tembok..
Kaleea membuka pintu dan melihat cahaya dari arah dapur, ia pun bisa sedikit melihat sekitar dan langsung menghampiri Ryan..
''Kakak.''
''Eh, udah disini aja. Kakak mau nyamperin kamu ke kamar tadinya.''
''Kakak lupa bayar listrik yaa?''
''Nggak kooo ini itu aliran dan semua mati lampu, jika tidak percaya lihat ke jendela.''
''Nggak ah, tatutttttt...''
Kaleea bergelayut di lengan Ryan sambil mencari kesempatan untuk menempel. sedangkan Ryan tersenyum ketika Kaleea menyentuh lengannya, ada rasa yang menggelitik di hatinya namun entah apa yang jelas ia sangat suka bersentuhan dengan Kaleea..
''Wik-wik enak kali yaaa, mumpung mati lampu heheheh. '' Pikiran Ryan sudah berkelana kemana-mana, sungguh Ryan sudah tidak berpikiran bersih jika berdekatan dengan Kaleea! Seakan akan otaknya sudah di penuhi adegan-adegan kuda lumping dan kuda jingkrang di lampu merah..
Sedangkan Kaleea melihat Ryan yang tengah senyam senyum sendiri. ''Kakak, senyum-senyum sendiri ko jadi ngeri yaaa.'' Kaleea menggoyangkan tangan Ryan..
''Hah, khem. Kakak hanya teringat sesuatu yang lucu aja.'' jawab Ryan buru-buru. ''Yasudah sana tidur lagi, besok kan masuk kampus pagi.''
''Aku takut kaaaakk.''
''Tidur sama kakak mau nggak.''
''Emang boleh?''
''Yaaa itu pun kalau kamu mau, kalau gak mau juga kakak gak maksa.'' Ucap Ryan dengan seringai mencurigakan, bahwa berpura-pura malas..
Tanpa pikir panjang, Kaleea langsung masuk kedalam kamar Ryan dan duduk di ranjang. Sedangkan Ryan menutup pintu dengan perlahan dan menunjukkan senyum Devilnya..
•
•
...•••••...
...😯 apakah yang akan terjadi para Ziyenggggggg...
...LIKE.KOMEN.VOTE...
__ADS_1
...Bunga jangan lupa untuk bersabar...