
β’
Tak pernah Ryan sangka jika dirinya kini sudah menjadi seorang ayah, Ryan baru saja selesai meng' adzani sang anak yang keluar dari jalur operasi cesar. Tak perduli bagi Ryan mau itu cesar atau normal, yang terpenting anak dan istri bisa selamat dan berkumpul dengannya tanpa ada yang kurang satu pun..
Untunglah bagi Ryan karna dia tidak merasakan nasib yang sama seperti para suami yang menemani istrinya melahirkan. Karna bisa di pastikan jika si Gokong melahirkan secara normal, maka Ryan akan merasakan cakaran, jambakkan, maikian dan gigitan seperti para emak dan Aunty nya dulu..
Kaleea sudah di pindahkan di ruang inap bersama sang bayi yang sedang tidur di box di samping ranjang Kaleea, sementara Ryan masih asik memandang bayi yang mungil kemerahan. Ia merasa sedang bermimpi jika bayi di depannya ini adalah anaknya, anak kandungnya..
Uhhhh..
Kaleea melengguh membuka kelopak matanya secara perlahan, membuat Ryan langsung menoleh dan berdiri di samping Kaleea.. ''Sayangggg heii kamu bangun Hon.'' bisik Ryan lalu dia berteriak memanggil dokter dan suster yang merawat istrinya..
Tak berapa lama dokter Vania bersama dua suster datang memeriksa keadaan Kaleea, dan mengajarkan bagaimana memberikan asi pada bayi mungil yang belum di beri nama lalu apa saja pantangan untuk ibu yang sedang nifas termasuk berhubungan badan..
Kaleea menyengir saat putinggnya di hissap oleh baby G, yang mana dulu itu adalah sumber makanan untuk ayahnya tapi kini di kuasai oleh makhluk kecil berjenis kelamin laki-laki...
''Lucunyaaaa.'' Kaleea meraba baby G dengan perasaan haru dan bahagia ketika melihat anaknya sudah berada di dekapan nya, tak pernah ia sangka jika dia akan menjadi seorang ibu muda secepat ini..
__ADS_1
Cup..
Ryan mengecup kening Kaleea dan berterima kasih karna sudah berjuang melahirkan baby G. ''Baby G sangat tampan seperti ayahnya.'' Ucap Ryan mengecup pucuk kepala anaknya..
''Apa Ummah dan Abba sudah kau beri tau?'' Tanya Kaleea yang langsung di angguki oleh Ryan..
''Mereka sudah di kabari dan sedang dalam perjalanan, sedangkan Tantan menuju kemari di antar oleh supir.''
''Aaahhh, Tantan akan menjadi Paman pertama yang akan menjaga Baby G. Oh iya, kau sudah memberikan dia nama?'' Tanya Kaleea menoleh pada Ryan yang ada di sampingnya..
''Aku sudah memikirkan beberapa nama, dan memilih yang cocok untuknya tapi aku tidak tau kau setuju atau tidak.''
''Guntur Arrashid Putra Adiwangsa.''
Kaleea terdiam saat mendengar nama yang bagus untuk anaknya, tapi ia sangat khawatir saat nama depan anaknya bernama Guntur.. ''Apa anak kita tidak akan di bully nantinya, aku takut nanti anak kita jadi bahan bullyan di sambar geledek.'' Celetuk Kaleea tak bisa menahan tawanya..
''Kau itu.'' Ryan mencubit pipi Kaleea..
Sedangkan Lintang bersama besannya yang berada di dalam pesawat sudah tidak sabar ingin melihat cucu pertama mereka, awalnya mereka sangat shock saat Tantan mengabari jika Kaleea di larikan ke rumah sakit karna jatuh. Namun raut khawatir itu musnah saat sang menantu mengabarinya jika Kaleea dan baby G selamat dan sekarang sudah di pindahkan ke ruang inap..
__ADS_1
''Kira kira anak kita akan memberikan nama apa untuk cucuku yaa.'' Tanya Lintang pada dirinya sendiri, namun masih terdengar oleh Omar dan Tuti beserta Asad..
''Yang pasti anakku akan memberikan nama yang baik untuk cucu kita.'' Jawab Tuti.
''Aku takut.''
''Takut kenapa?'' Tanya Tuti dengan heran.
''Aku takut si Gokong memberikan nama yang aneh untuk cucu kita.''
Semua orang saling pandang, benar juga apa yang di katakan oleh Lintang. Omar pun langsung berdiri dan memerintah sang pilot agar menancabkan gas supaya cepat sampai..
ππ Di kira angkot kali aaahhh di suruh ngebut..
β’
...β’β’β’β’β’...
...LIKE.KOMEN.VOTE....
__ADS_1
...BUTUH VITAMIN BUNGANYA DONK...