
MASIH DI KANTOR•
...•••••...
•
"ISTRIMU SELINGKUH."
"ISTRIMU SELINGKUH."
"ISTRIMU SELINGKUH."
Begitulah beberapa pesan masuk mengganggu Ryan yang sedang bekerja. Ryan yang awalnya mengabaikan dan tidak memperdulikan pesan itu kini dirinya merasa terganggu..
Ryan pun mencoba menelpon orang yang mengirimkan pesan padanya, namun nomer yang mengirimkan pesan tidak aktif membuat Ryan bingung dan bertanya tanya dalam hati.
Siapa orang ini? kenapa begitu berani mengatakan jika istrinya selingkuh!
Tak mau berpikiran buruk tentang istrinya, karna ia tau pasti sifat Kaleea yang tidak akan pernah bisa menduakan cintanya apa lagi berjauhan dengan dirinya. Atau bisa di bilaaaang tidak bisa jauh dari si Kemed yang akan menjungkir balikkan kehidupannya..
Ryan pun langsung menelpon Kaleea..
📞 Tuuuuttt__
Cukup lama Ryan menunggu, akhirnya terdengar sapaan dari ujung telpon sana..
📞''Hallo Yank.'' Sapa Kaleea.
📞 ''Hallo Hon, kamu dimana?''
📞 ''Aku ada di rumah Yank baru pulang dari Moll, kenapa?''
📞 ''Ke Moll sama siapa?''
📞 ''Sama Siska sama Tantan Yank, emang kenapa?''
📞 ''Nggak apa-apa kok, ummm apa kamu bertemu seseorang yang mencurigakan sewaktu di Moll?''
📞 ''Tidak Yank, memangnya kenapa?''
Ryan pun menceritakan pada Kaleea bahwa ada seseorang yang mengirimkan beberapa pesan jika Kaleea berselingkuh darinya, yang mana perkataan itu di bantah langsung oleh Kaleea dan bersumpah jika Kaleea tidak pernah selingkuh darinya..
Kaleea pun menceritakan jika dirinya bertemu Satria, dan menceritakan dengan detail kejadian yang menimpa dirinya jika tidak ada Satria yang menolongnya..
Ryan yang mendengar cerita dari Kaleea sangat terkejut dan khawatir, namun dia juga bersyukur jika istrinya baik-baik saja. Ryan pun menutup panggilan telponnya saat mereka sudah selesai bercerita banyak.
•
Ryan menghela nafas sambil menyenderkan kepala dan badannya di kursi, lalu memejamkan kedua matanya sejenak untuk berfikir..
''Mungkin kah dia?''
Tingg..
__ADS_1
Mata Ryan tiba-tiba terbuka, lalu berdiri dari duduknya dan keluar dari kantor untuk pulang ke rumah. Dia mencurigai jika Siska yang mengirimkan pesan pesan itu padanya, karna jika bukan Siska siapa lagi? Dia kan yang ikut ke Moll bersama Kaleea. Ryan tidak memiliki musuh atau pun orang yang membenci dirinya selama ini..
Kenapa harus Siska?
Karna Ryan beranggapan jika Siska itu bukan wanita baik-baik, terbukti beberapa hari yang lalu saat Ryan sedang mengganti bajunya tiba-tiba saja Siska masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu dan membuat Ryan terkejut.
Entah itu di sengaja atau tidak! yang jelas Ryan mempunyai pandangan tersendiri untuk Art nya ini..
•
Sedangkan di rumah, Kaleea sedang menonton Tv bersama Tantan sambil memakan popcron yang mereka beli dari Moll tadi..
Si sengklek Kaleea tidak memikirkan siapa orang yang telah memfitnah dirinya dan malah asik menonton Tv bersama Tantan..
''Kak, ganti napa saluran Tv nyaaaa, nggak bosen apa nonton Tali cinta melulu.'' Protes Tantan yang ingin melihat Film kesukaannya..
''Jangan di ganti lagi seru serunya ini.''
''Ahhh nyebelin.'' Tantan beranjak pergi meninggalkan Kaleea yang sedang asik menonton drama yang episodenya sampai beribu ribu..
''Kamu mau kemanaaa?'' Teriak Kaleea.
''Ngerjain pr.'' jawab Tantan melangkah ke lantai atas. Namun saat Tantan berada tengah tangga, Tantan melihat Siska yang sedang tertawa melihat ponselnya yang mana membuat Tantan mengurungkan niat untuk ke kamarnya..
Tantan berbalik turun lagi dan menghampiri Siska dengan perlahan tanpa suara, Tantan sangat kepo apa yang sedang di tonton Siska di saat seharusnya Siska masak untuk makan malam..
''Mbak Sis.''
''Apa sih Tan! ngagetin aja.''
''Mbak Siska ngapain senyum senyum sendiri?'' Tanya Tantan yang di jawab delikan mata dari Siska.
''Kepo banget si kamu bocah! Sana pergi jangan ganggu aku yang lagi buat makan malam Hus, Hus,.'' Usir Siska..
''Apa yang di bikin, orang nonton hp dari tadi! awas lho bentar lagi Kak Ryan datang, jangan sampai makanannya belum siap.''
''Ihhh bawel banget sih, sono Lu pergi! jangan sok soan jadi majikan de Lu, orang numpang aja belagu.''
''Dih kenapa ngamooookkk! walau aku numpang disini tapi aku itu kesayangan nya majikan Mbak yaa incamkan itu! gini gini aku bisa minta Kak Kaleea untuk mecat Mbak.''
Siska mencibikkan bibirnya. ''Sudah sana pergi, ganggu aja bla bla bla.'' Siska mengoceh, yang mana membuat Tantan melangkah ke lantai atas, ia tidak memperdulikan perkataan Siska yang memang Tantan sudah tau akan sifatnya Siska..
•
•
•
Tak berapa lama mobil yang di kendarai Ryan sampai di halaman Rumah, Ryan pun turun dari mobil lalu berjalan ke dalam rumah..
''Asalamualaikum.'' Ryan mengucapkan salam tapi tidak ada yang menyahut sama sekali. Ryan pun duduk di sofa untuk melepasakan sepatunya dan melonggarkan dasi yang dia pakai..
''Ini Pak.'' Siska menaruh segelas air di depan Ryan, yang mana membuat Ryan terdiam lalu mendongkakkan kepalanya..
__ADS_1
''Apa aku memintanya?''
Siska tersenyum. ''Tidak pak, tapi saya berinisiatif untuk__..
''Tidak usah, aku tidak haus! bawa saja lagi.'' Ryan berdiri dari sofa lalu melangkah ke lantai atas, namun di tengah tangga Ryan menoleh ke kebalang dimana Siska masih setia berdiri di tempatnya sambil tersenyum..
Entah mengapa melihat senyum Siska yang di tunjukkan untuknya, membuat bulu kuduk Ryan berdiri seakan dia sedang melihat hantu. '
''Astagfirullah, Ya Allah Ya Karim lindungi hamba mu ini.'' Gumam Ryan dalam hati lalu dengan cepat dia melangkah ke arah kamarnya..
Sedangkan Siska yang melihat majikannya seperti ketakutan, ia melihat kenan kiri. ''Kenapa Bapak kaya habis liat hantu yaaa, apa jangan-jangan ada hantu lagi di rumah iniii, iiihhhh serrrremmmmmm.'' Siska pun berlari ke arah dapur dimana Nadia sedang membantunya masak.
•
Braaaakk!!!
''Ya Allah Yank! kamu ngagetin ajaaa.'' Kaleea terkejut saat mendengar pintu di banting bersamaan dengan Ryan masuk..
''Maaf, apa aku mengagetkan dede bayi juga.'' Ryan melangkah dimana Kaleea sedang berbaring di tempat tidur.
''Iyaa, saking terkejut nya sampai dedek bayi yang ada di dalam perut ingin keluar dari tempat sebelum waktunya.'' Kesal Kaleea..
*Cup..
Cup..
Muuuaaaccchhh*..
''Maaf yaa Honey.''
''Mandi dulu gih sana, lagian ngapain sih banting pintu segala?''
''Aku tadi habis liat Hantu.''
''Masa?''
''Iyaaa.''
''Ya sudah mandi dulu gih sana, nanti aku usir itu si hantu gak tau diri.''
Ryan pun mengangguk patuh, sedangkan Kaleea turun dari ranjang untuk memastikan jika ada hantu di rumahnya. ''Apa si Neng Kun ikut juga kesini yaa?'' Gumam Kaleea keluar dari kamar mencari Eneng Kun yang ia pikirkan..
Sedangkan Neng Kun yang Ryan maksud adalah Siska..
•
•
...•••••...
...Jangan lupa tinggalkan jejak...
...LIKE.KOMEN.VOTE...
__ADS_1